Museum Multatuli retweeted
Selamat menyimak, jika ada sempat dan berkenan! Salaman jauhan. Cc @historia_id
youtu.be/vNylOakUtM8?si=bVNW…
Museum Multatuli retweeted
Berhaji di Masa Kolonial. Jika berkenan menyimak obrolan saya dengan Dr. Johan Wahyudi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, terima kasih. Silakan. Salam @historia_id
youtu.be/hQDRiyAs49g?si=HfwM…
Museum Multatuli retweeted
Bergabunglah dalam kuliah umum bersama 𝗩𝗶𝗷𝗮𝘆 𝗣𝗿𝗮𝘀𝗵𝗮𝗱, sejarawan dan intelektual publik yang konsisten menyuarakan solidaritas Global South di tengah krisis dunia hari ini.
Kuliah umum ini akan berlangsung di dua kota.
Simak utas 👇 (1/4)
Museum Multatuli retweeted
Di tangan Ubaidilah Muchtar, Max Havelaar atau Lelang Kopi Dagang Belanda, novel yang telah melintasi zaman lebih dari satu abad, dihidupkan lewat kelompok baca di pelosok kampung di Lebak, Banten, lebih dari 15 tahun silam. Hingga kini, novel yang mendobrak kolonialisme itu terus dihidupkan di Rangkasbitung, jantung kota Lebak.
Tak sulit menemukan Ubaidilah. Sehari-hari, peraih penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional pada 2014 lalu atas perannya membangun budaya gemar membaca itu berkantor di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Lebak, Banten. Sudah hampir 7 tahun, Ubaidilah yang pada mulanya meniti karier sebagai guru di Kampung Ciseel, Desa Sobang, Kecamatan Sobang, Lebak, ini menjabat Kepala Museum Multatuli.
Selepas jam istirahat, dengan berseragam pegawai negeri sipil warna khaki, Ubaidilah menyempatkan diri melayani pengunjung museum pada Selasa (3/2/2026) siang lalu. ”Masuknya (museum) Rp 2.000. Bisa (bayar) pakai QRIS (pembayaran dengan pemindaian kode batang),” ucapnya dengan ramah kepada pengunjung museum.
Selain sibuk mengelola museum, di hari itu Ubaidilah juga menyiapkan rencana kegiatan membaca buku bersama kelompok Baca di Rangkas untuk keesokan harinya, Rabu. Ajakan koleganya, sesama pegiat literasi dan sejarah, untuk bincang-bincang di program siniar di Jakarta pada hari Rabu pun ia tolak.
Menekuni ”Max Havelaar”
Sosok 16 Februari 2026
Ditulis oleh Madina Nusrat @madina_nusrat
komp.as/4kHcMS2
#HarianKompas #Kompasid #SosokKompas #MaxHavelaar
Museum Multatuli retweeted
Kompas edisi akhir pekan memuat kisah @MultatuliMuseum di Rangkasbitung, Lebak. 💪
Museum Multatuli retweeted
Guys, Valentine kali ini, jatuh cintalah pada cerita sejarah yang pernah disenyapkan dan pulang dengan perspektif baru. Karena, 14 Februari 2026, di tengah long weekend, Historia.id mengajak kamu baca bareng & diskusi kolonialisme di tempat yang jadi saksi lahirnya suara perlawanan:
📍 Museum Multatuli, Rangkasbitung @MultatuliMuseum
Kita akan diskusi bareng tentang:
📖 kolonialisme dan dampaknya,
✒️ Multatuli dan kegelisahannya,
🏛️ menyusuri Museum Multatuli,
🚶♀️ dan spesial: heritage tour ke bangunan serta titik-titik bersejarah di Rangkasbitung.
Kamu bakalan dapat:
– Majalah Historia
– Makan siang
– Diskusi & baca bareng
– Games seru + hadiah
– Tour museum
– Tour lokasi bersejarah Rangkasbitung
HTM: Rp175.000
Daftar lewat link ini: forms.gle/Pa893uskEAkCeLKS8
Ayo ikutan kalau kamu berani jatuh cinta dengan sejarah yang tak pernah manis!
