Alexander Siagian (@alexanderdrspan) header
Alexander Siagian (@alexanderdrspan) profile picture

I believe in the resurrection of the body and the life everlasting. Amen!

Cimahi
Joined November 2011
Photo by Alexander Siagian (@alexanderdrspan)Photo by Alexander Siagian (@alexanderdrspan)Photo by Alexander Siagian (@alexanderdrspan)Photo by Alexander Siagian (@alexanderdrspan)Photo by Alexander Siagian (@alexanderdrspan)Photo by Alexander Siagian (@alexanderdrspan)Photo by Alexander Siagian (@alexanderdrspan)Photo by Alexander Siagian (@alexanderdrspan)Photo by Alexander Siagian (@alexanderdrspan)Photo by Alexander Siagian (@alexanderdrspan)
Menurut Kuru, ada empat jenis negara: negara agama; negara dengan satu agama resmi; negara sekuler; dan, negara anti-agama. Sesat Pikir "Bukan Negara Agama, Bukan Negara Sekuler" | GEOTIMES geotimes.id/kolom/sesat-piki…
1
1
2
28
sebetulnya bkn taat konstitusi (Constitutional obedience). sistimnya diciptakan dg asumsi bahwa yg berkuasa bs melanggar konstitusi. yg lebih tepat adalah Constitutional cosntraint penguasa menghadapi hambatan institusional ketika hendak melanggar atau melampaui kewenangannya
The beauty of US democracy adalah mereka taat konstitusi. Presiden bisa ngebom dan bunuhin leader di sebrang benua, tapi dia tetep dibatasi oleh konstituen dan konstitusinya. Iran tau banget hal ini. Makanya cara ngalahin US adalah political implosion. Make it as painful as possible secara politik internal US. Kamu gabisa nekan US pake diplomasi atau politik eksternal, tapi pake konstitusi dan politik internalnya sendiri. Indonesia dibentuk niru sedikitnya sistem presidensial konstitusi US yang anti monarki. Tapi entah rasanya kita ga punya kesepakatan kolektif untuk mensakralkan konstitusi… Semua gara gara Jo….
3
18
3
49
2,420
Alexander Siagian retweeted
Environmental Performance Index 2026 1. Estonia🇪🇪 2. Luxembourg🇱🇺 3. UK🇬🇧 4. Finland🇫🇮 5. Netherlands🇳🇱 6. Germany🇩🇪 7. France🇫🇷 8. Norway🇳🇴 9. Sweden🇸🇪 10. Austria🇦🇹 11. Denmark🇩🇰 12. Spain🇪🇸 13. Greece🇬🇷 14. Slovenia🇸🇮 15. Switzerland🇨🇭 16. Japan🇯🇵 17. Czechia🇨🇿 18. Portugal🇵🇹 19. Slovakia🇸🇰 20. Ireland🇮🇪 21. Poland🇵🇱 22. Italy🇮🇹 23. Belgium🇧🇪 25. Australia🇦🇺 27. USA🇺🇸 29. Canada🇨🇦 32. NZ🇳🇿 34. Romania🇷🇴 37. Korea🇰🇷 38. Botswana🇧🇼 39. Israel🇮🇱 40. Ukraine🇺🇦 41. Chile🇨🇱 42. UAE🇦🇪 45. Costa Rica🇨🇷 48. Colombia🇨🇴 50. Brazil🇧🇷 52. Bhutan🇧🇹 54. Jordan🇯🇴 58. Mexico🇲🇽 60. Argentina🇦🇷 63. Taiwan🇹🇼 65. Ecuador🇪🇨 66. Panama🇵🇦 69. Serbia🇷🇸 74. Thailand🇹🇭 75. Armenia🇦🇲 77. Namibia🇳🇦 78. Algeria🇩🇿 84. Kazakhstan🇰🇿 85. Tunisia🇹🇳 87. Peru🇵🇪 89. Russia🇷🇺 92. Azerbaijan🇦🇿 95. Malaysia🇲🇾 98. Bolivia🇧🇴 101. Paraguay🇵🇾 103. Tanzania🇹🇿 105. Saudi Arabia🇸🇦 106. Egypt🇪🇬 107. Iran🇮🇷 111. South Africa🇿🇦 114. Uruguay🇺🇾 116. Kenya🇰🇪 122. Uganda🇺🇬 125. Türkiye🇹🇷 126. Mongolia🇲🇳 128. Nepal🇳🇵 129. China🇨🇳 135. Afghanistan🇦🇫 136. Morocco🇲🇦 138. Nigeria🇳🇬 142. Guatemala🇬🇹 145. Cambodia🇰🇭 146. Madagascar🇲🇬 151. Guyana🇬🇾 153. Congo, D.R.