Sandra retweeted
Pelajaran yang bisa dipetik dari demokrasi AS:
1. Door to door, phone to phone kampanye yang gila. Volunteernya bener-bener se akar rumputnya politik.
2. Simple messaging: affordability.
3. Open tent. Lawan ormas dgn aliansi sipil.
4. Pentingnya edukasi demokrasi.
It's not directly political, but being able to afford a foreign artist's concert definitely has something to do with politics. I mean, artists usually get paid in foreign currencies, while the rupiah hasn't been doing too well against the dollar and other currencies lately...
konser itu ada politiknya di mana anjir? orang nabung mati2an buat seneng2, bukan buat orasi. lu yg maksa bawa politik ke konser, bkan kita yg tonedeaf. yg tonedeaf itu lu, maksa orang lain ikut standar politik lu
Yg bkin politik itu orgnya bukan konsernya
Anjir gue rela ngeluarin duit banyak buat senang” buat happy2 di jajah dgn kata politik gini aturan dri siapa yg buat kyak gini anj
Sandra retweeted
can he leave the southeast asians alone and let them grow continuously without some koreans infiltrating the market again in some way. we're finally seeing growth in local music industries and here he comes. i fucking hate that company
HYBE CEO Lee Jae-sang confirms the company is closely monitoring BINI as a key indicator of Southeast Asia's growing market influence.
In a recent address regarding the changing competitive landscape of the global entertainment industry, the executive explicitly recognized the Filipino pop group's success, stating that HYBE has been consistently tracking their movements.
Lee noted that the rise of high-performing local intellectual properties (IPs) like BINI serves as a strategic indicator for multinational agencies to establish localized production hubs in the region.
#BINI @BINI_ph
Sandra retweeted
I'm sorry to bring this here but seeing Americans joke about nuclear war when your country is the source of 99% of evil and suffering all over the planet while you fucks sit in your country and think you're the best ever makes me so fucking furious! fuck you!!
Sandra retweeted
couldn't imagine how desperate they must be...
they're still very very young, i assume they don't have basic knowledge yet untuk mencari jalan penyelesaian yang lain.
please have more empathy, ini kegagalan negara, bukan semata kesalahan mereka yang terlahir di era bangsat ini
Sandra retweeted
Saat andri yunus disiram air keras, apa upaya yg dilakukan presiden?
Gak ada. Cukup itu menjelaskan antara beliau gak tau mau ngapain atau emang gak peduli aja
Kalau gak ada MK, peradilan militer gak akan disentuh
Kejauhan ngomongin oligarki om
Sandra retweeted
Saya bukan berarti menyangkal penurunan tanah. Itu terjadi.
Tapi lajunya sangat berbeda dengan periode 1990-2010 vs 2010-2020.
Nah semua perencanaan (tmsk JCDS/NCICD/GSW) itu pakai periode <2010, kesannya akan terjun bebas terus, PADAHAL GAK. Sudah melambat.
Akibat narasi terus menerus itu, tanpa koreksi dan bahkan makin lama makin ngeri, maka malah buka jalan pada proyek bombastis macam IKN hingga GSW Pantura. Semua dibangun dan berdiri pada asumsi yg tdk dikoreksi.
Yes, media. Kamu adalah salah satu kontributor itu semua.
Sandra retweeted
Salah juga lah.
Jangan membenarkan sesuatu yang melanggar HAM.
Sekalipun tidak ada kesalahan apapun, emang mau asal2an ditangkap dan di-BAP tanpa prosedur? Apalagi disadap asal2an...
This quoted post is unavailable.
Sandra retweeted
Presiden Prabowo gak punya agenda reformasi Polisi
Ini hanya perpindahan kendali saja
Kalau beliau punya agenda itu atau ngerti mau ngapain maka KUHAP baru gak akan isinya kewenangan polisi yg begitu kuat tanpa kontrol dan pengawasan yg cukup
Omon omon
Sandra retweeted
my take away from this after giving it much thought is that poverty is a ghost that really does haunt you forever no matter how rich you become.
