Pinned Tweet
Sedih banget liat kisah mbak ini 😢 Posisinya dia tinggal di kost sendirian, jauh dari keluarga. Lambung sama tipesnya kambuh sampai gak bisa bangun.
Dia coba nelpon temen-temennya satu-satu, gak ada yang angkat. Sekalinya diangkat jawabnya "aku sibuk". Bayangin, sakit di kost sendirian, gak ada keluarga, temen yang diharapkan gak ada yang bisa dateng.
Sampai akhirnya dia kepaksa nelpon 110 buat minta tolong. Karena cuma mereka yang mau dateng pas dia bener-bener butuh.
Kopi enak karena secangkir, bukan segalon.
Mie ayam nikmat karena semangkok, bukan sebaskom.
Pelangi indah karena muncul sebentar, bukan sehari penuh.
Ternyata, segala sesuatu terasa lebih baik ketika kita menikmati secukupnya, bukan semaunya.
Kenapa pensil digunakan untuk anak-anak?
Karena kesalahannya masih bisa diperbaiki.
Lalu kenapa PENA dipakai oleh orang dewasa?
Karena untuk mengingatkan bahwa mereka tak lagi muda untuk mengulangi kesalahan yang sama.
Dihormati melahirkan Rasa Kagum
Dibutuhkan melahirkan Rasa Rindu
Dihormati Karena Posisi
Dibutuhkan Karena Kontribusi
Mengapa yg ngantri di rumah makan 10rb-an itu kebanyakan laki-laki? Sementara yang ngatri di tempat Sushi dan Pizza kebanyakan kaum perempuan?
KERIBUTAN TERJADI KARENA REBUTAN JANDA
Keributan terjadi di sebuah kos di Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Dua pria sama-sama mengaku sebagai pacar seorang perempuan berstatus janda asal Temanggung.
Menurut informasi yang beredar di media sosial, perempuan itu disebut sudah dua tahun menjalin hubungan dengan pria asal Wonopringgo. Malam itu, datang pria asal Sragi yang mengaku sudah setahun berpacaran dengannya. Ia mendapati perempuan tersebut sedang bersama pria lainnya di kamar kos.
Pertemuan itu pun berujung ribut sampai menarik perhatian warga. Ketiganya kemudian dibawa ke Polsek Karanganyar untuk dimediasi bersama warga.
Dalam unggahan yang beredar, warga juga disebut meminta perempuan tersebut pindah dari kos itu.
Niat datang buat ngapel, malah ketemu orang yang juga merasa jadi pacarnya.
Dikira cuma teman lama yang nyapa, eh malah jadi orang ketiga. 😳
Ahza membongkar dugaan perselingkuhan suaminya, Dika, dengan Arum, teman mereka semasa SMP. Menurut Ahza, hubungan itu sudah berjalan sejak Lebaran 2026.
Awalnya Arum menghubungi Dika lewat Facebook. Dari DM, lanjut tukeran nomor WhatsApp, sampai akhirnya diduga menjalin hubungan. Padahal, kata Ahza, Arum tahu Dika sudah punya istri dan anak.
Ahza yang punya anak berusia tujuh tahun mengaku terpukul. Apalagi, menurutnya, Arum sampai mengunggah momen bareng Dika di media sosial dan menyatakan tak mau melepas hubungan itu.
Teman lama boleh disapa, tapi kalau sudah punya keluarga, ya jaga batasnya. Dika juga punya tanggung jawab menjaga kepercayaan istri dan anaknya.
Seorang gadis berusia 16 tahun mencurahkan kekecewaannya karena sulit mendapatkan pekerjaan. Dalam unggahan yang viral, ia menyebut kondisi fisik pada bagian lehernya tidak menghalanginya untuk bekerja.
“Padahal aku cuman cac4t di bagian leher kok gays, gak akan mempengaruhi pekerjaanku,” tulisnya.
Remaja ini sudah memiliki pengalaman kerja selama satu tahun di kantin sekolah dan tiga bulan di warung sembako. Namun, pengalaman tersebut belum juga membuatnya mendapatkan kesempatan ketika melamar pekerjaan formal.
Ia ingin mendapat kesempatan untuk bekerja dan menunjukkan kemampuannya. Kondisi fisik yang berbeda, menurutnya, tidak mengurangi kemampuannya menjalankan pekerjaan.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kemampuan, kesungguhan, dan hasil kerja seharusnya menjadi pertimbangan dalam menerima pekerja. Penyandang disabilitas juga layak memperoleh kesempatan yang adil.
Kalau seseorang mampu mengerjakan tugasnya dengan baik, mengapa kondisi fisiknya harus menjadi penghalang?