🇨🇩 154. El Salvador🇸🇻 157. Pakistan🇵🇰 159. Myanmar🇲🇲 162. Philippines🇵🇭 164. Djibouti🇩🇯 168. Indonesia🇮🇩 171. Maldives🇲🇻 173. Vietnam🇻🇳 175. Bangladesh🇧🇩 176. India🇮🇳 177. Laos🇱🇦 @Yale
26
3
49
5,175
Bapak dari Irwan Mussry
🇮🇱🇮🇩 DID YOU KNOW A JEWISH MAN HELPED INDONESIA FIGHT FOR INDEPENDENCE? Meet Charles Mussry, an Indonesian Jew of Iraqi descent who supported Indonesia's struggle for independence in 1945. During the historic Battle of Surabaya, he helped supply Indonesian fighters with essential resources. What a beautiful reminder that Jews and Indonesians have a shared history that deserves to be remembered. Our peoples have more in common than many realize.
1
1
100
Alexander Siagian retweeted
Misal Indonesia kedatangan banyak diaspora dari misalnya Haiti dan pengungsi dari Rohingya. Sama juga, datang dengan visa turis dengan harapan untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Apakah kita akan memperlakukan mereka sama seperti kita berharap akan diperlakukan di negara lain--jika melakukan hal yang sama?
Bagi sebagian WNI, pasti bakal bilang “ih itu kan ilegal” blablabla. Tapi enggak bagi WN India, China, Filipina. Diaspora mereka bener2 kompak sampe mereka saling bantu membantu supaya bisa tinggal Legal di negara lain dengan layak.
16
56
4
356
15,646
Mari memeluk pasar bebas. Kantin sekolah instead of MBG. Indomaret instead of Kopdes.
2
2
8
322
Negara2 di kuadran kiri bawah kebanyakan negara komunis atau mantan komunis.
3
141
You can know what kind of progressive someone is based on what they celebrate in this US elections #justsaying
1
1
9
356
Pengaruh Ahok terhadap kemenangan Jokowi 2019 tdk terlalu besar. Paling2 hanya di kota2 besar di kalangan menengah atas. Lagipula hampir mustahil Ahok gabung ke Wowo, krn kubu anti-Atok ada di sana semua. Paling banter Ahok golput.
Replying to @alexanderdrspan
Knapa ga diliat lebih deeper lagi, Jokowi menang 2019 hanya karna Ahok stay jadi kawan yg baik (Ahok stay, ahokers jg stay, pdhl Ahok tau yg ngerjaain dia jg dia, dia jg) Kalo saja bujukan Fifi adiknya berhasil utk beralih ke Wowo, Wowo tuh yg menang di 2019
50
Alexander Siagian retweeted
Nope, sebagian besar Demokrat yang berhasil ngeflip basis republikan justru bukan dari faksi DSA, tapi faksi moderat pro-establishment.
