‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
Replying to @GLX_Archives @GLX_43O
Bisa cek listnya di sini, ya! Untuk nama yang tertera, silakan claim tiket kalian dan kalian terbebaskan dari misi bulan Februari dan bulan Maret!
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
“... kak Pollux! Ya... aku gak bisa menyangkal sih; bentukan pabriknya emang udah kayak begini dari dulu. Galak kalau sama orang.” (。´ノω・`)
Memberikan sertifikat kepada @GLX_O34. “Mari berdoa supaya kak Pollux bisa lebih lembut.” Meski agak mustahil.
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
Replying to @GLX_43O
“Mari kita lanjut! Pemenang kategori 𝗮𝗱𝗺𝗶𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗯𝘂𝗿𝗶𝗸 jatuh kepada...”
Polaris melirik ke arah yang hadir, sebelum tatapannya terhenti pada satu orang.
“Kak Rotan... ev. Selamat, si paling burik!” Polaris terkekeh pelan sembari memberikan sertifikat pada @GLX_1O1.
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
“Kaveh dan Luka, serta Raguel dan Paff. Ini dia dua pasangan ambis kita~ Selamat, selamat!” Memberikan sertifikat pada @lM_PAFF @reveriealitie @fierychitect dan @4thvocal. Ternyata semangat Kaveh dan Luka ditularkan pada Raguel dan Paff? Bravo, bravo! Ayo kalian duet maut ambis?
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
“Harvey (@ATR0CE) dan Stainless (@stainIessheart)! Waduh, kenapa kok bisa kalilan disebut sebagai pasangan terngenes?” Polaris bertanya-tanya, namun ia berikan pula sertifikat untuk keduanya. Mereka berdua ini ngenes dalam hal apa, ya... apa karena warteg?
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
Replying to @GLX_43O
“Ketiga... kategori 𝗽𝗮𝘀𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗻𝗴𝗲𝗻𝗲𝘀, dimenangkan oleh...”
Sound effect Spongebob dan Patrick menangis perlahan mulai memenuhi ruangan, meredam bunyi gelas pecah sebelumnya; yang memutarnya kali ini adalah Pollux. Agar suasananya bisa terasa makin ngenes.
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
“Kami punya hadiah untuk kelompok yang menang!” Kemenangan tanpa hadiah rasanya kurang, 'kan?
“Yang memenangkan kontes kue alias 𝗜𝗧 𝗪𝗔𝗦 𝗔 𝗠𝗜𝗫𝗖𝗔𝗞𝗘 adalah...”
Ada bunyi TEK TEK TEK dari latto-latto yang dimainkan oleh Rotanev sebagai (menurutnya) penegang suasana.
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
“Sesuai dengan agenda yang telah dibagikan sebelumnya, malam ini kegiatan kita adalah: 𝗔𝗪𝗔𝗥𝗗𝗦!” Polaris mengintip sedikit pada catatan kecil yang ia pegang.
“Mm, oke. Kalian masih ingat 'kan kalau kemarin kita melakukan games sengit?” Ingat dong, ayo ingat.
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
“Akhirnya kita mencapai penghujung acara! Bagaimana perasaan kalian? Apakah kalian merasa dipenuhi kasih sayang?” Bertanya kepada partisipan yang hadir. Semoga saja tidak ada yang menjadi orgil betulan, ya── meski kayaknya ada yang sudah lebih dulu menjadi orgil sebelum ini?
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
“Halo! Selamat malam, para partisipan!” Polaris membungkukkan badan selama beberapa detik sebagai gestur sapa. Manik 𝘳𝘶𝘣𝘺 kini menatap tiap partisipan yang hadir pada malam ini.
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
“Kalau begitu, daku akan membacakan pasangan yang t'lah ditetapkan oleh daku beserta Saudara-Saudari. Daku mohon kalian menggunakan rungu sebaik-baiknya dikarenakan daku hanya membacakannya sekali—dan embaran ini menjadi awal dari segalanya.”
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
kalimat terakhir. “Tidakkah engkau semua penasaran—siapa yang diutus menjadi sandingan engkau?” Kartu yang berada di tangannya ia lambai-lambaikan, sebagai isyarat bahwa ia memiliki informasi yang dimaksud. “Apakah engkau semua memiliki dugaan?” ↷
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
yang barangkali tak pernah beradu sapa—agar mulai memahami dan mengasihi dari kegiatan ini. Barangkali pula, permulaan ini akan memantik gelora renjana di antara kedua jiwa.”
Ekspresi wajahnya tampak lebih berseri, apalagi cengiran yang muncul di wajahnya setelah mengucapkan ↷
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
bawakan, berisi urutan agenda yang harus ia lakukan.
“Acara ini diselenggarakan oleh pihak daku dan Saudara-Saudari guna menaburkan afeksi antar-sesama anggota demi merasakan indahnya Hari Kasih Sayang. Maka dari itu, daku dan Saudara-Saudari telah mempertalikan dua insan ↷
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
memanggil diriku ‘Heze’—dan kini, daku telah dipercayakan sebuah ihwal untuk memandu permulaan kegiatan kita.
“Selamat datang pada acara Opereshon Rabu: Galaxias in Love—atau disingkat ORGIL!” Ia bertepuk tangan. Mata biru mudanya bergulir sesaat pada kartu petunjuk yang ia ↷
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
bibirnya.
“Daku ucapkan selamat sore untuk engkau semua yang telah bernegosiasi dengan Sang Waktu sehingga mampu hadir di lembaran baru kisah Planetarium kita.” Ia memulai dengan suara besar. “Izinkan daku memperkenalkan diriku sekali lagi, engkau semua dipersilakan untuk ↷
‧₊˚ 𝑯𝒂𝒓𝒗𝒆𝒚 𝑲. retweeted
Replying to @GLX_Archives
Dari gelagat sang dara, tampak bahwa ia cukup gugup ditunjuk sebagai pembuka dari acara yang diselenggarakan oleh Planetarium kali ini. Heze mengusap-usap tangannya guna mengurangi rasa gugup, kemudian dengan langkah besar menaiki podium dan mendekatkan mikrofon pada ↷


















