Masuk akal sih yaa...tpi pernikahan itu kan juga membutuhkan pengetahuan (bahkan IQ), dan kesehatan yg cukup..jadi batasan pengetahuan/IQ/kesehatannya gimna? Misal IQ di bawah 130 jangan nikah atau gmna?
Astaghfirullah
Hanya berbekal menerka-nerka saja, kehidupan seorang dokter hancur oleh @SistersInDanger.
Tidak ada permintaan maaf. Tidak ada upaya meluruskan informasi.
UJE retweeted
Mencuplik video. Lalu berbicara bahwa dirinya dilecehkan. Semua orang langsung ikut marah, bahkan menghina habis-habisan dia yg tertuduh.
Padahal, setelah melihat video utuhnya, tidak ada sama sekali pelecehan.
Gile.
UJE retweeted
Jangan lewatkan kelas daring seri Filsuf Analitik Intuisionistik ID! Kali ini kita akan membahas tentang H.L.A. Hart yang akan dipantik oleh Bung Rama, Bung Ziyad, dan Bung Rex.
🗓️: 20 September 2026
🕗: 20:00 - 22:00
editor: Radit
#analitik #logika #philosophy
UJE retweeted
Jangan lewatkan kelas daring seri Filsuf Analitik Intuisionistik ID! Kali ini kita akan membahas tentang Alfred Tarski yang akan dipantik oleh Bung Theo, Bung Aydin, dan Bung Roqib.
🗓️: 26 Juli 2026
🕗: 20:00 - 22:00
editor: Radit
#filsafatanalitik #logika #Alfredtarski
UJE retweeted
Sometimes mathematics shows patterns that look unusual.
Consider the formula
f(n) = n² + n + 41
Now put in different values of n.
If n = 1, the result is 43, which is a prime number.
If n = 2, we get 47, also prime.
If n = 3, the result is 53, again prime.
This formula gives prime numbers for many values of n.
For example, when n goes from 1 to 21, the results are:
43, 47, 53, 61, 71, 83, 97, 113, 131, 151, 173, 197, 223, 251, 281, 313, 347, 383, 421, 461, 503
All of these are prime numbers.
This pattern was studied by the mathematician Leonhard Euler. The formula gives prime numbers for every value of n from 0 to 39.
But we need to check further values.
If n = 40, the result is
1681 = 41², which is not prime.
If n = 41, the result is
1763 = 41 × 43, which is also not prime.
So the pattern does not continue forever.
This example shows an important idea in mathematics.
A pattern may work for many cases but still fail later.
That is why mathematicians test results carefully and try to understand the reason behind them.
[Sedikit menyimpang dari pembahasan]
Di Indo, Matematika Waris itu materi setingkat SMA.
Pernah ada beberapa orang tua ingin memondokkan anaknya ke rumah saya. Namun saya tolak. Bukan bermaksud tidak mau "nasyrul ilmu", tapi sadar diri soal adanya tanggung jawab yang besar. Akhirnya saya sarankan untuk mondok di Pesantren yg sudah berdiri atau sekolah biasa saja.
