Pemilu Midterms US ini menarik karena Zohran. Democrats kehilangan positioning di era Kamala Harris yang staunch pro perang Ukraine. Sementara penduduk US ngerasa ga relate karena gamau duit pajaknya abis buat negara lain. Setelah ada Zohran, beberapa kandidat jadi punya positioning baru kayak "Affordability", "anti-establishment", "anti-lobby". It works wonderfully. Bahkan strongholdnya Republican sekarang sisa Florida kayaknya? Texas udah nyaris ambrol mereka 😂
13
18
2
126
5,518
Alexander Siagian retweeted
Teori: Gibran sekarang lagi bener-bener mau dimakzulkan karena pada takut risiko Gibran jadi presiden sebelum 2029. Jangan lupa, selain faktor politik, ada faktor biologis.
Lokasi : depan gedung DPR Massa dengan baju putih alias FPI Dengan tuntutan makzulkan GIBRAN sc : af.adam,ar
9
27
5
232
7,947
Alexander Siagian retweeted
During speaking events at universities across the United States, I am often asked whether my assessment that Hamas's October 7 attack ultimately failed is accurate. After all, by several measures, the Islamist terror group appears to have achieved significant success. Massive "pro-Palestine" protests, campus encampments, the rise of new anti-Israel political voices in Congress, growing efforts to delegitimize Israel in mainstream discourse, and renewed global attention to the Palestinian cause all suggest that October 7 succeeded in thrusting the conflict back onto the international agenda. More importantly, Israel's overwhelming response produced devastating images of death and destruction that shifted global attention away from Gaza's internal realities and toward the rhetoric and conduct of Israel's government. My response is always the same: look at the consequences of October 7. Whether measured through humanitarian outcomes, quality of life degradation, geostrategic realities that are unfavorable for the Palestinians, or setbacks to the Palestinian national interest, the attack and the "resistance" narrative surrounding it have been profoundly damaging to the Palestinian people's legitimate aspirations for freedom, dignity, and prosperity. In winning the battle for global public opinion, Hamas lost the very people it claimed to represent; the Palestinian people of Gaza, who are now overwhelmingly against the Islamist terror group and its “resistance” agenda. Many Gazans have concluded that if advancing the Palestinian cause within the media, academic, political, activist, and social-media ecosystems requires their death, displacement, and destruction, then they want no part of such a project. If the "cause" demands the loss of their homes, livelihoods, and loved ones, many ask whether it is a cause worth pursuing at all. In other words, Hamas's October 7 attack may have generated images of Palestinian suffering that transformed public discourse in the United States and around the world, even contributing to unprecedented political debates about U.S. support for Israel; yet these developments remain largely disconnected from the daily realities of hundreds of thousands of Gazans who are displaced, impoverished, and paying the price for events over which they had little or no control. Hamas may have gained ground in the global narrative war, but in doing so, it lost the confidence of many of the people on whose behalf it claims to fight. The majority of Palestinians in Gaza do not wish to serve as cannon fodder for a nihilistic jihadist project that has brought catastrophe upon their society. Thank you to the University of North Carolina at Chapel Hill for hosting a thoughtful discussion on Gaza's current realities, the role of the United States, and meaningful pathways forward.
11
98
6
410
13,421
2014, nonmuslim yg milih Prabowo-Hatta masih cukup signifikan, walau mayoritas (kalau tak salah 75%) milih Jokowi-JK. Sementara di segmen muslim, Jokowi pun masih unggul tipis . 2019, suara Jokowi menurun di segmen Muslim, tapi naik di segmen nonmuslim.
In a way yes dalam konteks 2014 dan 2019 karena jokowi sama prabowo itu proporsi voter mayoritas itu roughly same Jadi non muslim voter itu tie breaker…..
2
4
309
Alexander Siagian retweeted
Your definitive guide to the political parties in Israel.
20
27
6
713
181,877
Alexander Siagian retweeted
Selain grassroots, Jatim itu belllwether province, yaitu provinsi yang hasil pemilihannya secara historis konsisten mencerminkan hasil akhir pemilu keseluruhan. Sejak 2004, siapapun paslon pilpres yang menang di Jatim pasti menang di nasional juga. Bisa dibilang Jatim itu barometer politik nasional. So, Jatim bisa jadi patokan apakah Indonesia udah sadar atau belum. Kalo sekarang Jatim masih diem berarti grassroots kita masih belum sadar.
