Rocky_Ackerman (@NESVERLAND) header
Rocky_Ackerman (@NESVERLAND) profile picture

random tweet about anything - DM for collaboration/medpart

Los Angeles, CA
Joined March 2014
Photo by Rocky_Ackerman (@NESVERLAND)Photo by Rocky_Ackerman (@NESVERLAND)Photo by Rocky_Ackerman (@NESVERLAND)Photo by Rocky_Ackerman (@NESVERLAND)Photo by Rocky_Ackerman (@NESVERLAND)Photo by Rocky_Ackerman (@NESVERLAND)Photo by Rocky_Ackerman (@NESVERLAND)
Rocky_Ackerman retweeted
SATISFYING
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
2
8
12
11,423
Rocky_Ackerman retweeted
Just feeling something satisfying in this
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
1
8
9
65
Rocky_Ackerman retweeted
So much waste just for perfection looks
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
1
7
15
45,210
Rocky_Ackerman retweeted
それはとても満足感があり、また見たくなる。
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
1
5
6
236
Каждый мазок льется искусством
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
1
5
6
64
Rocky_Ackerman retweeted
यह हमेशा 6 ही क्यों होता है?
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
3
6
7
287
Rocky_Ackerman retweeted
Akıllı yaşam tüyosu
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
3
6
11
362
Rocky_Ackerman retweeted
Making heart shape cookie easier with this cookie hack
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
1
8
12
515
Rocky_Ackerman retweeted
一度にこれだけのiPhoneを手に入れられたら、本当に嬉しいな
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
3
6
9
275
Rocky_Ackerman retweeted
Turning old honeycomb to be glorious masterpiece
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
3
9
12
662
Rocky_Ackerman retweeted
Ada fase di hidup ketika kita lelah menjelaskan, lelah bercerita, dan lelah berpura-pura baik-baik saja. Di titik itu, yang kita butuhkan bukan nasihat atau keramaian, tapi ruang untuk diam. Kadang, healing yang paling jujur itu nggak seindah yang dibayangkan. Bukan liburan, bukan nongkrong, bukan foto estetik yang diunggah ke media sosial. Justru sesederhana menghilang sebentar dari semuanya. Berhenti membalas pesan yang menguras tenaga, berhenti ikut percakapan yang bikin hati makin berat, dan berhenti merasa harus selalu hadir untuk semua orang. Dalam diam itu, pelan-pelan kita mulai mendengar suara diri sendiri. Kita jadi tahu apa yang sebenarnya melukai, apa yang selama ini dipendam, dan apa yang perlu dilepas. Kita belajar berdamai, bukan dengan melupakan semuanya, tapi dengan menerima bahwa beberapa hal memang sudah terjadi dan nggak bisa diubah. Lalu ada ibadah, tempat kita menaruh semua beban yang sudah nggak sanggup dibawa sendiri. Bicara dan mengadu pada Tuhan sering kali memberi tenang yang nggak bisa diberikan manusia mana pun. Dan tidur, hal yang kelihatannya sepele, ternyata bisa jadi obat yang bikin hati dan pikiran punya kesempatan untuk pulih. Jadi kalau sekarang kamu memilih diam dan menjauh sejenak, itu bukan berarti kamu lari dari masalah. Kamu sedang menyembuhkan diri dengan caramu sendiri. Pelan-pelan saja, nggak perlu buru-buru, karena luka yang diberi waktu dan ruang akan sembuh pada waktunya.
3
8
10
372
Ada fase di hidup ketika kita lelah menjelaskan, lelah bercerita, dan lelah berpura-pura baik-baik saja. Di titik itu, yang kita butuhkan bukan nasihat atau keramaian, tapi ruang untuk diam. Kadang, healing yang paling jujur itu nggak seindah yang dibayangkan. Bukan liburan, bukan nongkrong, bukan foto estetik yang diunggah ke media sosial. Justru sesederhana menghilang sebentar dari semuanya. Berhenti membalas pesan yang menguras tenaga, berhenti ikut percakapan yang bikin hati makin berat, dan berhenti merasa harus selalu hadir untuk semua orang. Dalam diam itu, pelan-pelan kita mulai mendengar suara diri sendiri. Kita jadi tahu apa yang sebenarnya melukai, apa yang selama ini dipendam, dan apa yang perlu dilepas. Kita belajar berdamai, bukan dengan melupakan semuanya, tapi dengan menerima bahwa beberapa hal memang sudah terjadi dan nggak bisa diubah. Lalu ada ibadah, tempat kita menaruh semua beban yang sudah nggak sanggup dibawa sendiri. Bicara dan mengadu pada Tuhan sering kali memberi tenang yang nggak bisa diberikan manusia mana pun. Dan tidur, hal yang kelihatannya sepele, ternyata bisa jadi obat yang bikin hati dan pikiran punya kesempatan untuk pulih. Jadi kalau sekarang kamu memilih diam dan menjauh sejenak, itu bukan berarti kamu lari dari masalah. Kamu sedang menyembuhkan diri dengan caramu sendiri. Pelan-pelan saja, nggak perlu buru-buru, karena luka yang diberi waktu dan ruang akan sembuh pada waktunya.
