アリナ retweeted
Kira2 gitu kok bro
Cuma emang susah nulis netral tentang Jokowi karena langsung kena cap termul oleh respon sintetis ato bahkan organik oleh pembencinya.
Dunia nyata tu gak seseru film2.
Tebakan gua tentang history jokowi:
Dia emang pinter manuver tapi gak king kaya narasi publik selama ini.
(I mean.. who doesnt? Orang indo tulen kan emang jago manuver dan social communication dari dulu)
Diujung jabatan presidennya dia dimusuhi partai yang mengusung dia. Alasannya apa, gak relevan.
Partainya baper trus laksanakan revenge secara personal.
Setelah dia selesai menjabat eh ternyata banyak banget yang masih mau numpang naik lewat pengaruhnya
Mau pensiun eh masih diserang partai baper itu terus, jadinya harus mempertahankan diri dengan kembali ke politik.
Anaknya naik? Haha kalo ada yang inget yang kebelet naikin itu justru partai2 koalisi kok, either pada pura2 lupa aja ato kena penggiringan narasi cuci tangan. Bocil ditawarin jadi wapres ya maulah, jaman dia kan masih era yang waktu sekolah ditanya cita2nya apa jawabnya jadi presiden.
Alasannya diusung?
Ps gak bakal jadi presiden kalo wakilnya bukan ini bocah, liat datanya aja. Suka gak suka itu faktanya.
Bersih? Kotor? Ini topik gak relevan, mana bisa sih yang bersih total masuk ke sistem?kalopun bisa paling di level rendah dan gak bisa naik2. Cuma anaknya pejabat tinggi yang bisa masuk bersih dan naik ke level menengah.
Jujur aja deh ke diri sendiri.
Tapi dinilai sebagai super mafia yang mengatur segalanya dari belakang?
Gak ada pejabat dan politisi di negara ini yang nyampe situ levelnya, kalo ada negara ini udah jadi super power.
Yang punya kemampuan kaya gitu adalah oligarki.
Politisi dan pejabat sini yang paling keren tu levelnya baru jadi kacungnya oligarki yang modalin mereka.
Yang rezim sekarangpun sama aja, gak keliatan karena oligarkinya masih kakak adik aja.
Cuma ya narasi macem gini kan gak keren, gak dramatis kaya film spy.. gak menarik untuk diangkat dan diingat.
Simplenya gini ajalah, di sini ada warung makan yang laku banget aja masih pada dibilang karena main dukun 🤣
Kognitif masyarakatnya masih di level situ, mana bisa kita harapkan mereka berfikir secara logis dan sistematis dalam menilai apa yang terjadi di negaranya.
Kenyataannya masyarakat kita masih gampang banget digiring kesana kemari oleh narasi bikinan, makanya masih terus2an dikadalin dan dijajah pejabatnya sendiri
Jangan-jangan Kita terlalu membesarkan Jokowi..
Kita selalu cap beliau sbg "king maker" yg selalu menang....
Bisa jadi ia hanya politisi biasa yang kebetulan berkuasa lebih dari 10 thn
Hanya dpt kekuatan dari jabatannya.
Begitu jabatan itu lepas, pengaruhnya tidak lagi ditopang:
-aparat
-anggaran
-akses kekuasaan.
Latar belakangnya juga berbeda dari Prabowo dan Megawati.
Mereka berdua berasal dari keluarga elite. Darah biru. Relasi solid.
Jokowi naik dari pengusaha mebel.
Wajar bila pengaruhnya cepat memudar.
Atau citra "selalu menang" itu terbangun..
Karna kita suka ada sosok yg relate dgn kita?
Bisa jadi, kitalah yg membentuk jokowi.
アリナ retweeted
Just realized there is a unique word in Germanic languages that doesn't exist in English:
"Gunnen" in Dutch and “gönnen” in German - a verb, basically the opposite of envying or begrudging something.
