
@SMI_Corei
๐ฎ๐ฉAccount based in
About this account
- Account based in
- Indonesia
- Connected via
- Indonesia App Store
Account-level information from X, not a live location or the device used for a specific post.
Sekte Meme Indonesia | Founder @Pacecrypto
Gunung Kawi
Joined June 2025
- Tweets2.1K
- Following296
- Followers6.3K
- Likes13.6K
Pinned Tweet
Hari ini SMI melalui min Rzz SMI akan melakukan aksi sosial penyaluran Air Bersih di beberapa daerah darurat Air Bersih.
Aksi ini rencananya akan berjalan sampai 7 hari kedepan dengan kuantitas 20+ Tank Air Bersih.
Kami menyampaikan banyak terimakasih untuk @PaceCrypto atas support dan kepercayaannya dalam Aksi Sosial kali ini. Semoga hal ini bisa menambah semangat kita dan menjadi berkah untuk kita semua. Amin.
Tercyduk anak SMI lagi nyari barang nih ๐
Btw setelah mimin pikir-pikir , sebenernya kita punya barang lokal yang punya nilai trade & collectornya mirip TCG.
Benda apa itu ??
Benda itu adalah Keris.
Yup , Keris !
Kalo Rupiah 20K is rael , nasib klean gimana wak ?
๐ด๐ปโRupiah is the reflection of the economic situationโฆโ
๐ฉ๐ปโ๐ผ: โSo the Rupiah at this level, reflectsโฆโ
๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Sc: youtu.be/ZYt6dzd59I8?si=FeuOโฆ
Tiba-tiba pengen bela Pemerintah.
Siapa tau nanti dapat dm dari om seskab "Min , kirimin wallet Sol. Ini ada 2000 Sol buat ngedegen"
Saat Pak Pres kita bilang "Saya tidak takut sama MSCI", Disisi lain Portofolio Saham kalian turun -50% ๐ญ.
Part Paling haru kemaren ๐ฅบ
Semangat belajar Ade-ade.
Mimin titipkan masa depan Negara ini dipundak kalian.
Kita jelajah bareng bang Pace ๐ค
Hari ini SMI melalui min Rzz SMI akan melakukan aksi sosial penyaluran Air Bersih di beberapa daerah darurat Air Bersih.
Aksi ini rencananya akan berjalan sampai 7 hari kedepan dengan kuantitas 20+ Tank Air Bersih.
Kami menyampaikan banyak terimakasih untuk @PaceCrypto atas support dan kepercayaannya dalam Aksi Sosial kali ini. Semoga hal ini bisa menambah semangat kita dan menjadi berkah untuk kita semua. Amin.
PAKET BANTUAN SOSIAL SMI
____________
Sebagai penutup dalam aksi sosial hari ini , mimin bersama @PaceCrypto sedikit memberikan bingkisan sembako kepada beberapa masyarakat yang sangat membutuhkan.
Semoga bingisan tersebut bisa bermanfaat bagi penerima.
___________
Akhirnya banyak pelajaran hidup yang kami dapat.
Tujuan komunitas kami adalah kembali bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Trimakasih atas support dan restu semua pihak terkait.
Atas semua kekurangannya mimin mewakili seluruh komunitas SMI dan Pace Crypto meminta maaf sebesar-besarnya.
Rahayu ๐
Bruuh ..
Disisi lain whales crypto indo cukup ngebuat Solana drop ke $30 ๐
Pliiis orang-orang saham kalo mau pindah ke Crypto cari guru yang fokus ke Bitcoin aja.
Kalopun nyari CT , kalo nemu CT yang ada riwayat share memecoin, pliss "Hindarin" !!!
Takutnya kebablasan nanti ๐
๐๐น๐ต๐ฎ๐บ๐ฑ๐๐น๐ถ๐น๐น๐ฎ๐ต , ๐๐ฎ๐น๐ถ ๐ถ๐ป๐ถ ๐บ๐ถ๐บ๐ถ๐ป ๐ด๐ฎ๐ธ ๐น๐ฎ๐ด๐ถ ๐ฏ๐ถ๐ป๐ด๐๐ป๐ด ๐ธ๐ฒ๐ต๐ฎ๐ฏ๐ถ๐๐ฎ๐ป ๐ฆ๐ข๐ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐๐ฎ๐๐ณ๐ฒ๐ฒ !!!
Jadi guys , sebenernya setiap wallet kalian tuh ada token-token dan NFT gak jelas.