1
6
7
168
Ada fase di hidup ketika kita lelah menjelaskan, lelah bercerita, dan lelah berpura-pura baik-baik saja. Di titik itu, yang kita butuhkan bukan nasihat atau keramaian, tapi ruang untuk diam. Kadang, healing yang paling jujur itu nggak seindah yang dibayangkan. Bukan liburan, bukan nongkrong, bukan foto estetik yang diunggah ke media sosial. Justru sesederhana menghilang sebentar dari semuanya. Berhenti membalas pesan yang menguras tenaga, berhenti ikut percakapan yang bikin hati makin berat, dan berhenti merasa harus selalu hadir untuk semua orang. Dalam diam itu, pelan-pelan kita mulai mendengar suara diri sendiri. Kita jadi tahu apa yang sebenarnya melukai, apa yang selama ini dipendam, dan apa yang perlu dilepas. Kita belajar berdamai, bukan dengan melupakan semuanya, tapi dengan menerima bahwa beberapa hal memang sudah terjadi dan nggak bisa diubah. Lalu ada ibadah, tempat kita menaruh semua beban yang sudah nggak sanggup dibawa sendiri. Bicara dan mengadu pada Tuhan sering kali memberi tenang yang nggak bisa diberikan manusia mana pun. Dan tidur, hal yang kelihatannya sepele, ternyata bisa jadi obat yang bikin hati dan pikiran punya kesempatan untuk pulih. Jadi kalau sekarang kamu memilih diam dan menjauh sejenak, itu bukan berarti kamu lari dari masalah. Kamu sedang menyembuhkan diri dengan caramu sendiri. Pelan-pelan saja, nggak perlu buru-buru, karena luka yang diberi waktu dan ruang akan sembuh pada waktunya.
6
7
114
Ada fase di hidup ketika kita lelah menjelaskan, lelah bercerita, dan lelah berpura-pura baik-baik saja. Di titik itu, yang kita butuhkan bukan nasihat atau keramaian, tapi ruang untuk diam. Kadang, healing yang paling jujur itu nggak seindah yang dibayangkan. Bukan liburan, bukan nongkrong, bukan foto estetik yang diunggah ke media sosial. Justru sesederhana menghilang sebentar dari semuanya. Berhenti membalas pesan yang menguras tenaga, berhenti ikut percakapan yang bikin hati makin berat, dan berhenti merasa harus selalu hadir untuk semua orang. Dalam diam itu, pelan-pelan kita mulai mendengar suara diri sendiri. Kita jadi tahu apa yang sebenarnya melukai, apa yang selama ini dipendam, dan apa yang perlu dilepas. Kita belajar berdamai, bukan dengan melupakan semuanya, tapi dengan menerima bahwa beberapa hal memang sudah terjadi dan nggak bisa diubah. Lalu ada ibadah, tempat kita menaruh semua beban yang sudah nggak sanggup dibawa sendiri. Bicara dan mengadu pada Tuhan sering kali memberi tenang yang nggak bisa diberikan manusia mana pun. Dan tidur, hal yang kelihatannya sepele, ternyata bisa jadi obat yang bikin hati dan pikiran punya kesempatan untuk pulih. Jadi kalau sekarang kamu memilih diam dan menjauh sejenak, itu bukan berarti kamu lari dari masalah. Kamu sedang menyembuhkan diri dengan caramu sendiri. Pelan-pelan saja, nggak perlu buru-buru, karena luka yang diberi waktu dan ruang akan sembuh pada waktunya.
6
8
173
Rocky_Ackerman retweeted
So can these towers survive the ultimate shake test?
