ㅤ
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ✶ ⠀⠀xn--SagaranaAbraham-dp0d.xn-…
ㅤ
WN.xn--6ii/ Akhirnya bisa juga login setelah sekian lama.
"Aku harap enggak sampai beracun sih, karena aku sudah biasa beli manisan di toko yang sama," senyum kikuk lagi-lagi terukir di wajahnya.
Tak berselang waktu lama, ia coba mencicipi satu cokelat yang sedari tadi mencuri perhatiannya. "Tapi nggak apa-apa, aku coba juga deh."
You’re unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
"Cobalah, Aureliana. Aku beli di tempat langgananku—dan tempat itu sangat terkenal dengan cokelat-cokelatnya yang enak dan manis," ucapnya dengan intonasi yang terdengar begitu antusias tuk sang puan mencicipinya.
This Post is from a suspended account. Learn more
"Aduh, enggak sopan dong kalau aku ikutan coba. Niatnya, 'kan, untuk temen-temen yang mau," ia tersenyum kikuk. "Ayo—ambil lagi aja!"
You’re unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
Ia menggelengkan kepala. "Ah, enggak. Aku tadi udah coba makan cokelat pemberian temanku. Ini untuk teman-teman yang lain—gimana? Enak, enggak?"
You’re unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
Dengan tema hari kasih sayang, Sagara menyajikan cokelat-cokelat itu kepada para pembaca; berharap siapapun dapat menyicipinya.
Manik mata memancarkan kilauan, pun jemari memilih salah satu cokelat yang begitu menarik atensinya.
"Terima kasih banyak, Nona. Selamat hari Valentine juga," ucapnya.
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
Sagara mengangguk, sedikit canggung melihat ekspresi sang adam yang nampak begitu bersemangat; tak seperti dirinya yang... ya, begitulah.
"Ah, iya. Kebetulan saya juga owner di café ini, kak," balas Sagara, +
Senyuman seketika terukir jelas di wajahnya, sembari menganggukkan kepala.
"Tentu boleh, kak," balasnya dengan antusias, dengan langkah kaki ia bawa kembali menuju pintu, dan membukakannya untuk sang adam. "Silakan masuk, kak."
"Huh?" Melirik sumber suara. "Oh—hai, kak!"
Ia tergesa-gesa berhenti menghisap batang tembakau itu. "Mampir dulu ke café saya, kak?"
Basa-basi sejenak tak mengapa, 'kan?
﹕ 𝗦𝗮𝗴𝗮𝗿𝗮﹑ 𝗔. retweeted
Begitu lelah hingga tak lagi menyadari keberadaan sahabatnya. Dunia mimpi menyeretnya begitu jauh.
"Zzzzzzz......"
[ selesai ]
WN.xn--6ii/ Selamat malam, Akatsuki dan penulis. Permintaan sudah dilaksanakan, ya. Terima kasih banyak. 🙏
This Post is from a suspended account. Learn more
2DAU!
𝙎𝙀𝙈𝙐𝘼 perkara ia tekuni, kecuali skripsi . . . Maka marilah kita berlenggak-lenggok dalam percakapan yang menghibur, bersua seorang mahasiswa sekaligus kurir. Haturkan sepatah kata dan sematkan hijau pada lembar pesan ini sebagai penanda temu. Terima kasih.
— IOC
2DAU! .. dengan ini, berkenankah menjalin interaksi dengan sisa jiwa yang punarbhawa sebab keterikatannya dengan duka duniawi dan karma? sila cuit ulang atau tinggalkan sesuatu untuk interaksi kita, kata kunci / bait beserta skala kedekatannya. terima kasih



















