
“𝘯𝘰𝘵 𝘦𝘷𝘦𝘳𝘺 𝘴𝘮𝘪𝘭𝘦 𝘪𝘴 𝘧𝘰𝘳 𝘦𝘷𝘦𝘳𝘺𝘰𝘯𝘦.” Lavion A. Valethorne, #DSA - W4729 - Plv - 0 Exp.
Joined August 2025
- Tweets2.1K
- Following100
- Followers91
- Likes11
Lavion. retweeted
ㅤ
Alexthya menganggukkan kepalanya mendengar jawaban-jawaban yang muncul, "Banyak sudut pandang menarik ya." Ucapnya dengan senyuman.
"Kalau begitu, kelas selesai disini ya. Dan jangan lupa mengisi presensi."
End of Plot.
🦋 Presensi: tinyurl.com/PresensiDA
ㅤ
Lavion. retweeted
ㅤ
"Pertanyaan terakhir sekaligus penutup.
Menurut pendapat kalian, mengapa kalung tersebut bisa menimbulkan efek psikologis tersebut?" Ia mengedarkan pandangannya.
(OOC: seluruh pandangan yang menarik / masuk akal akan mendapatkan +5 point).
ㅤ
Lavion. retweeted
ㅤ
"Jika seseorang cukup malang dan memegang dengan tangan kosong, hal itu akan menyebabkan kematian seketika.
Untuk mencegah kutukan tersebut memengaruhi pemegangnya, sebaiknya menghindari kontak langsung bisa dengan kain atau sarung tangan— yang tebal." Ia melanjutkan.
ㅤ
Lavion. retweeted
ㅤ
Ia tersenyum, itulah alasan wanita itu mematikan lampu kelas sesaat— selain untuk mengejutkan anak didiknya.
"Semua yang melihat kalung ini akan merasakan salah satu dari dua hal ini;
Terpikat ingin menyentuhnya,
atau rasa ngeri yang menjalari hati kalian."
ㅤ
Lavion. retweeted
ㅤ
Ia menganggukkan kepalanya mendengarkan jawaban murid-muridnya.
"Selain atas kutukan yang dimiliki Kalung Opal, alasan lain kenapa kalung ini masuk menjadi Dark Item adalah karena reaksi yang ditimbulkan kalung ini kepada siapapun yang melihatnya— samar sekalipun."
ㅤ
Lavion. retweeted
ㅤ
Ia mengembalikan kalung itu ke dalam kotak agar fokus anak-anak tercurah padanya— tidak dicuri oleh kalung Opal.
"Apakah kalian tahu alasan kenapa kalung ini termasuk dalam kategori Dark Item?"
(Reply dengan format).
ㅤ
Lavion. retweeted
ㅤ
Dengan cahaya yang cukup, semua murid dapat menyaksikan kalung dengan pendaran hijau itu. Perasaan aneh kembali muncul, saat kalung terlihat lebih jelas.
"Kalung ini terkutuk. Tidak boleh disentuh." Ia menambahkan, "Katanya, sudah memakan 19 orang muggle sebagai korban."
ㅤ
Lavion. retweeted
ㅤ
"Eits, jangan sentuh." Ucapnya sambil meletakkan lapisan kaca disekitar kalung tersebut— saat cahaya bersinar terang.
"Saya pengampu dari kelas Dark Arts, Alexthya. Dan benda yang barusan memikat kalian ini adalah kalung Opal." Ucapnya dengan senyum tipis.
ㅤ
Lavion. retweeted
ㅤ
Lampu tiba-tiba menyala terang, cahaya tampak silau karena kontras yang cukup jauh antara kegelapan yang pekat sebelumnya dengan cahaya saat ini.
"Dor." Kekehnya pelan sebelum memberikan sapaan yang lebih formal, "Selamat malam anak-anak."
ㅤ
Lavion. retweeted
ㅤ
Kelas tampak gelap gulita sekarang, betul-betul gelap sampai kalian tidak dapat melihat apapun dalam kegelapan yang pekat tersebut.
Namun, perasaan aneh apa ini? Kalian merasakan dorongan untuk mendekat ke meja pengajar.
(OOC: Silahkan QRT kedalam plot).
ㅤ
Lavion. retweeted
ㅤ
Saat membuka pintu kelas Dark Arts, tidak seperti biasanya, area dalam kelas tampak gelap. Saat kalian memasuki kelas, pintu tertutup sehingga cahaya dari lorong tidak lagi masuk kedalam kelas.
ㅤ
Lavion. retweeted
⠀
Ia menghela nafas sejenak, "Terima kasih sudah berhadir hari ini. Saya meminta maaf apabila selama menjadi pengajar quidditch ada hal yang membuat kalian tidak berkenan. Sampai bertemu di lain kesempatan! ia pun melambaikan tangan kepada mereka.
⠀
Lavion. retweeted
⠀
"Mari diambil minumannya." ujarnya seraya memberikan satu kotak penuh berisi minuman. "Absennya juga jangan lupa diisi yaa."
nitter.gq/ProfsMedici/status/198…
⠀
⠀
KOLOM PRESENSI
Link: tiny.cc/ABSENQD
Reply:
ID - SS form
⠀
Lavion. retweeted
⠀
Bianca mengatur nafasnya, permainan tadi cukup menambah adrenalin. "Bagaimana permainan hari ini? Saya harap cukup menghibur sebagai kelas akhir sebelum ujian dan.. sebelum saya pamit" senyumnya.
⠀