Ada fase di hidup ketika kita lelah menjelaskan, lelah bercerita, dan lelah berpura-pura baik-baik saja. Di titik itu, yang kita butuhkan bukan nasihat atau keramaian, tapi ruang untuk diam. Kadang, healing yang paling jujur itu nggak seindah yang dibayangkan. Bukan liburan, bukan nongkrong, bukan foto estetik yang diunggah ke media sosial. Justru sesederhana menghilang sebentar dari semuanya. Berhenti membalas pesan yang menguras tenaga, berhenti ikut percakapan yang bikin hati makin berat, dan berhenti merasa harus selalu hadir untuk semua orang. Dalam diam itu, pelan-pelan kita mulai mendengar suara diri sendiri. Kita jadi tahu apa yang sebenarnya melukai, apa yang selama ini dipendam, dan apa yang perlu dilepas. Kita belajar berdamai, bukan dengan melupakan semuanya, tapi dengan menerima bahwa beberapa hal memang sudah terjadi dan nggak bisa diubah. Lalu ada ibadah, tempat kita menaruh semua beban yang sudah nggak sanggup dibawa sendiri. Bicara dan mengadu pada Tuhan sering kali memberi tenang yang nggak bisa diberikan manusia mana pun. Dan tidur, hal yang kelihatannya sepele, ternyata bisa jadi obat yang bikin hati dan pikiran punya kesempatan untuk pulih. Jadi kalau sekarang kamu memilih diam dan menjauh sejenak, itu bukan berarti kamu lari dari masalah. Kamu sedang menyembuhkan diri dengan caramu sendiri. Pelan-pelan saja, nggak perlu buru-buru, karena luka yang diberi waktu dan ruang akan sembuh pada waktunya.
7
10
412
Rocky_Ackerman retweeted
यह कितनी दूर तक उड़ सकता है?
Ada fase di hidup ketika kita lelah menjelaskan, lelah bercerita, dan lelah berpura-pura baik-baik saja. Di titik itu, yang kita butuhkan bukan nasihat atau keramaian, tapi ruang untuk diam. Kadang, healing yang paling jujur itu nggak seindah yang dibayangkan. Bukan liburan, bukan nongkrong, bukan foto estetik yang diunggah ke media sosial. Justru sesederhana menghilang sebentar dari semuanya. Berhenti membalas pesan yang menguras tenaga, berhenti ikut percakapan yang bikin hati makin berat, dan berhenti merasa harus selalu hadir untuk semua orang. Dalam diam itu, pelan-pelan kita mulai mendengar suara diri sendiri. Kita jadi tahu apa yang sebenarnya melukai, apa yang selama ini dipendam, dan apa yang perlu dilepas. Kita belajar berdamai, bukan dengan melupakan semuanya, tapi dengan menerima bahwa beberapa hal memang sudah terjadi dan nggak bisa diubah. Lalu ada ibadah, tempat kita menaruh semua beban yang sudah nggak sanggup dibawa sendiri. Bicara dan mengadu pada Tuhan sering kali memberi tenang yang nggak bisa diberikan manusia mana pun. Dan tidur, hal yang kelihatannya sepele, ternyata bisa jadi obat yang bikin hati dan pikiran punya kesempatan untuk pulih. Jadi kalau sekarang kamu memilih diam dan menjauh sejenak, itu bukan berarti kamu lari dari masalah. Kamu sedang menyembuhkan diri dengan caramu sendiri. Pelan-pelan saja, nggak perlu buru-buru, karena luka yang diberi waktu dan ruang akan sembuh pada waktunya.
6
7
135
Merah kuning hijau di langit yang biru
184
Rocky_Ackerman retweeted
Bu araç gerçekten çok kullanışlı
Ada fase di hidup ketika kita lelah menjelaskan, lelah bercerita, dan lelah berpura-pura baik-baik saja. Di titik itu, yang kita butuhkan bukan nasihat atau keramaian, tapi ruang untuk diam. Kadang, healing yang paling jujur itu nggak seindah yang dibayangkan. Bukan liburan, bukan nongkrong, bukan foto estetik yang diunggah ke media sosial. Justru sesederhana menghilang sebentar dari semuanya. Berhenti membalas pesan yang menguras tenaga, berhenti ikut percakapan yang bikin hati makin berat, dan berhenti merasa harus selalu hadir untuk semua orang. Dalam diam itu, pelan-pelan kita mulai mendengar suara diri sendiri. Kita jadi tahu apa yang sebenarnya melukai, apa yang selama ini dipendam, dan apa yang perlu dilepas. Kita belajar berdamai, bukan dengan melupakan semuanya, tapi dengan menerima bahwa beberapa hal memang sudah terjadi dan nggak bisa diubah. Lalu ada ibadah, tempat kita menaruh semua beban yang sudah nggak sanggup dibawa sendiri. Bicara dan mengadu pada Tuhan sering kali memberi tenang yang nggak bisa diberikan manusia mana pun. Dan tidur, hal yang kelihatannya sepele, ternyata bisa jadi obat yang bikin hati dan pikiran punya kesempatan untuk pulih. Jadi kalau sekarang kamu memilih diam dan menjauh sejenak, itu bukan berarti kamu lari dari masalah. Kamu sedang menyembuhkan diri dengan caramu sendiri. Pelan-pelan saja, nggak perlu buru-buru, karena luka yang diberi waktu dan ruang akan sembuh pada waktunya.