#bacabarenghistoriaid #BacaBareng #multatuli #kolonialisme #rangkasbitung
Museum Multatuli retweeted
24 Januari 2023 Aming Prayitno meninggal dunia. Dia merancang logo Korpri yang menjadi motif batik seragam PNS. Namun, dia tak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya maupun hak kekayaan intelektual atas desainnya.
historia.id/article/aming-ya…
Museum Multatuli retweeted
Senang rasanya lihat @MultatuliMuseum jadi pusat kegiatan literasi anak muda. Semangat terus @ubaimuchtar...
Museum Multatuli retweeted
Baca di Rangkas masuk di HU Banten Pos edisi Jumat, 9 Januari 2026.
#bacadirangkas
Museum Multatuli retweeted
Obrolan saya di #Dialogsejarah di @historia_id bersama Kang @ImanZanatul. Menyoal problematika yang dihadapi guru hari ini. Juga masa lalu, tentu!
Selamat menyimak, jika berkenan! Salaman jauhan. Selamat Hari Guru.
youtu.be/J4L1GbcJP7o?si=2qTF…
Museum Multatuli retweeted
Kelas jurnalisme di @MuseumMultatuli Rangkasbitung mulai hari ini, lima kali pertemuan, 14 peserta datang dari Bogor, Depok, Jakarta, Maja, dan Serang, sudah ada pekerjaan rumah, teknik wawancara andreasharsono.net/2025/10/b…
Museum Multatuli retweeted
Kuliah umum "Sukarno and the Making of the New World" bersama sejarawan @Davidvanrey
Rabu, 22 Oktober 2025 Pukul 19.00 WIB di Teater Besar Taman Ismail Marzuki
Pendaftaran ditutup 19 Oktober 2025 pukul 23.59 WIB. Gratis!
Daftar di sini docs.google.com/forms/d/e/1F…
Museum Multatuli retweeted
Sdh bc buku apa hr ini? 📖
Stp Rabu sore, kami berkmpl di @MultatuliMuseum utk mbca satu buku brsm.
Bisa dibilang, ini smcm perayaan kecil utk jiwa & pikiran. ✨
Tertarik ikut? Tinggal dtg sj! Temui kami stp Rabu sore di Museum Multatuli, rskn serunya mbc brsm.
#bacadirangkas
Museum Multatuli retweeted
Pertemuan singkat nan berkesan ini melekat dalam memori bahagia kami selama merayakan setahun #BacadiRangkas di #TamanBacaMultatuli, Ciseel 📚
Sampai jumpa dipertemukan berikutnya ✨
Museum Multatuli retweeted
Mari datang ke pertemuan ke-52 #BacadiRangkas
Kita membaca Max Havelaar Bab 5. Cerita memasuki babak perjalanan Eduard Douwes Dekker atau Multatuli ke Rangkasbitung sebagai Asisten Residen.
Ditunggu di @MultatuliMuseum man teman. Semua diundang, semua boleh datang. Sampai jumpa
Museum Multatuli retweeted
Sejarahwan dan politikus @bonnietriyana mengundang saya ikut Festival Multatuli di Rangkasbitung, kota kelahirannya. Ramai acara sampai satu kota berdenyut, ekonomi terpengaruh, dari makanan sampai penginapan festivalsenimultatuli.id/
Museum Multatuli retweeted
#BacadiRangkas sdh 11 bulan ✨ Apa yg terekam kamera hanya sekilas dr perjalanan komunitas ini.
Terima kasih teman-teman krn sudah meluangkan waktu setiap Rabu sore. Kita jumpa lg Minggu dpn pd pertemuan ke-48 Baca di Rangkas 🫶🏻
#ArusBalik
#PramoedyaAnantaToer
#seabadpram
Museum Multatuli retweeted
Keseruan perjalanan kami ke Ciseel, Desa Sobang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak. Kami mengunjungi Taman Baca Multatuli, dalam rangka peringatan satu tahun Baca di Rangkasbitung.
Pantengin terus keseruan perjalanan kami selama di Ciseel 💫💫
#bacadirangkas
Museum Multatuli retweeted
Antara Ciseel-Cigaclung
Suasana pagi dengan suara merdu dari alam. Udara segar berpadu cahaya matahari yang menghangatkan. Sehangat keramahan warga sekitar. Mengenang perjalanan Kang @ubaimuchtar 2009-2017 di Kampung ini.
#bacadirangkas
#tamanbacamultatuli





















