Bahyan retweeted
Kalian Menangisi suaminya..??
Noh Liat Barang2 yg dipake sama Istrinya..
Masih kalian Tangisi org hidup Mewah gini..??
Kata gw, mending Nangisi dirimu yg makan Nasi sisa kemaren, yg dikejar2 Pinjol & beli Rokok Ketengan..!!
Bahyan retweeted
10 tahun para pelacur akademisi ini diam, tapi di saat ijazah jokowi hampir dipastikan palsu dan gibran hampir dipastikan dimakzulkan mereka keluar membela tuan-nya.
Patut diduga gerakan ini dikomandoi oleh genk solo yaitu pratikno cs.
Bahyan retweeted
SI PALING JAGO PLAYING VICTIM
Saya yang seminggu sekali setiap kamis sejak 2 Juli 2026 duduk di kursi yang sama dengan yang diduduki Jokowi
Tahu persis bahwa kursi cukup lebar untuk diduduki dan menaruh map tipis entah di pangkuan atau di belakang punggung.
Tidak perlu meletakkan map tipis itu di lantai, sekedar bikin drama agar terlihat mengharukan.
Yang salah setting adalah, isi map itu adalah ijazah-ijazah yang dibangga-banggakan dan diklaim dimiliki.
Masa iya taruh di lantai?
Demi apa coba?
Demi meraih simpati masyarakat melihat foto ini.
Padahal apa yang orang ini lakukan terhadap saya?
DIA BERNIAT MEMENJARAKAN SAYA 8 TAHUN DAN 12 TAHUN!
TOTAL. 20 TAHUN!
Hanya gara-gara saya meneliti dugaan ijazah palsunya
Yang sudah membawa dua korban pemenjaraan dua orang dengan sangat sadis: Bambang Tri dan Gus Nuril.
Dan kini, dia dengan kekuasaan yang djcentengi Mantan KAPOLRI yang masih tersiksa, memaksakan pasal-pasal dengan hukuman berat kepada saya.
Di sidang itu saya bertanya kepadanya:
"Sudah 10 tahun, sejak 2016, ijazah saudara dipertanyakan, sampai membawa 2 korban dipenjarakan. Sampai berkali-kali sidang menggugat ijazah. Mengapa tidak ada rasa hati untuk menunjukkan saja ijazah itu kalau memang yakin punya ijazah? "
Orang yang meletakkan ijazah-ijazah nya di lantai itu, memainkan peran sebagai orang yang teraniaya ini, pada sidang ini, dengan satu dendam kepada orang yang mempertanyakan ijazahnya:
Saya penjarakan dia!
Jika melihat foto ini:
Ingatlah Tragedi Kanjuruhan dengan 300 korban!
Ingatlah 900 Petugas KPPS meregang nyawa di Pilpres 2019!
Ingatlah syuhada KM 50!
Bahyan retweeted
Mantan2 yang lain udah nyantai momong cucu, momong pasukan sambil menikmati umur yg tinggal entah..bliyow msh musti berurusan dgn hukum dan tragisnya kgak ada yg bantuin nangis2 di tiktok.
Klen jahap!...
regional.kompas.com/read/202…
Bahyan retweeted
Bro, dulu kan gua udah bilang. Kau ini ibarat sedang membocorkan lambung kapalmu sendiri. Jangan korbankan institusimu demi melayani keperluan pribadimu. Jika tidak, kalian kelak akan jadi PRAMUKA!
Masih ingat kan gua bilang begitu di hadapan kalian? Sekarang, gimana?
Bahyan retweeted
Mari Kita Simak Kejanggalan-kejanggalan Pada Data Sikurap
#MakzulkanWapresIlegal
#MakzulkanWapresIlegal
Bahyan retweeted
Relawan Gibran Bin Jokowi menggugat Pra Peradilan kasus kriminalisasi saya di PN JakSel. Modus lama serangan balik karena ikhtiar kami membongkar Gibran Jo-Gate.
Berikut adalah anggota tim hukum kami, INSIGHT (Indrayana’s FIGHT) menghadapi serangan Gibran Bin Jokowi tersebut.
Terima kasih pada para sahabat dan tokoh yang berkenan menjadi tim RELAWAN, dalam makna sejatinya. Rela berjuang bersama, tanpa bayaran.
Bahyan retweeted
Digugat Relawan Gibran, Denny Indrayana: Serangan Balik Solo karena Kritis share.google/q1qmqS0tjRktNGC…
"Ah, Modus lama, Pak Jokowi. Bapak tidak ada strategi yang lain ya? Bisanya kok selalu menggunakan tangan-tangan kuasa untuk mempermainkan hukum".
Jadi apa tanggapan saya atas gugatan Praperadilan relawan Gibran bin Jokowi?
1. Bentuk nyata serangan balik.
2. Koruptor teriak koruptor? Bercerminlah Pak Jokowi, Mas Gibran. Siapa yang korupsi?
3. Satu kata: LAWAN!
Pernyataan Yenny Wahid menguliti absurdnya hukum di Indonesia yang bahkan bikin heran ekspatriat & pengamat luar negeri : "Ijazah SMA tak ditemukan MK, tapi kok tetap bisa jadi Wakil Presiden?"
Penjelasan Yenny sangat gamblang:
1. MK mengunci fakta: Bukti kehadiran (attendance) TIDAK SAMA dengan bukti kelulusan (graduation)
2. MK tidak mendiskualifikasi murni karena terbentur tenggat rezim Pemilu pasca-pelantikan.
3. MK sengaja mengunci temuan fakta ini & menunjukkan "Pintu Konstitusi" lain: DPR/MPR via Pasal 7A UUD 1945.
Ketika dunia luar saja terheran-heran melihat kontradiksi ini, DPR kita malah pura-pura buta dan tuli. Malu-maluin.
Bahyan retweeted
😭😭😭😭😭😭😭😭
This is one of the last remaining homes for the Bornean orangutan.
📍 Tanjung Puting
instagram.com/reel/DeVlxpcT7…
malangtimes.com/amp/baca/333…
Bahyan retweeted
Make sense kalau orang Islam ketar ketir masalah pembangunan gereja, apalagi orang protestan. Ada 1 jalan di indonesia ada 4 gereja berderet, semuanya gereja protestan tapi beda jamaah.
Kurasa kalau pembangunan gereja ini dipermudah, 1 gang isinya bisa gereja semua. Apalagi kalau jamaahnya pada kaya semua, parkir mobilnya sampai kemana-mana.
Memang sedaplah rasa duit perpuluhan ini.


























