β β β Bukan hanya segelas kopi di tangan yang panas, sorot sinar mentari pukul dua belas siang pun begitu.
β β β Lusi, gadis berpipi tembam dengan tas ransel merah di gendongan, berjalan terburu-buru di tepi jalan; di atas trotoar. Ia menunduk berusaha menyembunyikan wajah dari
berikutnya ia melanjutkan perjalanan menuju tempat les sambil meneguk kopi pemberian Theo.
β β β Lusi memutuskan untuk tidak memotret segelas kopi tersebut apalagi mengunggahnya ke sosial media. Bagaimana kalau tanpa segaja Theo menemukan akun sosial medianya dan menyebarkan
informasi seputar kejadian ini ke publik? Bisa hancur citra baiknya, 'kan?
β β β Ah, citra baik? Lusi memang pada dasarnya baik hati, kok!
π£²β RAMPUNG.xn--6ii/ .α
RIE. KOCAK BANGET GA KUAT NGAKAOWKDOSKS
Replying to @terlempai
palsu lalu lekas kembali ke kantor dengan alasan mengejar lift terakhir menuju lantai tempatnya bekerja.
Sungguh, semakin lama Kalingga berada di sini, semakin menipis pula stok kesabaran yang berada di dalam dirinya.
βSaya Theo.β
Replying to @MUDBL00M @oddtenses
bagian dari OSIS. Bukan, Lusi bukannya suka meninggalkan jam pelajaran! Ia hanya suka mengamati bangunan sekolah orang lain, melihat bagaimana sistem dan aturan berlaku di tempat mereka menimba ilmu, dan ... berkenalan dengan orang baru, pastinya.
β β β Orang baru yang mungkin
kamu punya tips untuk Lulu meyakinkan teman-teman perempuan mendaftar lomba basket? Hadiahnya atau ... apa gitu? Kamu kelihatannya pintar merayuβmerayu orang lain buat daftar lomba, maksud Lulu!"
β β β Tepat setelah melempar pertanyaan, Lusi merasakan dorongan pelan dari arah
belakang. Meski sebenarnya ia hanya limbung sedikit ke depan, tapi Lusiβsungguh, tanpa maksud buruk, menurutnyaβmembawa tubuhnya terhuyung lebih jauh ke depan. Sehingga membuat jarak antara dirinya dan @oddtenses menjadi lebih dekat dari sebelumnya.
β β β "So-sorry!"
RIE. BELUM MULAI UDAH KESAL
Youβre unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
terjadi ... pasti anggapan ia adalah anak manis yang pemalu hilang, 'kan? Iya, 'kan?
β β β Lusi hela napas pelan. Sangat amat pelan. Lalu tersenyumβyang menurut Lusi sendiriβbak malaikat. "Yaudah kalau gitu, Pak. Sepakat!"
β β β "Lulu akan tabung ini. Terima kasih, ya, Pakβoh,
siapa nama Bapak? Jawab dulu baru boleh pergi!"
β β β Disimpannya kembali lembaran uang kertas ke dalam saku seragam tanpa melepas pandang dari wajah @terlempai. Santai sekali ia menanyakan nama, seakan mengabaikan fakta sisa jam istirahat lawan bicaranya semakin menipis.
RIE. NGAKAK πππ
Replying to @MUDBL00M
HAAH.
SEHARUSNYA, KALINGGA TINGGAL SAJA gadis yang ternyata namanya betulan (betulan? Iya, betulan sepertinya) Lulu ini tanpa bertukar cakap lebih jauh. Ia hanya berusaha sebisa mungkin untuk tetap tenang walaupun kenyataannya sangat berbanding terbalik 180 derajat.
β£ β£ β£β£ππ’ππ’! β‘ retweeted
Replying to @MUDBL00M
HAAH.
SEHARUSNYA, KALINGGA TINGGAL SAJA gadis yang ternyata namanya betulan (betulan? Iya, betulan sepertinya) Lulu ini tanpa bertukar cakap lebih jauh. Ia hanya berusaha sebisa mungkin untuk tetap tenang walaupun kenyataannya sangat berbanding terbalik 180 derajat.
di posisi semula, meskipun sapu tangan yang sengaja tidak ia gunakan itu telah kembali ke pemiliknya. Jangan salah paham, ya! Lusi tidak menggunakan sapu tangan itu karena ia tidak enak hati. Bagaimanapun, ia telah merepotkan si pria asing, dan lebih-lebih lagi berbohong padanya.
β β β "Hanya ini yang bisa Lulu berikan." Lusi mendorong tangannya lebih dekat pada tubuh @terlempai. "Please? Terima, ya, Paaaaak?"
β β β Cemberut.




