Pinned Tweet
Hampir 1 bulan dari mulai hari pertama melayani. Berjalan tumbuh seadanya & sederhana. Masih tanpa plang/papan penunjuk, untung masih mudah dikenali tempatnya. Semoga makin bisa membuat nyaman. Terima kasih sudah berkenan datang.
Pablo Espolar retweeted
📍Suasiko Coffee & Garden, Yogyakarta
——————————————————
▪️lokasinya di lt.2-nya KKF, ada colokan ada wifi
▪️kopinya enak kata adekku, aku pesan green alo 💚
▪️nasi gorengnya jg enak resep2nya bu neni, pesen di KKF-nya
▪️musiknya pake audio-system jadul gt, lucu
Quote dari YouTuber @jillklik11 “Menungsa nek uwis urusan duit, lali rasa” sungguh iya sekali
Pablo Espolar retweeted
Berhubung hari ini dibulan ramadhan aku ulang tahun maka 1 orang beruntung bakal kasih aku Honda Civic VTIS Manual Tahun 2005 Surat Lengkap Pajak Hidup kondisi ganteng siap mejeng dan luar kota
Syaratnya :
- Reply Done
- Retweet
- Follow juga boleh
End malam ini, Good Luck!
Hari hari berita isinya negatif terus, gimana ga anjlok tuh.
Mau bikin berita positif juga udah susah nyarinya
Akhir2 ini perih asam lambung sering muncul, padahal pola makan dll ga ada yg berubah. Kata dokter, stress bisa jadi penyebab juga.
Ok, balik anak istri aja lah.
Pablo Espolar retweeted
Di salah satu pengajiannya Syaikh Hamza Yusuf, sunnahnya rumah itu seperti ini:
dari luar (publik) terlihat jelek — tidak mengundang iri hati / hasad, tidak memamerkan harta, tidak berlomba-lomba
di dalam (privat) diperindah untuk kenyamanan sendiri
Pablo Espolar retweeted
Pertama, mau siapa pun presidennya, Sritex kemungkinan besar memang tetap akan pailit. Jauh sebelum Pilpres, mereka sudah punya hutang besar, 20 triliun lebih.
Kedua, kalaupun mereka memilih Prabowo, itu hal yg wajar dan masuk akal. Sritex pernah “tertolong” karena bikin seragam militer, mereka pasti berharap jika Prabowo (Menhan) jadi presiden, setidaknya akan ada harapan besar pada bisnis Sritex yang memang sudah terancam.
Ketiga, mereka baru saja di-PHK massal, jelang lebaran pula. Bersimpatilah, jangan malah terkesan “nyukurin” cuma karena pilihan politik mereka. Mereka memilih bisa jadi karena “dipaksa” oleh kondisi, bukan karena akses atau kepekaan politik.




