Nah ini mimin kasih tau kalo token & NFT itu bisa jadi senjata kalian saat kepepet gak punya gasfee SOL ! ๐
Apalagi yang sering trading meme pasti numpuk tuh SOL nya. Coba kalian cek sendiri deh !
InsyaAllah aman kok guys ๐๐ฝ
Cek aja Official acc nya di @BetterClaimSol
๐ Klik aja browser di wallet kalian , lalu copy link ini :
betterclaimsol.xyz/@TfzxP4DF
Aksi Sosial Masih Berlanjut !!!!
Sekarang titik ke-15
Semoga Berkah untuk warganya Pak ๐.
Semoga SMI tetap solid , jaya , Profit , sabar , dan semoga @PaceCrypto 2029 jadi Bupati Gunung Kidul ๐ค
Disambut sangat baik oleh Emak-emak.
1 Tanki Air Bersih cukup untuk masak dll beberapa hari.
Semangat menyala para emak-emak ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Abis bangun tidur coba ngelamun
"Kalo seandainya ngutang 73 Trilliun dibeliin BTC saat $60K kemaren sekarang cuan 26 Trilliun , buat bayar bunga 2 Trilliun , masih cuan 24 Trilliun co... "
24 Trilliun beli #PENDLE 3 Trilliun TP saat $6 udah cuan lagi co ...
Cz said : "Kalo tidak kuat silahkan lambaikan tangan ke kamera, wintermute akan mengatasi itu semua"
New ATH !!!!!
Sayangnya mimin ogah share kayak gini lagi di X. Banyak orang tantrum , emosian, gak bisa chill ๐
HOOKR kami sedang memantau untuk test di area 12M atau paling buruknya di area 7-9M.
Pada ekosistem Robinhood kami masih menilai kondisi saat ini bersifat koreksi.
Di grub TG SMI Official dan beberapa grub admin sudah memanggil di area 10M sebelum HOOKR mencapai ATH 30M.
Tujuan kami selanjutnya adalah "Base"
Bagaimana Orang Desa Menghadapi Kehancuran Ekonomi Global?
--- #1 ---
Di tengah dunia yang semakin cemas menghadapi ketidakpastian ekonomi, ada pelajaran sederhana dari mereka yang hidup jauh dari hiruk-pikuk peradaban modern.
Kami berbincang dengan beberapa masyarakat di pelosok desa. Kami mencoba menggali esensi kehidupan dan bagaimana mereka memandang situasi dunia belakangan ini, ketika ekonomi makro dan mikro semakin terasa kejam, biaya hidup terus menjadi beban, dan manusia modern seolah dipaksa berlari tanpa tahu kapan harus berhenti.
Namun, dari obrolan sederhana itu, kami justru menemukan sebuah pelajaran yang cukup menghentak akal pikiran. Sebuah pengingat tentang hakikat kehidupan dan fitrah manusia yang perlahan mungkin telah kita lupakan.
Pada dasarnya, manusia diciptakan untuk hidup berdampingan, saling membantu, dan membangun kehidupan bersama.
Sayangnya, dalam kehidupan modern, nilai-nilai itu sering kali terkikis. Kita semakin terbiasa mengukur segala sesuatu dengan uang, menghitung untung dan rugi, bahkan terkadang menilai keberhasilan hidup hanya dari apa yang berhasil kita kumpulkan.
Kita menjadi begitu bergantung pada sistem, sampai-sampai sulit membayangkan bagaimana hidup jika sistem itu tiba-tiba berhenti bekerja.
Di tengah obrolan, kami melontarkan sebuah pertanyaan pamungkas kepada salah seorang warga desa.
"Jika suatu saat dunia mengalami kehancuran ekonomi, uang kehilangan nilainya, BBM dan LPG langka, listrik padam, serta berbagai fasilitas modern tidak lagi bisa diandalkan, bagaimana njenengan menghadapinya?"
Beliau menjawab dengan lugas, tanpa keraguan, seolah pertanyaan itu bukan sesuatu yang perlu terlalu dipusingkan.
"Lha, barang kuwi wae aku lagi ngrasakke akhir-akhir iki. Pomo ora ana yo ora popo, mbalik jaman wingi."
Kurang lebih artinya:
"Lha, barang-barang itu saja saya baru merasakannya akhir-akhir ini. Kalau nanti tidak ada, ya tidak apa-apa. Tinggal kembali ke kebiasaan zaman dahulu."
