📚📖 🎓
Tiga bulan di SD GMIT Pukdale, Kupang, menjadi pengalaman berharga bagi Yunia Jumita Ningrum, alumni program Master Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia. Melalui Program Alumni Pejuang Digital PANA LPDP, Yunia mendampingi guru dan murid beradaptasi dengan pembelajaran berbasis teknologi, sekaligus membantu sekolah mengoptimalkan perangkat dan sumber belajar digital yang tersedia.
Perjalanan ini bukan tanpa tantangan. Koneksi internet yang terbatas, kemampuan digital yang beragam, hingga fasilitas yang belum merata menjadi bagian dari keseharian. Namun, di tengah keterbatasan itu, Yunia menemukan ketulusan guru-guru yang terus belajar, semangat anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, serta kehangatan dan toleransi masyarakat Pukdale yang menerimanya dengan terbuka.
Pengalaman ini mengingatkan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemauan untuk belajar, semangat untuk bertumbuh, dan kolaborasi semua pihak. Di mana pun sekolah berada, selalu ada guru yang ingin berkembang, anak-anak yang ingin belajar, dan masyarakat yang menyimpan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
#DiriuntukNegeri #BergerakBerdampak
🕌 📿 📚
Apa artinya menjadi berilmu, kalau ilmu itu tak pernah memberi manfaat bagi sesama? Apa artinya memegang teguh nilai, kalau kita menutup diri dari perubahan zaman?
Santri terkadang masih dipandang sebagai kelompok yang tradisional, kuno, atau kurang dekat dengan perkembangan zaman dan perspektif global. Padahal, menjadi santri bukan berarti berhenti belajar dari dunia yang terus berubah.
Justru, jalan untuk menjadi ulama membawa tanggung jawab yang besar. Ulama diharapkan mampu menjadi pelita moral bagi masyarakat, membimbing umat di tengah berbagai perubahan, sekaligus menghadirkan pandangan yang bijak dan berlandaskan ilmu dalam menjawab persoalan bangsa.
#BergerakBerdampak #HariSantri2026
Untuk menjalankan amanah itu, keteguhan dalam memegang nilai perlu berjalan beriringan dengan keluasan wawasan dan keterbukaan untuk terus belajar. Memperdalam ilmu dan mengenal perspektif global bukan berarti meninggalkan tradisi, melainkan memperkuat bekal untuk merawatnya agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman.✍️
Salah satu ikhtiar untuk menyiapkan generasi penerus ulama diwujudkan melalui Beasiswa Pendidikan Kader Ulama LPDP. Hingga saat ini, program ini telah menjangkau 607 penerima beasiswa yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan memperdalam keilmuan. 🎓
Sebuah ikhtiar untuk menyiapkan generasi ulama yang berwawasan luas, teguh dalam nilai, dan siap membawa manfaat bagi umat dan bangsa.
Sebab, masa depan bangsa tak hanya membutuhkan mereka yang cakap dalam ilmu, tetapi juga mereka yang teguh dalam nilai, bijak dalam bersikap, dan berani mengabdikan ilmunya bagi sesama.
Selamat Hari Santri Nasional 2026! 🇮🇩
Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.
#DiriuntukNegeri
Siapa bilang Gen Z nggak suka baca? 👀📚
Anggapan itu rasanya mulai terpatahkan ketika melihat riuhnya Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), 30 September–4 Oktober lalu. Ribuan pengunjung datang, menikmati buku, mengikuti diskusi, hingga menjelajahi berbagai kegiatan kreatif yang menghubungkan buku dengan dunia yang lebih luas.
Menurut Wedha Stratesti Yudha, Ketua Panitia IIBF 2026, Gen Z bukan berarti tidak suka membaca. Mereka hanya tumbuh di zaman yang berbeda, ketika informasi hadir dalam banyak bentuk dan layar menjadi bagian dari keseharian. Karena itu, tantangannya bukan sekadar mengajak anak muda membaca, tetapi juga menghadirkan pengalaman membaca yang dekat dengan dunia mereka.
Itulah yang coba dihadirkan IIBF tahun ini. Tak hanya pameran buku, ada Story Market yang mempertemukan cerita dengan industri film dan serial, Illustration Wall untuk para ilustrator, hingga Children’s Book Festival yang untuk pertama kalinya memberi ruang khusus bagi pembaca cilik. Ada pula Indonesia Rights Fair yang membuka peluang bagi karya-karya Indonesia untuk dikenal pembaca lintas negara.
IIBF adalah wujud nyata dari dukungan Dana Abadi Kebudayaan yang dikelola LPDP melalui program Dana Indonesiaraya. IKAPI selaku panitia IIBF menerima dukungan sebesar Rp4,7 miliar, termasuk untuk penyelenggaraan IIBF dan program pendanaan penerjemahan karya Indonesia.