It can be most accurately translated as "l wish for you to have this/I'm happy that you have this and I do not begrudge you this". It implies no value judgement on someone actually deserving something, and there is an emotional nuance to it that acknowledges that someone having something good does not diminish you, possibly even in spite of your own less favorable circumstances.
This is a fascinating word, as most languages have the opposite of it - "to envy" - and English comes closest with the antonym "to begrudge", yet how curious that most other languages don't have a one word equivalent for an action that is the opposite of envy.
アリナ retweeted
Replying to @LxoMessismoFCB
Noruega este mundial esta representando muchas cosas que me imagino que a la fifa, argentina y el trumpito no les gusta. O sea el hecho que hayan donado dinero a palestina les debe haber ardido
アリナ retweeted
El empujoncito de Haaland sí es falta pero esto no es penalti?
Están robando a Noruega😭 nitter.gq/lxmedia18/status/20760…
🤝 Paid partnership
アリナ retweeted
The Norwegian goal kick hit an overhead cable and fell right in front of an England player and seconds later they converted for a goal. (Great by Bellingham.) No call, not reviewable?! But as we know, sometimes things can suddenly are reviewable and reversible...
アリナ retweeted
Nah kan, sekarang jadi ga enak rasanya. Padahal pengen liat messi beneran comeback dan menang di akhir. Tapi gara-gara skandal yang terlalu dipaksain kaya semalam, jadinya kaya ada yang ternodai. Padahal mah gua yakin argentina ga butuh itu, kasih aja waktu sampai adu penalty kalo perlu, lolos itu argentina.
アリナ retweeted
Gefeliciteerd Marokko.
#NEDMAR
アリナ retweeted
Guys, mantan Ketua BPK baru bicara soal kasus Nadiem.
Dan yang dia ungkap menurut gue paling mengguncang dari seluruh persidangan ini.
Namanya Agung Firman Sampurna.
Dia bukan aktivis.
Bukan pengamat.
Bukan orang yang benci kejaksaan.
Dia mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan lembaga audit tertinggi negara ini.
Dan dia hadir sebagai saksi ahli di persidangan Nadiem.
Apa yang dia bilang? Sangat sederhana:
Dakwaan ini cacat dari akarnya.
Pertama — cara menghitung kerugian negaranya salah:
BPKP menggunakan metode yang mereka namakan "rekalkulasi" untuk menghitung kerugian negara dari pengadaan Chromebook.
Agung bilang langsung: "
Metode rekalkulasi ini tidak dikenal dalam literatur forensic accounting manapun."
Tidak ada dalam delapan varian metodologi yang diakui ilmu audit forensik.
Agung cari dari mana-mana tidak ada.
Metode ini diciptakan sendiri.
Dan metode yang seharusnya dipakai untuk barang elektronik seperti laptop yang dijual bebas di pasaran adalah perbandingan harga pasar.
Bukan rekalkulasi komponen biaya produksi.
Yang paling ironis:
"Peraturan Presiden sendiri bilang acuan harga adalah harga pasar.
Tapi cara menghitung kerugiannya tidak pakai harga pasar.
Itu tidak masuk akal."
Kalau metode penghitungannya salah angka kerugian negaranya salah.
Kalau angkanya salah tidak ada kerugian negara yang bisa dibuktikan.
Kedua — persekongkolan tidak pernah dibuktikan:
Dalam kasus pengadaan barang yang harus dibuktikan sebagai perbuatan melawan hukum adalah persekongkolan.
Apakah yang menentukan harga bersekongkol dengan distributor?
Apakah ada manipulasi yang disengaja?
Agung bilang:
Laporan audit BPKP tidak pernah menguji adanya persekongkolan.
Ada kronologinya tapi tidak diuji apakah ada persekongkolan di dalamnya.
Tanpa persekongkolan yang terbukti tidak ada perbuatan melawan hukum.
Ketiga — dan ini yang paling mengerikan:
Sebelum audit investigasi boleh dimulai harus ada yang namanya predikasi.
Yaitu indikasi awal bahwa ada fraud yang perlu diselidiki lebih dalam.
