IchwanMI (@IchwanMI) profile picture

Penutur Profesional

Joined March 2019
Photo by IchwanMI (@IchwanMI)Photo by IchwanMI (@IchwanMI)Photo by IchwanMI (@IchwanMI)Photo by IchwanMI (@IchwanMI)Photo by IchwanMI (@IchwanMI)Photo by IchwanMI (@IchwanMI)Photo by IchwanMI (@IchwanMI)
Replying to @IchwanMI
Film pendek ini berjudul "Sayembara Kebenaran dalam Bundaran yang Banal" yaa, judul yang agak panjang untuk film yang pendek. youtu.be/D8r9EdZPQa8
1
IchwanMI retweeted
Rakyat bawah terus diadu dalam konflik horizontal akibat kesalahpahaman dan ketimpangan sosial-ekonomi yang diabaikan. Jangan biarkan kita sibuk bertikai sementara akar masalahnya (kegagalan pemerataan oleh pemerintah) luput dari sorotan. Isu ini bisa terulang di mana pun, kapan pun.
12
2
14
4,897
I just published When I Saw You (2012) medium.com/p/when-i-saw-you-…
7
Kolonial kulit putih datang dengan konstruksi pikir, bahwa mereka lebih beradab dan paham peralatan pengetahuan ketimbang warga jajahannya. Mirisnya, Perang Kota berlatar upaya lepas dari penjajah yang sok paling paham itu. Betul2 Jalan Tak Ada Ujung.
Mending hapus tweet ini. Film lu rada oke jadi jangan self-sabotage dengan statement alay begini.
192
Aiman downfall
10
Replying to @alexandermatius
Di Indonesia pembuat film dan sesama pekerja film sangat berusaha mempengaruhi penonton. Misalnya kalo premier...sesama orang2 film pastilah puja puji setengah mati....Belum lagi postingan2 di sosmed. Suaranya seragam. Giliran ada review keras pada pada 'kebakaran'. Gak sehat.
1
3
799
Film adalah milik pembuatnya saat dibuat, dan milik publik saat ditonton. Penonton tidak punya akses penuh ke pikiran filmmaker & tidak harus juga. Jika hanya niat pembuat yg sah, film sebagai seni menjadi diskusi yg tidak relevan karena gagal sebagai tujuan yg buka ruang tafsir.
6
85
3
251
17,028
Some of the Heart-Breaking Moments captured on camera ~ A Thread 🧵 1. Coal mine collapse in China
792
4,679
275
47,878
26,864,590
Ya Allah keselnyaaa
1
54
Intigritasnya tak ada
45
Soal miss Indonesia dari Papua pegunungan, saya juga shock pertama kali, ngobrol dengan teman kristen yang menyamakan Israel yg tertulis di alkitab dan negara israel yg menjajah palestina hari ini.
1
96
Dan ternyata ini memang alasan banyak orang kristen memilih berada di sisi israel. Senator2 Amerika Serikat pun tidak luput dari (menurut saya) kekacauan berfikir ini.
1
31
Mengapa kacau? Israel yang berarti entitas suku besar yang memiliki peradaban panjang direduksi menjadi hanya sebuah negara bangsa. Rasis pula. Tanya saya pada umat kristen di sana, atau tanyakan pada mereka pendapatnya soal Yesus yang umat kristen percaya sebagai anak tuhan.
29
Demi nama baik bangsa, maka peristiwa kelam masa lalu harus dieliminir. Tuhaaaan, jujur aja susah, gimana mau besar.
33
Me"wahabi"kan para aktivis lingkungan yg getol teriak atas bisnis ekstraktif yg merusak ini agak lucu. Dugaan saya untuk meredam kaum nahdiyhin, karena Nahdiyhin memang sangat alergi dengan kata "wahabi" merujuk pada gerakan purifikasi dari saudi setelah ottoman runtuh.
1
63
HTI pun yg lahir dan agendanya berbeda dengan Wahabi kena stempel ini. Sekarang pertanyaannya, apa hubungan purifikasi agama dengan purifikasi lingkungan? Apa iya, analogi ini pantas? Atau dugaan saya yg valid.
1
44
Dugaan saya yang lain, para tokoh yang memakai selendang agama hari ini kurang main, sibuk dgn gelembungnya sendiri. Saya menjadi umat yg cemas.
32
Yes, i think we're need hooligan. Loyal, Militan, and Tactical.
Banner besar dari suporter PSS Sleman Disorot kamera dan terlihat jelas di TV.... 🤐 #BRILiga1
152
Believe system kebanyakan orang Indonesia emang masalah.
Funfact: Rata2 KOL (influencer) di Indonesia harganya termahal di Asia. Tau gak kenapa? Karena desentralisasi informasi. Kepercayaan kita sangat rendah terhadap otoritas media dan TV. Kita lebih percaya sama orang-orang biasa di sosmed. Ini hasil obrolanku sama klien Jepang:
59
Nanti gini ah
Simone dan Sartre punya kontrak hubungan 2 tahun sekali evaluasi. Iya, kayak evaluasi kerja. Mereka percaya bahwa cinta dan komitmen harus berdasarkan kebebasan, bukan paksaan sosial. Jadi tiap dua tahun mereka “rapat” buat nentuin masih lanjut atau ngga.
1
119
Funfact: Rata2 KOL (influencer) di Indonesia harganya termahal di Asia. Tau gak kenapa? Karena desentralisasi informasi. Kepercayaan kita sangat rendah terhadap otoritas media dan TV. Kita lebih percaya sama orang-orang biasa di sosmed. Ini hasil obrolanku sama klien Jepang:
220
3,350
1,189
15,141
4,268,553