Siapa nih yang kemarin ke IIBF juga? 🙋🏻
#DanaIndonesiaraya #IIBF2026 #DiriuntukNegeri #BergerakBerdampak
SELANGKAH LAGI MENUJU AWARDEE LPDP! 🚀
Selamat #LPDPrens! Perjuanganmu bertarung dengan soal dan waktu dalam Seleksi Bakat Skolastik akhirnya terjawab! Langsung cek akun pendaftaranmu sekarang juga yuk 👀
Bagi kalian yang dinyatakan lulus, selamat ya! Kembali matangkan persiapan karena tahap seleksi selanjutnya telah menantimu! Seleksi Substansi atau wawancara akan dilakukan dalam rentang 14 Oktober–20 November 2026. Jadwal lebih lengkap bisa kamu pantau terus di akun pendaftaran masing-masing, jadi jangan lupa rajin cek update, ya.
Untuk yang belum menemui takdir rezeki terbaiknya, tenang. Dalam waktu yang tidak lama lagi, program-program Co-Funding LPDP akan hadir kembali kok. Cek terus updatenya melalui media sosial dan website LPDP ya!
Tetap semangat berjuang! ✨
#DiriUntukNegeri #BeasiswaLPDP #BergerakBerdampak
Menjadi prajurit di era modern dibutuhkan asupan kecerdasan. 🪖🧠🎓📚
Tantangan pertahanan terus berubah, pengetahuan dan kemampuan untuk beradaptasi jelas menjadi bagian integral untuk turut ditaklukkan. Itulah mengapa pendidikan punya tempat penting dalam perjalanan insan TNI. 🎖️✎ᝰ.
#BeasiswaLPDP #BergerakBerdampak
Ilmu yang diperoleh bukan sekadar untuk diri sendiri, tetapi menjadi bekal untuk kembali mengabdi dan memperkuat Indonesia.
Dari ruang kelas hingga medan pengabdian, semoga setiap langkah belajar menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan TNI yang semakin profesional, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Jaya di darat, jaya di laut, jaya di udara. 🇮🇩
Selamat Hari TNI ke-81. TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.💪
#DiriuntukNegeri #UangKita
🦅🇲🇨
Sila demi sila terus dibunyikan dalam berbagai acara. Kata per kata, urutan demi urutan, hingga penggalan napasnya kita hafal di luar kepala. Namun, sudahkah Pancasila terasa dalam laku kita sehari-hari?
Masihkah kita memilih untuk jujur ketika tidak ada yang melihat? Maukah kita tetap menghargai ketika tidak sepakat? Berkenankah kita mendengar ketika perbedaan terasa sulit? Dan bersediakah kita berbagi ketika kita memiliki lebih?
#BergerakBerdampak #HariKesaktianPancasila
Apa gunanya nilai yang kita hafal, kalau tidak ikut menentukan cara kita bersikap? Apa artinya keberagaman, kalau perbedaan selalu membuat kita menjauh? Dan apa arti ilmu yang kita miliki, kalau manfaatnya berhenti pada diri sendiri?
Satu episode kelam pernah dilalui bangsa ini. Kini, peristiwa tersebut menjadi bagian dari memori kolektif bangsa. Sebuah pengingat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang belajar dari sejarah dan menjaga arah perjuangannya. Di tengah berbagai tantangan zaman, Pancasila tetap menjadi pijakan bersama yang menjaga arah perjalanan bangsa
Selamat Hari Kesaktian Pancasila.🇮🇩
Mari terus menghidupkan Pancasila melalui langkah-langkah kecil yang kita pilih setiap hari.
#DiriuntukNegeri #MenenunMimpi
💐🫶🏻
Hampir tujuh tahun berlalu tentu bukan waktu yang singkat. Sejak Oktober 2019, Bapak Muhammad Oriza telah menjadi bagian penting dari perjalanan LPDP, khususnya dalam menguatkan dan mentransformasi pengelolaan investasi.
Selama penugasan inilah berbagai proses bisnis terus berkembang positif. Ada ketekunan, kedisiplinan, dan komitmen untuk memastikan setiap amanah #UangKita dikelola dengan sebaik-baiknya.
Kepercayaan yang tumbuh dari berbagai mitra, hingga lembaga filantropi yang menitipkan dananya untuk mendukung pendidikan dan riset di Indonesia, menjadi salah satu jejak dari perjalanan tersebut.
Estafet kepemimpinan itu berlanjut ~
#BergerakBerdampak #BeasiswaLPDP #RisetLPDP #KebudayaanLPDP
🤖 Made with AI
Terima kasih, Pak Oriza, atas waktu, tenaga, dan dedikasi yang telah diberikan untuk LPDP. Semoga setiap karya dan jejak pengabdian selama ini menjadi bagian dari manfaat yang terus tumbuh dan dirasakan banyak anak bangsa berkat pengelolaan Dana Abadi di Bidang Pendidikan yang prudent.👋
Selamat datang, Pak Wawan. Semoga amanah baru ini menjadi awal dari banyak langkah baik untuk terus menjaga kepercayaan, mengembangkan dana abadi, dan memperluas manfaatnya bagi Indonesia.🤝🎉
Mari terus selaras bergerak, meluas berdampak.