Sandra retweeted
Bukan berarti saya benci rezim (emang), tapi coba lihat kasus kronologi karhutla ini dan pisahkan motifnya.
23 Agustus 2026, Bareskrim mengumumkan 72 tersangka karhutla dari 9 Polda.
Menurut Brigjen Irhamni, sebagian besar pembakaran dilakukan untuk menghemat biaya pembukaan lahan perkebunan.
19 Oktober, Kemenhut menjatuhkan sanksi kepada 32 perusahaan terkait kebakaran seluas 12.926,74 hektare.
Sebanyak 125 subjek hukum juga diproses terkait dugaan tindak pidana karhutla.
31 Oktober, Otorita IKN melaporkan 1.600 hektare lahan terbakar sepanjang Juli–Oktober, diduga untuk pembukaan lahan.
Bahkan ditemukan bibit sawit dan pisang di lokasi.
Artinya, sudah ada temuan konkret yang mengarah pada motif ekonomi.
Lalu disaat yang sama ada beredar rekaman CCTV individu yang diduga sengaja melakukan pembakaran di berbagai daerah, seperti Sambas (28 Agustus) dan Banjarmasin (31 Agustus).
Motif, dalang, dan keterkaitannya dengan kebakaran lahan perkebunan belum terbukti.
Namun pada 31 Oktober, Menteri LH Moh Jumhur Hidayat menyampaikan DUGAAN pembakaran untuk merusak citra pemerintah berdasarkan informasi intelijen yang belum terverifikasi.
Jangan lupa, pada 7 Oktober Hashim juga pernah bicara soal rencana pemanfaatan 12,7 juta hektare hutan rusak untuk mendukung produksi biodiesel berbasis sawit.
Bukankah itu menunjukkan adanya potensi insentif ekonomi?
Sekarang yang belum terjawab, apakah seluruh rangkaian pembakaran ini saling berkaitan?
Kalau iya, siapa yang mengorganisasi dan membiayainya?
Kalau tidak, mengapa dibingkai sebagai sabotase politik?
Tapi yang jelas di era rezim gaslighting dan playing victim ini, saya tidak akan mengabaikan kemungkinan narasi sabotase politik ini sengaja dibangun, untuk mengalihkan isu tanggung jawab korporasi atas karhutla.
Replying to @shintaeffendi @Dospemz
Bukan berarti sy membela rezim, bahkan tim gabungan pemadam pun berkomentar serupa.
Sejak agustus sy pribadi mengamati ada utas2 personal yg menunjukkan bukti cctv pembakaran lahan oleh OTK, bukan warga sekitar.
Cth:
Sandra retweeted
isu elite saling sabung tuh sebenernya udh ada sejak wacana pemakzulan gibran. geng oslo vs geng nyawit. selain harus hati2, rakyat juga harus segera perkuat pergerakan dan konsolidasi. krn kita tau lah, mau siapapun yg nyabung, korbannya ya rakyat. istana itu panggung sandiwara.
The thing is many of our accountability institutions also have had their independence and effectiveness weakened to the point where their ability to genuinely hold those in power accountable is increasingly questionable
Dari skandal penyadapan ini, makin jelas bukti2 bahwa siapapun di kekuasaan, BISA menyadap warga-nya secara unlawful interception, tanpa proses yg diatur dalam UU. Untuk kepentingan di luar yg dilindungi UU alias pribadi & kelompoknya. Berpotensi berlanjut? Sangat. In my opinion
Sedikit catatan buat temen-temen yang masih bahas soal influencer gembosin aksi tahun lalu.
Kayaknya banyak yang kehilangan konteks penting bahwa saat itu Prabowo menyatakan demo Agustus 2025 sebagai makar dan mengerahkan aparat mengambil tindakan.
hukumonline.com/berita/a/per…


