3
7
8
464
Rocky_Ackerman retweeted
Ada fase di hidup ketika kita lelah menjelaskan, lelah bercerita, dan lelah berpura-pura baik-baik saja. Di titik itu, yang kita butuhkan bukan nasihat atau keramaian, tapi ruang untuk diam. Kadang, healing yang paling jujur itu nggak seindah yang dibayangkan. Bukan liburan, bukan nongkrong, bukan foto estetik yang diunggah ke media sosial. Justru sesederhana menghilang sebentar dari semuanya. Berhenti membalas pesan yang menguras tenaga, berhenti ikut percakapan yang bikin hati makin berat, dan berhenti merasa harus selalu hadir untuk semua orang. Dalam diam itu, pelan-pelan kita mulai mendengar suara diri sendiri. Kita jadi tahu apa yang sebenarnya melukai, apa yang selama ini dipendam, dan apa yang perlu dilepas. Kita belajar berdamai, bukan dengan melupakan semuanya, tapi dengan menerima bahwa beberapa hal memang sudah terjadi dan nggak bisa diubah. Lalu ada ibadah, tempat kita menaruh semua beban yang sudah nggak sanggup dibawa sendiri. Bicara dan mengadu pada Tuhan sering kali memberi tenang yang nggak bisa diberikan manusia mana pun. Dan tidur, hal yang kelihatannya sepele, ternyata bisa jadi obat yang bikin hati dan pikiran punya kesempatan untuk pulih. Jadi kalau sekarang kamu memilih diam dan menjauh sejenak, itu bukan berarti kamu lari dari masalah. Kamu sedang menyembuhkan diri dengan caramu sendiri. Pelan-pelan saja, nggak perlu buru-buru, karena luka yang diberi waktu dan ruang akan sembuh pada waktunya.
5
11
6
15
94,926
Rocky_Ackerman retweeted
स्वादिष्ट आइसक्रीम
Ada fase di hidup ketika kita lelah menjelaskan, lelah bercerita, dan lelah berpura-pura baik-baik saja. Di titik itu, yang kita butuhkan bukan nasihat atau keramaian, tapi ruang untuk diam. Kadang, healing yang paling jujur itu nggak seindah yang dibayangkan. Bukan liburan, bukan nongkrong, bukan foto estetik yang diunggah ke media sosial. Justru sesederhana menghilang sebentar dari semuanya. Berhenti membalas pesan yang menguras tenaga, berhenti ikut percakapan yang bikin hati makin berat, dan berhenti merasa harus selalu hadir untuk semua orang. Dalam diam itu, pelan-pelan kita mulai mendengar suara diri sendiri. Kita jadi tahu apa yang sebenarnya melukai, apa yang selama ini dipendam, dan apa yang perlu dilepas. Kita belajar berdamai, bukan dengan melupakan semuanya, tapi dengan menerima bahwa beberapa hal memang sudah terjadi dan nggak bisa diubah. Lalu ada ibadah, tempat kita menaruh semua beban yang sudah nggak sanggup dibawa sendiri. Bicara dan mengadu pada Tuhan sering kali memberi tenang yang nggak bisa diberikan manusia mana pun. Dan tidur, hal yang kelihatannya sepele, ternyata bisa jadi obat yang bikin hati dan pikiran punya kesempatan untuk pulih. Jadi kalau sekarang kamu memilih diam dan menjauh sejenak, itu bukan berarti kamu lari dari masalah. Kamu sedang menyembuhkan diri dengan caramu sendiri. Pelan-pelan saja, nggak perlu buru-buru, karena luka yang diberi waktu dan ruang akan sembuh pada waktunya.
371
318
406
109,241