I wish it would rain down.....
Qul yā 'ibādiyallażīna asrafū 'alā anfusihim lā taqnaṭū mir raḥmatillāh, innallāha yaghfirudz-dzunūba jamī'ā, innahū huwal-ghafūrur-raḥīm.
QS az-Zumar ayat 53 mjd peganganku bila nyala api qalb hampir padam melihat nkri saat ini
agustini dhiniharia retweeted
Replying to @zoelfick
Sini saya jelasin Kak, kebetulan saya juga lulusan MDIS. Saya jelasin berdasarkan pengalaman saya ya, bukan dari Google atau ChatGPT. Tolong dibaca sampai habis, karena penjelasan saya panjang.
Banyak orang ngeledek dan menghina berdasarkan peringkat yang dikeluarkan di tahun 2025. Perlu digaris bawahi, MDIS itu kampus swasta tertua di Singapore, di tahun saya masuk, atau bahkan di tahun Gibran masuk, MDIS masih jadi kampus yang layak diperhitungkan.
Bahkan sampai tahun 2020 sendiri, MDIS masih menang kompetisi International melawan kampus-kampus lain di Singapore, saya lampirkan foto di bawah, bisa dilihat dengan jelas. Kebetulan saat itu saya dan tim berhasil membawa kemenangan untuk MDIS di ajang kompetisi Internasional.
Dan perlu diingat, tiap kampus itu punya jurusan unggulan, dan untuk saat itu, MDIS termasuk unggulan untuk jurusan komunikasi, marketing, pariwisata, jurusan tersebut sering menang kompetisi.
Komparasinya di tahun itu belum banyak kampus swasta yang lebih baik dari MDIS. MDIS punya gedung sendiri, punya asrama mahasiswa, lapangan, gym, studio, kantin, ruang praktek, dll, the whole building layaknya kampus besar. Dibanding kampus swasta lain yang pada saat itu bahkan gak punya gedung perkuliahan sendiri.
Tapi memang, MDIS gak bisa dibandingkan dengan NUS atau NTU, karena mereka itu kampus negri. Seleksinya jauh lebih ketat dan saingannya juga warga lokal yang dari awal memang sudah prepare buat bersaing untuk masuk kampus negri.
Dan gak cuma MDIS kok, kampus swasta di Singapore memang gak ngeluarin gelar Bachelor, Master, atau PhD atas nama institusinya sendiri. Mereka cuma bisa ngeluarin certificate sampai program Diploma/Higher Diploma/Advanced Diploma (istilah bisa berbeda tiap kampus).
Untuk program degree, kampus swasta di Singapore WAJIB bekerja sama dengan universitas luar negeri. Sebut aja: MDIS, Kaplan, PSB, SIM, Curtin, dll.
Kuliah degree di kampus swasta, ijazahnya dikeluarkan oleh PARTNER University-nya. Misal:
• MDIS punya partner universitas di UK
• Kaplan kerjasama dengan universitas dari UK, Australia, Ireland
• PSB sama universitas Australia dan UK
• SIM salah satu partnernya itu MIT dari US
• Curtin Singapore sendiri adalah kampus dari Curtin University Australia.
Intinya, sistem kerjasama antara kampus swasta di SG berpartner dengan kampus lain di luar negri itu memang dibuat supaya penyelenggara pendidikan swasta gak asal buka program lalu cetak gelar sendiri.
Kalau di Indonesia mungkin orang terbiasa liat kampus swasta ngeluarin ijazah atas nama kampusnya sendiri, walaupun kampusnya antah berantah, akreditasi C, bahkan gak punya gedung, dll, di Singapore gak bisa begitu.
Dan range harga untuk masuk di kampus-kampus tersebut itu bervariasi banget, dari ratusan juta sampai MILYARAN. Dan tentulah setiap orang yang mau masuk kampus swasta, pasti bakal membandingkan berbagai hal: fasilitas, modul pembelajaran, biaya, dll, mana yang paling worth buat tiap orang pasti berbeda.
Terus ada juga yang bilang, “Lulusan MDIS gak diterima jadi PNS Singapore.” Maaf banget Kak, tapi gak semua orang di Singapore punya cita-cita jadi civil servant.
MDIS sendiri punya jalur internship untuk program tertentu. Pekerjaan pertama saya justru saya dapat dari internship yang difasilitasi melalui MDIS.
Teman-teman seangkatan saya pun sampai sekarang fine-fine aja bekerja di berbagai perusahaan, baik di Singapore maupun negara lain. Alumni MDIS juga datang dari berbagai negara, dan di angkatan saya sendiri ada banyak warga lokal Singapore yang kuliah di sana.
Jadi kalau mau kritik ranking atau kualitas suatu kampus, silakan. Tapi jangan pakai ranking tahun 2025 untuk menghakimi keputusan orang yang kuliah bertahun-tahun sebelumnya. Sebelum menghina, minimal pahami dulu cara sistemnya bekerja. Terima kasih 🙏🏻
abc.net.au/news/2026-09-30/d…
Pswt flydubai dari Dubai ke Israel, copilot menusuk pilotnya dan bertujuan menjatuhkan pesawat. Mendarat emergensi di Tabuk, Saudi Arabia. Penumpang semua selamat sesdh si kopilot diamankan
Mendadak ingat betapa cintaku pada Beatles : in my life, Michelle, long and winding road, something, hey Jude, paperback writer, girl, here there and eveywhere ..dan masih banyak lagi
agustini dhiniharia retweeted
Younger generations don’t understand what a beast of a songwriter this man was. He would write 5 No.1 hits while you were on your 15-min coffee break.
Phil Collins is an absolute timeless legend.
What’s your favorite song?
agustini dhiniharia retweeted
Only Phil Collins could look like the IT guy at your job while doing this in front of a sold out crowd of 120,000
Keindahan dusun Mendak di lembah Bengawan Solo purba : kehidupan yg tenang nyaman bebas polusi, kuliner sedap, penduduk ramah baik hati, terasering batu karst, rumah lawas atap limas yg menawan ...ingin balik lagiiiii bersama keluarga
menikmati dusun Mendak di lembah kering bengawan solo purba, mulai dg sunrise bukit cumbri, eksplor gua2 karst, museum karst, makan sego encekan, pagelaran wayang beber, bikin wayang suket, bermalam di rumah penduduk yg teramat welcome ...what a life😍🥰
agustini dhiniharia retweeted
DUKA DERITA SISWA INDONESIA
Ini bukan jambore mobil ambulans..
Ini keracunan MBG di SMP Gembong, Pati.
9 September 2026
That's what friends are for...
A friend in need is a friend indeed
Dionne Warwick, Stevie Wonder, Whitney Houston, Luther Vandross 💥💥
" That's What Friends Are For"💥💥💥
Soul Train Music Awards 1987💥
nitter.gq/Ducnghia16/status/2062…
...menikmati Paul McCartney nyanyi 'Here, There and Everywhere' dg raut imutnya, tetiba teringat sahabatku pibu di X ...mprop @picoez ...sama2 imut hensyem kaaaannnn
Kupersembahkan lagu ini buat sahabat2ku para garangan/garangwati serta bos genk di dunia X ...kalian sungguh baik, lucu, menginspirasi, tulus, dan sangat menghibur

