Setiap amanah yang kita jaga hari ini, adalah investasi untuk masa depan negeri. 🇮🇩
#DiriuntukNegeri #UangKita
🤖 Made with AI
✨📚 Di tempat yang listriknya bahkan bisa padam berminggu-minggu, semangat belajar anak-anak justru menyala begitu terang.
Perjalanan menuju Wambi mungkin panjang, aksesnya mungkin tidak mudah, teknologi pun belum menjadi bagian dari keseharian di ruang kelas. Namun, semua jarak itu seolah menjadi tidak berarti ketika melihat anak-anak yang tetap datang ke sekolah dengan satu hal yang tidak pernah kurang, yakni keinginan untuk belajar.
Di sanalah Amirullah, Alumni LPDP Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia, menemukan arti lain dari pengabdian. Bukan tentang seberapa jauh seseorang harus pergi untuk berbagi ilmu, melainkan tentang seberapa jauh kesempatan pendidikan bisa dibawa agar semakin banyak anak dapat merasakannya.
Layar interaktif mungkin hanya benda di dalam kelas, tetapi ketika seorang anak untuk pertama kalinya melihat cara belajar yang berbeda, berani mencoba, bertanya, dan membayangkan dunia yang lebih luas, yang hadir sesungguhnya bukan sekadar teknologi. Ada kemungkinan-kemungkinan baru. Ada keberanian untuk bermimpi.
Dan mungkin, suatu hari nanti, ada anak dari Wambi yang memilih menempuh perjalanan panjangnya sendiri, bukan untuk meninggalkan tanah kelahirannya, tetapi untuk kembali membawa sesuatu yang lebih besar bagi tanah yang membesarkannya.
Pendidikan memang seharusnya tidak mengenal batas sejauh apa sebuah sekolah berada. Setiap anak, di mana pun ia tumbuh, berhak memiliki kesempatan untuk melihat masa depan yang lebih luas. 🌱🌏✨
#BeasiswaLPDP #BergerakBerdampak #DiriuntukNegeri
🔬📚 Riset Indonesia tumbuh ketika semakin banyak pihak ikut mengambil bagian. 📊💰
Kini giliran Nahdlatul Ulama melalui LPT-PBNU yang menunjukkan gerak nyatanya. Bertempat di Yogyakarta pada 8 September 2026 kemarin, LPDP bersama LPT-PBNU berhasil menyepakati pendanaan riset bersama.
Kolaborasi ini merupakan langkah strategis yang dapat ditempuh oleh LPDP dalam usaha meningkatkan keterlibatan aktor non-pemerintah dalam hal ini organisasi masyarakat sipil seperti NU untuk perbaikan dan dukungan yang lebih besar pada ekosistem riset dan inovasi bangsa.
#RisetLPDP #BergerakBerdampak
LPDP berkontribusi sebanyak Rp5 miliar, sedangkan LPT-PBNU berkontribusi Rp2,5 miliar sehingga terkumpul total Rp7,5 miliar yang siap disalurkan untuk mendukung riset-riset pada 8 bidang prioritas yang ditetapkan meliputi Maritime Adaptation,
Resilience, Innovation, and Sustainability; Social Harmony; Digital Innovation and Creative Enterprise; Agroindustry Growth, Research, and Optimization; Green Resilient Infrastructure Development; Health Equity and Applied Life Sciences; Eastern Archipelago Studies and Transformation; serta Religious Ethics atau topik syariah.
Meski diinisiasi bersama NU, kolaborasi ini tetap terbuka lebih luas. Perguruan tinggi di luar ekosistem NU juga dapat terlibat melalui kolaborasi lintas kampus. Dengan jejaring 43 Perguruan Tinggi NU, ribuan pesantren, serta ratusan institusi yang terafiliasi secara kultural, ekosistem ini diharapkan dapat membuka ruang tumbuhnya solusi-solusi inovatif yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi ini menambah daftar organisasi masyarakat dan filantropi yang mempercayakan dananya untuk pengembangan riset bangsa, sebelumnya LPDP telah menjalin kerja sama serupa dengan Gates Foundation, Yayasan Pendidikan Kader Bangsa, hingga Muhammadiyah.
Waah, keren kan LPDPrens? Semoga inisiasi ini menjadi langkah baik dalam ekosistem riset kita yang lebih berdampak dan berkelanjutan.🤩
#DiriuntukNegeri #UangKita






























