Fairuz, R. 🍉 retweeted
di thread ada yang nulis begini, "kamu bukan tidak peduli politik, melainkan kamu hanya merasa nyaman dengan KETIDAKADILAN, selama bukan kamu korbannya." 💥
jadi inget, ketidakadilan di suatu tempat sesungguhnya merupakan ancaman bagi terjadinya ketidakadilan di tempat lain.
Fairuz, R. 🍉 retweeted
Jujur, seminggu ini kepikiran dan benar-benar menghantui hidup. Resiko paling kecil adalah harga minyak naik dan berimbas ke seluruh aspek. Apa yang sudah sulit, akan jadi makin sulit. Resiko terbesar adalah kita bisa ikut terseret konflik lewat proxy US di SEA.
Masalah dalam Negeri sudah banyak, ada pula ancaman dari luar.
Orang-orang di sekitar kita ga aware dengan ini. Mereka ga paham kurs dollar, ga paham Brent, ga paham Hormuz, ga paham Multiplier Effect, ga paham Politik/Geopolitik. Mereka taunya hanya kalau sudah berusaha pasti ada rezekinya. Mereka taunya Presiden Indonesia Mantan Komandan Jenderal Kopassus, jadi kalau ada Perang pasti aman-aman aja.
Banyak banget yg mau saya tulis sampai bingung mau mulai dari mana...
La haula wala quwwata illa billah
Indikasi kuat lainnya. Perang US vs Iran ronde kedua.
Udahlah, guys, pantau aja nanti hari Selasa-Jumat.
Semoga Allah selamatkan kita semua.
Aku ga bisa memprediksi seperti apa jalan perangnya. Yang jelas, ini bakal ngerusak ekonomi global, energi global.
Semoga rakyat Iran selamat dan semua negara muslimin dan dunia ketiga selamat.
Fairuz, R. 🍉 retweeted
Kalo kata Ghassan Kanafani, "Mereka -penjajah- mencuri rotimu, lalu memberikanmu remah-remahnnya. Lalu mereka menuntutmu mengucapkan terima kasih."
Cuih!
Fairuz, R. 🍉 retweeted
Kita itu surplus awareness, defisit gerak. 1x posting di sosial media = oke gua udah cukup vokal dan cukup bergerak. Emang tai, tapi inilah konsekuensi gerakan berdasarakan rasa simpati & minim kesadaran dan kemampuan intelektual.
Ujungnya yang terjadi adalah Slacktivism.
Fairuz, R. 🍉 retweeted
these were her posts from 2022. scary how dirty money could change a whole person to be an evil.
Fairuz, R. 🍉 retweeted
“Nek onok wong seng nyakiti sampean terus keno musibah, jangan sampek sampean punya perasaan itu mergane kuwalat karo sampean, (ngunu kui iso nyebabne ujub).”
— KH. Sholahuddin Munshif
PP. Ali Ba'alawy Kencong Jember
Fairuz, R. 🍉 retweeted
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang adik sepupu kami Fatih Waluyo Wahid ( @firrywahid ) putra bp. Dr. Umar Wahid, pada usia 45 tahun di Jakarta pukul 9.05 pagi.
Mohon keikhlasan doa dari Bapak/Ibu sekalian. Aamin..
Fairuz, R. 🍉 retweeted
Masalah perizinan rumah tahfidz itu satu hal, we could talk about it later and should talk about it. Tapi akuntabilitas pihak yg menggrebek saudari-saudari muslimah kita itu lhoh, piye Gus? Kok iso awakmu malah geser gawang. How about addressing THE ELEPHANT IN THE ROOM?
“PRIVATE JET DINAS” ironi oh ironi @PNS_Ababil @BetaEpsilonPhi 😩
Fairuz, R. 🍉 retweeted
Berjuang dari dalam Private Jet?
Gimana rasanya duit pajak rakyat JELATA?
Gurih doooong !!!
Fairuz, R. 🍉 retweeted
Anjir, gara-gara Raffi Ahmad yang diduga ingin menyelamatkan citra rezim Wowo sekaligus mengalihkan perhatian publik dari aksi demonstrasi kemarin, tiba-tiba digelar acara RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo. Ironisnya, acara tersebut justru merugikan para pedagang lapak Sunmor Maguwo yang terpaksa terusir dari tempat biasa mereka berjualan. Salah satunya adalah lapak milik ibuku.
Hal paling "berbahaya" yang pernah dilakukan Munir barangkali bukan mengusut kejahatan HAM, tapi mengangkat isu kesejahteraan prajurit TNI.
Fairuz, R. 🍉 retweeted
Teriakan Steve Jobs di alam kubur makin keras sejak sudaryono menggunakan presentasi ala launching iPhone untuk MBG 2.0
Negara bangsat! Makin miris kasus begini kejadian di tengah negara menghamburkan duit TRILIUNAN buat makan gratis. Ya Allah yaa Rabb.. 😭😭😭
Bayi 14 bulan bernama Nakla Safira di Bulukumba, Sulsel, meninggal dunia diduga karena kelaparan.
Ia tak makan dan minum susu selama 10 hari akibat kemiskinan ekstrem keluarganya.
Ibunya meninggal saat Nakla berusia 1 bulan, ayahnya kerja di luar kota, dan ia diasuh nenek yang kesulitan ekonomi. Bayi tersebut sempat kejang, dirawat di ICU RS Bulukumba selama seminggu, namun nyawanya tak tertolong.
Setelah video nenek menangisi cucunya viral, relawan berdatangan, pemerintah daerah mengevakuasi Nakla ke RSUD, BPJS gratis mendadak aktif.
Ajaib bgt negara ini.




































