Looking back, ngerasa prosesku selama kuliah bener-bener buka mata. Here's a list and continuous thread of what I've learned.
ꦓꦿꦶꦤ꧀ꦢꦶꦁꦨꦱꦫ buryingthecastle retweeted
Sedih melihat pendidikan cuma jadi tangga menuju gaji besar. Apalagi ketika banyak orang bahkan sibuk memikirkan besok makan apa. Learning should be a joy, but capitalism makes us treat education as an investment to survive, not a chance to understand the world.
ꦓꦿꦶꦤ꧀ꦢꦶꦁꦨꦱꦫ buryingthecastle retweeted
Pak Prabowo silakan melapor ke SAFEnet sebagai korban pelanggaran privasi.
Pak Listyo juga bisa bikin aduan kalau merasa menjadi korban kriminalisasi pasal ilegal akses di UU ITE. 🙏🏼
Pak @prabowo silakan lapor kasus pelanggaran hak digital Anda ke SafeNet.
aduan.safenet.or.id/
ꦓꦿꦶꦤ꧀ꦢꦶꦁꦨꦱꦫ buryingthecastle retweeted
Dalam tradisi revolusioner dikenal “minimum program” & “maksimum program”.
Kini semua harus sefrekuensi dg maksimal, bahkan keliru/salah sekali bisa bikin standar maksimal ga terpenuhi, sehingga cancel.
Semua harus ideologis, ga punya horison aliansi strategis apalagi taktis.
ꦓꦿꦶꦤ꧀ꦢꦶꦁꦨꦱꦫ buryingthecastle retweeted
Selama gerakan perlawanan masih terperangkap logika panggung spektakel & belum terorganisir dlm jaringan kepercayaan yg padat, cancel culture akan jd satu2nya horizon pendisiplinan yg tersisa. Juga mekanisme yg akan terus2an melumpuhkan para "brokerage" perlawanan di garis depan.
Just immediately after I reached BEP lol
ꦓꦿꦶꦤ꧀ꦢꦶꦁꦨꦱꦫ buryingthecastle retweeted
Uskup, pastor, pendeta, nahdliyin, muhammadiyin, abangan, melayu, melanesia:
Salam 3 Jari
Its so dissapointing how Indonesians cant understand nuances. Most things and discourses are GREY and not black & white.
Yes Windah is a homophobe, yes we can give him credits and flowers of what he is doing, YES its also ok if people remind others of him being a homophobe—
Gerakan sosial itu gak akan ideal. Kalau nunggu ideal, ga gerak-gerak. Gak semuanya bakal conform ke standar Jakarta.
ꦓꦿꦶꦤ꧀ꦢꦶꦁꦨꦱꦫ buryingthecastle retweeted
Bilangin ke Nietzsche
Bentuk paling murni dari konsep 'Amor fati' adalah hidup sebagai WNI



