BPKP sudah dua kali mengaudit pengadaan Chromebook yang sama tahun 2019 dan tahun 2020-2021.
Hasilnya kedua kali:
tidak ada masalah.
Tidak ada predikasi.
Tapi kemudian di audit ketiga tiba-tiba ada kerugian negara.
"Bagaimana mungkin dua audit sebelumnya untuk objek yang sama tidak menemukan masalah lalu tiba-tiba di audit ketiga ada kerugian negara?
Ini lompatan yang sangat perlu dipertanyakan."
Dan ada satu hal lagi yang kebanyakan orang tidak tahu:
Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung dan Putusan Mahkamah Konstitusi yang berwenang menghitung dan menetapkan kerugian negara adalah BPK. Bukan BPKP.
BPKP adalah auditor internal pemerintah.
BPK adalah auditor eksternal yang independen.
Kasus Nadiem menggunakan hasil audit BPKP bukan BPK sebagai dasar perhitungan kerugian negara.
Artinya:
lembaga yang melakukan auditnya pun bukan lembaga yang punya kewenangan untuk menetapkan kerugian negara.
Dan soal Chromebook kenapa pakai Google bukan Windows:
Karena Chrome OS gratis untuk pendidikan.
Google Docs, Sheets, Slides gratis.
Sementara Windows butuh lisensi Rp2,6 juta lebih. Microsoft Office butuh lisensi lagi Rp2,2 juta lebih.
Dan Chrome Device Management memungkinkan pemerintah memantau dan mengontrol semua laptop yang dibeli.
Kalau anak pakai untuk judi onlinebisa diblokir.
Kalau akses pinjol bisa diblokir.
"Ini alasan teknis yang sangat kuat.
Bukan upaya menguntungkan Google."
Dan ini yang paling tidak masuk akal dari seluruh kasus ini:
Tiga syarat mutlak pembuktian korupsi:
Satu — kerugian negara yang nyata dan pasti.
Tidak terbukti metode perhitungannya salah.
Dua — perbuatan melawan hukum.
Tidak terbukti persekongkolan tidak pernah diuji.
Tiga — hubungan sebab akibat antara keduanya.
Tidak relevan karena dua syarat sebelumnya sudah tidak terpenuhi.
Tiga syarat mutlak.
Tiga-tiganya gagal dibuktikan.
Tapi tuntutannya tetap 27 tahun.
Mantan Ketua BPK orang yang paling paham soal audit forensik dan kerugian negara di republik ini sudah bicara di pengadilan dan bilang dakwaan ini tidak memenuhi syarat ilmiah maupun hukum untuk membuktikan korupsi.
Tapi tuntutannya 27 tahun.
Sementara yang korupsi Rp75 miliar nyata dan terbukti dituntut 6 tahun.
Dan Noel yang berdiri di pengadilan dan bilang "menyesal tidak korupsi lebih banyak" dituntut 5 tahun.
Tiga kasus.
Satu sistem yang sama.
Dan tidak ada satu pun penjelasan hukum yang masuk akal untuk ketiga-tiganya.
Kalau sistem ini tidak bisa menjelaskan dirinya sendiri secara logis maka ada sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar kesalahan prosedur yang sedang terjadi di sini.
アリナ retweeted
I’m in love with this sentence:
“The degree to which a person can grow is directly proportional to the amount of truth he can accept about himself without running away.”
アリナ retweeted
Keputusan pemerintah harus dihormati.
Namun dalam demokrasi, ia tidak luput dari komentar maupun kritikan.
Di satu percakapan dengan Nadiem, Ia pernah bilang bahwa dirinya bekerja untuk kepentingan generasi berikutnya. Ia masuk dengan sebuah blueprint dan impian: membangun ulang lingkungan bagi ratusan ribu siswa dan guru, membangun kembali pondasi dari mana sebuah bangsa belajar. A revolutionary in the making.