"Indonesia sadar dimulai dari sadarkan JAWA TIMUR" BENERRR!!!! SOALNYA JATIM GRASSROOT MENTOK!!!! Masyarakat Jawa Timur itu bisa dibilang gambaran paling murni dari kelompok grassroot di Indonesia— Orang grassroot di Jatim gak mempan disuapi narasi indah, wacana akademis yang ketinggian, atau tren medsos anak Jakarta. Mereka cuma peduli hal-hal konkret: perut kenyang, kerjaan ada, dan urusan gak ribet.
70
797
75
3,745
113,152
Alexander Siagian retweeted
Something I didn't expect to see: a Bedouin village that swung from Likud to Ra'am. Meet Tarabin As-Sana. 2026 Results: 🟢Raam: 92.8% (+57) 🟢Joint List: 3.3% (+0.4) 🔵Shas: 1.4% (+1) 🔵Likud: 0.7% (-58.2) changes +/- 2022
16
35
12
386
28,729
Alexander Siagian retweeted
How Israel's Largest Cities Voted - Part 1: Jerusalem 🔵UTJ: 23.3% (-0.5) 🔵Likud: 16.9% (-2.2) 🔵Shas: 14% (-4.3) 🔴Yashar: 8.2% 🔵RZP-Zehut: 7.7% 🔵Otzma: 6.5% 🔴Democrats: 5.3% (+0.1) 🔴Together: 4.7% 🟢Joint List: 4% (+2.4) 🔴Yisrael Beteinu: 2.5% (+0.6) +/- 2022 results
3
21
5
109
34,969
2019 itu ibaratnya ada 100 pemilih, 88 muslim, 12 nonmuslim. 44 muslim milih Prabowo, 44 muslim milih Jokowi. Yang nonmuslim hanya 1 milih Prabowo, 11 lainnya milih Jokowi. Hasil akhir Jokowi 55, Prabowo 45. Jadi benar, 2019 nonmuslim voters were tie breaker.
In a way yes dalam konteks 2014 dan 2019 karena jokowi sama prabowo itu proporsi voter mayoritas itu roughly same Jadi non muslim voter itu tie breaker…..
9
36
264
12,072
Sementara pada Pilpres 2024, Prabowo unggul baik di kalangan pemilih muslim maupun nonmuslim, walaupun sedikit lebih tinggi persentasenya di kalangan nonmuslim. Dlm hal ini, nonmuslim bukan tie breaker seperti pada 2019.
Replying to @ardi_tama1
2024, suara utk Prabowo & Ganjar = 2 : 1 dari kalangan pemilih nonmuslim.
2
16
1,526
Kalau dikatakannya 90% pemilih Kristen (Katolik & Protestan dll) memilih Jokowi, kemungkinan benar, tapi 90% yg milih Jokowi itu Kristen, jelas tidak mungkin.
Perolehan suara Jokowi di 2019 : 85.607.362 Dengan asumsi 90% pemilih Jokowi itu Kristen berarti total nya : 77.046.625 In fact jumlah pemeluk agama Kristen + Katolik di Indonesia tahun 2025 (Data Kemenag) : 29.530.022 Ada hampir 50juta orang kena baptis massal ?
1
4
12
560
Alexander Siagian retweeted
Kabur aja dulu versi dark😕
In this economy, angka pertumbuhan WNI yang jadi tentara bayaran Rusia itu makin tinggi, kenaikannya 3550 persen! Total 292 WNI ikut perang di Ukraina. Gw monitoring ini dari bberapa bulan lalu, miris liatnya. 😢 Infografis diolah dari temuannya @RadityoDharmaP
2
1
6
313