
#REKAYASA_FIKSI the sweetest nightmare of yours, Viktoria Anastasia Whitmore. (GF3AU5040, Astronomy & History of Magic)
Larchivy.
Joined July 2026
- Tweets881
- Following274
- Followers219
- Likes36
Anastasia. retweeted
“It’s a wrap, then. Silakan mengisi lembar absensi (bit.ly/8A-Attendance) dan kalian boleh melanjutkan aktivitas kalian malam ini. See you next week, class. Terima kasih sudah hadir.”
Noah mengemasi perkamen yang ia bawa sebelum meninggalkan ruangan.
Anastasia. retweeted
“Dan materi selesai. ” Noah menuliskan sebuah instruksi di papan tulis.
“Sebelum saya bubarkan kelasnya, saya punya sedikit bonus. Tentu saja, khusus bagi kalian yang ingin mengerjakan.”
(s.id/021126-Assignment/)
Anastasia. retweeted
Noah menyandarkan tubuhnya di meja pengajar, “Terakhir, setelah terlepas dari inti komet, setiap partikel debu mengikuti lintasan orbitnya masing-masing berdasarkan pengaruh kedua gaya tersebut.”
Anastasia. retweeted
“Nice.” Noah mengangguk pelan. “Pertama, gaya gravitasi Matahari yang menarikpartikel besar ke arah Matahari. Kedua, tekanan radiasi Matahari yang mendorongpartikel kecil menjauhi Matahari.”
Noah mengintip catatan milik @reosza sebelum kembali mengubah informasi di papan.
Anastasia. retweeted
“Berbeda dengan ekor ion, ekor gas terbentuk dari partikel debu yang terlepas dari inti komet ketika es mengalami sublimasi.” jelas Noah.
“Partikel-partikel tersebut dipengaruhi oleh dua gaya utama, ada yang tahu apa saja?”
(Answer Q3 here: bit.ly/8A-QnA)
Anastasia. retweeted
Noah menjentik jari, dan seketika informasi pada papan tulis berganti.
“Gerakan komet terhadap angin matahari menciptakan gelombang kejut di bagian depan komet, sehingga ion yang terkumpul membuat garis-garis medan magnet mengelilingi komet dan membentuk ekor ion.”
Anastasia. retweeted
Replying to @StarlitKeeper
“Saya lanjutkan, ya. Boleh sembari minum atau makan.” Noah melangkah ke bagian depan kelas.
“Struktur ekor ion adalah hasil dari interaksi kompleks antara Matahari dan komet. Semua dimulai dari molekul yang terionisasi oleh radiasi ultraviolet.” Ia menunjuk informasi di papan.
Anastasia. retweeted
Replying to @ProfsDacre
“Yap, yap!” Oli mendorong troli hitamnya, berhenti di tiap meja agar setiap murid dapat mengambil makanan dan minumannya masing-masing.
“Menu hari ini aku yang pilih, lho! Semoga kakak-kakak suka, yaaa.”
Anastasia. retweeted
“Apakah sudah pusing atau mengantuk?” Noah mengakhiri pertanyaan dengan kekehan kecil.
“Jangan khawatir,” jemari menunjuk @StarlitKeeper di ujung ruangan. “Oli akan membagikan makanan dan minuman seperti biasa.”
Anastasia. retweeted
“For your information, ekor ion diketahui dapat memanjang hingga 3,8 satuan astronomi.”
Noah menuliskan informasi pada papan, “Mhm … kira-kira sekitar 570 miliar meter atau 350 juta mil.”
Anastasia. retweeted
“Yes, yes. Betul sekali.” Noah mengacungkan kedua ibu jarinya sebagai apresiasi.
“Tekanan radiasi Matahari dan angin Matahari memberikan gaya pada coma sehingga membentuk ekor komet yang sangat panjang dan mengarah menjauhi Matahari.”
Anastasia. retweeted
“Aliran debu dan gas yang dilepaskan akhirnya membentuk lapisan besar dan sangat tipis di sekitar komet.” Noah mengakhiri kalimatnya sejenak.
“Ada yang tahu disebut apa lapisan ini?”
(Answer Q1 here: bit.ly/8A-QnA)
Anastasia. retweeted
“Ketika pergerakan komet mulai merapat ke bagian dalam Tata Surya …” Noah menggantung kalimatnya selama beberapa sekon.
“... radiasi Matahari membuat material mudah menguap di dalam komet berubah menjadi gas, lalu mengalir keluar dari intinya.”
Anastasia. retweeted
“Lalu, bagaimana ekor komet terbentuk?”
Sebuah pertanyaan retorik muncul, disusul dengan ilustrasi pada papan. “Ketika masih berada di wilayah terluar Tata Surya, komet masih dalam keadaan beku dan hampir mustahil untuk dideteksi dari Bumi.”
Anastasia. retweeted
“Ketika materialnya terdorong oleh angin Matahari, biasanya ia akan membentuk dua ekor terpisah.” Sebuah potret muncul pada papan.
“Dua ekor inilah yang kita kenal sebagai ekor gas (dust tail) dan ekor ion (ion tail).” jelasnya.
Anastasia. retweeted
“Selamat malam, semuanya. Bagaimana kabar kalian hari ini?” Noah meletakkan sebundel perkamen materi di meja pengajar.
“Sebelum saya mulai, ada yang masih ingat apa spoiler dari saya tentang materi hari ini?”
(Answer Q1 here: bit.ly/8A-QnA)














