yang tak berujung.
โ โ Ah ... apakah dirinya sudah mati? Jika ini hanya mimpi, biarkan ia membayar seluruh dosanya saat terbangun nanti.
โ โ โ๐๐๐ฉ๐๐ก๐๐, ๐๐๐-๐จ๐๐ฃ.โ
โ โ Ah? Kalimat tersebut seakan menusuk tepat pada jantungnya, sesak dalam dada membuatnya kesulitan dalam bernapas. Sedikit demi sedikit kesadarannya makin hilang, mata terbuka namun gulita yang dirasa. Dirinya jatuh dalam kegelapan &.
โ โ
โ โ : Kuro Prompt.
โ โ : 01 Jan โ 10 Jan, 2024.
โ โ : Solo Plot, @acuoasm.
โ โ
โ โ Jemala seketika terangkat tatkala dirinya yang lain menyebut nama sang adik. Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Kyoko kecil muncul di hadapannyaโmanautkan tangan dengan sosok yang mencecarnya sedari tadi.
โ โ Tatapan mata emas mereka bersua, sepatah kata &.
โ โ "Aku... aku tidakโ" napas seakan tercekat, ia seakan tak dapat menyelesaikan kalimat. Sesak di dada serta dengungan pada telinga pun semakin menguat. Oh, Dewa, tolong keluarkan dia dari sini.
โ โ โ๐๐๐ข๐๐ช๐ฃ๐ช๐. Bukankan dia seorang pembunuh, Kyoko?โ &.
โ โ Pikiran terus berkecamuk di kepalanya, apa salah jika dirinya masih bertahan hingga sekarang? Apa lebih baik jika dirinya mati mulai detik ini? Apa semua saudara yang ia bunuh akan senang jika dirinya bergabung dengan mereka di atas sana? &.
โ โ โ๐๐๐ข๐๐ช๐ฃ๐ช๐. Bukankah kau bangga menghempaskan klan untuk kepengingan diri sendiri. ๐๐๐๐๐ฉ?โ
Tidak ... ia sangat menjunjung tinggi martabat klan. Lagi pula, bukankah klan yang menjerumuskanya dalam jurang keputusasaan ini?! &.
โ โ โ๐๐๐ข๐๐ช๐ฃ๐ช๐. Bukankah kau bangga mengotori tanganmu dengan membunuh saudara-saudaramu yang lain. ๐๐๐๐๐ฉ?โ
Tidak ... ia hanya membela diri. Ia hanya ingin bertahan hidup. Ini bukan salahnya. Ini bukan salahnya, kan? &.
โ โ โ๐๐๐ข๐๐ช๐ฃ๐ช๐. Bukankah kau bangga menggunakan nama barumu. ๐๐๐๐๐ฉ?โ
Tidak ... ia tidak menyukainya. Ia teramat benci dengan nama terkutuk ini. Benci. Benci. Benci. &.
mengeluarkan sepatah kata sekalipun dari mulutnya.
โ โ โPengkhianat. Pembunuh. Kau pembunuh.โ Jari telunjuk diacungkan tepat di depan wajah Eight. Pengkhianat? Pembunuh? Apa yang sebenarnya bocah ini katakan? Dirinya sama sekali tidak mengerti. &.
Sosok itu ... adalah dirinya yang masih berumur delapan tahun.
โ โ โKyokaโoh, apa perlu ku panggil Eight?โ Tanya yang diakhiri oleh tawa menghakimi. Ia tak mengerti apa tujuan dirinya dari masa lalu yang menghampirinya saat ini. "Akuโ" tercekat, Eight seakan tak dapat &.
โ โ Siluet sosok anak kecil melangkah mendekati dirinya yang tengah terduduk lesu di sudut ruangan. Bisikan menusuk telinga yang memanggil namanya berasal dari sosok tersebut. Melirik, mengintip wajah di hadapannyaโmembuat si nona terbelalak. &.
โ โ Berisik. Cukup. Tolong keluarkan dirinya dari sini. TOLONG.
โ โ "Aarghโ" dua tangan menutup telinga sekaligus memberi rematan kuat pada rambut kelamnya, saking kuat rematan tersebutโia dapat merasakan beberapa helai rontok di sela jemari. &.
โ โ "Berisik... Berisik... Berisik... Berisikโ" dengungan memekikkan sedari tadi memenuhi telinga si nona. Menusuk-nusuk tanpa izin sekali pun. Lantunan pedih yang terdengar memanggil namanya kian mendekat, ia bisa merasakan rundungan yang tersirat oleh suara itu. &.
Canda itu membuat Eight melepas tawa yang selama ini tertahan. "Oi! Kau meremehkanku?!" Ucapnya membalas candaan tersebut sembari mengacak-acak surai kelam yang mirip dengan miliknya.
โ โ โAduh, duh! Iya, iya, ampun~ kakakku memang yang paling kuat!โ +.
merupakan petunjuk baginya. Matahari pun telah tenggelam sepenuhnya. Waktu mereka bersama telah habis. Ia harap, akan ada banyak kesempatan untuk bertemu dengan sang adik di waktu mendatang, walau hanya sebatas mimpi.
โ โ โTerima kasih, Nee-san.โ