Saya mengenal keluarga Makarim selama puluhan tahun. Dalam semua waktu itu, di seluruh anggotanya, ketidakberesan tidak pernah menjadi sesuatu yang saya saksikan atau rasakan. Tidak sekali pun. Nadiem selalu menjadi, sejauh yang saya tahu, persis seperti apa yang ia katakan hari itu: seseorang yang bekerja untuk masa para penerus bangsa yang belum bisa bersuara.
Setahun tujuh bulan kemudian, kita ada di sini.
Kesalahan Nadiem mungkin adalah bahwa kenaifannya disalahpahami sebagai kurangnya rasa hormat terhadap memori institusional (kebiasaan sebuah lembaga dalam pola komunikasi, kerja, dan koordinasi yang telah mengakar puluhan tahun).
Kenaifan ini tidak unik. Ia niscaya akan menjangkiti siapapun dari luar yang diminta atau ingin berkontribusi untuk bangsa dan negara.
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa keputusan pemerintah telah dan akan berdampak pada beberapa hal yang cukup struktural:
1. Proses penegakan hukum dan translasi ketidakpastian menjadi risiko. Bayangkan Anda hendak berinvestasi ke sebuah negara di mana hukumnya tidak jelas — di mana pendiri unicorn pertama Indonesia harus menghadapi 18 tahun atas dasar konstruksi hukum yang sulit dipertahankan oleh banyak ahli hukum. Pertanyaannya bukan lagi "Apakah Nadiem salah atau tidak?" Tapi: "Apakah ini tempat di mana kita bisa membangun?"
Ketika hukum tidak memberikan kepastian, negara kehilangan kemampuannya untuk mengukur dan mengomunikasikan risiko kepada dunia luar. Ketidakpastian hukum adalah risiko yang tidak bisa dipricing — dan modal global tidak bersedia tinggal di tempat yang tidak bisa menjawab pertanyaan paling dasar: seberapa besar risikonya, dan siapa yang terlindungi ketika jawabannya tidak jelas?
2. Pengedepanan inovasi teknologi. Pelajaran yang paling mudah diserap dari sidang ini adalah: main aman. Jangan punya keyakinan. Jangan berinovasi. Pilih yang paling aman secara administratif, bukan yang terbaik. Ketika pilihan teknologi bisa dijadikan dakwaan, ketika gagasan baru bisa menjadi jebakan, tidak ada ruang lagi bagi ide untuk tumbuh, inovasi untuk dipeluk, atau perubahan untuk disambut. Yang tersisa hanyalah birokrasi yang memilih selamat atas segalanya. Bahwa konformis adalah postur yang paling aman di dalam sistem.
3. Masa depan talenta bangsa. Yang paling fatal: kasus ini menjadi jera bagi mereka yang seharusnya melanjutkan bangsa ini. Bahwa seseorang yang berpendidikan, yang berniat baik, yang berani mencoba membangun dari nol akan dimuntahkan mentah-mentah oleh negara yang berusaha ia tolong.
Platform ini dibangun untuk mendiskusikan ide, bukan peristiwa. Namun episode yang kita saksikan tidak lepas dari sesuatu yang katalitik, untuk kepentingan nation building ke depan.
Dan kualitas itu, keinginan untuk memperbaiki sistem yang mungkin belum berkenan, mendongkrak edukasi bangsa, adalah salah satu yang paling langka di sebuah birokrasi.
Menjadi tragedi tersendiri ketika upaya mengintelektualisasi bangsanya, menjadi batu rajam untuk dirinya sendiri.
No one is perfect.
May the great force be on the right side of history.
アリナ retweeted
You might not agree with their politics, but as a citizen of any sovereign state, you gotta admire the Iranians.
アリナ retweeted
the best thing about cats truly isn’t that they’re cuddly and playful and adorable… it’s that they’re weird. they’re so weird. you will laugh 90% more with a cat in your house because they’re always inventing new ways to be bizarre
