Kami terdiam sejenak.
Jawaban yang begitu sederhana, tetapi menyimpan makna yang dalam.
Bagi sebagian masyarakat desa, listrik, kendaraan bermotor, LPG, dan berbagai kemudahan modern bukanlah sesuatu yang sejak awal menjadi bagian mutlak dari kehidupan mereka. Mereka pernah menjalani hari-hari tanpa banyak fasilitas tersebut. Mereka tahu bagaimana mengolah tanah, mencari bahan pangan, bekerja dengan kemampuan sendiri, dan mengandalkan hubungan sosial untuk melewati kesulitan.
Tentu bukan berarti kehidupan mereka tanpa masalah. Kemiskinan, keterbatasan layanan kesehatan, akses pendidikan, dan berbagai kesulitan lainnya tetap nyata. Namun, ada satu hal yang patut kita renungkan: kemampuan bertahan hidup tidak selalu berbanding lurus dengan seberapa modern kehidupan seseorang.
Ketika manusia modern merasa dunianya akan runtuh karena kehilangan fasilitas, sebagian masyarakat desa justru melihatnya sebagai kemungkinan untuk kembali menjalani pola hidup yang pernah mereka kenal.
Standar hidup yang lebih sederhana membuat mereka memiliki titik awal yang berbeda dalam menghadapi perubahan. Apa yang bagi sebagian orang terasa seperti kehilangan besar, bagi sebagian lainnya mungkin sekadar perubahan kebiasaan.
Bukan karena mereka kebal terhadap krisis, melainkan karena mereka memiliki pengalaman hidup di luar ketergantungan penuh pada fasilitas modern.
Obrolan itu kemudian ditutup dengan sebuah kalimat yang jauh lebih sederhana, tetapi terasa begitu bijaksana.
"Mas, urip kuwi mung perkara sego, makaryo, sembahyang."
Artinya:
"Mas, hidup itu cuma soal makan, bekerja, dan beribadah."
Sesederhana itu.
Makan untuk menjaga kehidupan. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Beribadah untuk menjaga hubungan dengan Sang Pencipta.
Di tengah dunia yang semakin rumit, kalimat tersebut seolah mengajak kita kembali melihat kehidupan dari akarnya. Bahwa kebutuhan manusia sesungguhnya tidak selalu sebanyak yang kita bayangkan. Bahwa kemajuan memang memberi kemudahan, tetapi jangan sampai membuat kita kehilangan kemampuan untuk hidup ketika kemudahan itu tidak lagi tersedia.
Mungkin yang perlu kita khawatirkan bukan semata-mata kemungkinan terjadinya kehancuran ekonomi global, melainkan betapa rapuhnya kehidupan kita ketika seluruh kebutuhan bergantung pada uang, sistem distribusi, energi, dan fasilitas yang berada di luar kendali kita.
Sebab, ketika sistem terguncang, uang belum tentu bisa membeli barang yang tidak tersedia. Teknologi belum tentu bisa menggantikan keterampilan yang tidak pernah kita pelajari. Dan kekayaan belum tentu cukup ketika kita kehilangan orang-orang yang bersedia saling membantu.
Pada akhirnya, ketahanan hidup bukan hanya perkara seberapa banyak uang yang kita simpan, tetapi juga seberapa jauh kita mampu memenuhi kebutuhan dasar, menjaga keterampilan, merawat alam, dan membangun hubungan baik dengan sesama.
Mungkin, di tengah ambisi manusia modern untuk terus bergerak maju, kita justru perlu belajar kembali dari mereka yang tidak pernah sepenuhnya meninggalkan cara hidup yang sederhana.
Bukan untuk menolak kemajuan, melainkan agar kita tidak menjadi budak dari kemajuan itu sendiri.
Karena jika suatu hari dunia benar-benar berubah dan segala kemudahan yang kita nikmati hari ini menghilang, barangkali yang paling kita butuhkan bukanlah kemampuan untuk mempertahankan gaya hidup lama, melainkan keberanian untuk kembali pada hal-hal paling mendasar dalam kehidupan.
Makan. Bekerja. Beribadah. Saling membantu.
Dan tetap menjadi manusia.
Karena bisa jadi, ketika dunia modern sibuk mencari cara untuk bertahan hidup, sebagian orang desa hanya perlu mengingat kembali bagaimana mereka telah menjalani kehidupan sejak dahulu.

















