Ternyata skill mahal yang harus di kuasai di usia 20-30an adalah skill mengatur suasana hati dan emosi. Jangan apapun di baperin. Please don't expect too much, orang bisa berubah kapan saja. Hari ini suka, besok bisa tidak. Semua bisa hilang, semua bisa pergi kapan saja.
devina ayu ragillya retweeted
a symbol of how messed up the system is.
in any decent country, someone with stage 4 nasopharyngeal cancer should be getting full support medical, financial, emotional and everything. but here, people like that are left to fight alone, hustling on the streets just to stay alive😣
devina ayu ragillya retweeted
then pemilihan pembalut 🩸
💌local brand s.shopee.co.id/1VrGDcjltV
💌korean brand s.shopee.co.id/8AOA9u5u5s
coba deh pake yg dari jagung or cotton gini… biar ga gatel2 and iritasi! and menurut ku 2 merk ini tu daya serapnya MANTEP jadi ga khawatir bocor2.
aku dari yg awalnya coba2 karma promo malah ketagihan… sekarang tiap tgl kembar or payday sale pasti nyetok🤓
devina ayu ragillya retweeted
Sadari pikiran, perasaan, emosi… itu semua muncul lenyap, datang pergi. Impermanence.
Sadari kesadaran yang menyadari itu semua. Kesadaran itulah hakikat diri kita.
Diri nggak sebatas “aku” yang dibatasi nama, label. Hakikat diri, kesadaran itu tanpa batas, tanpa tepi.
devina ayu ragillya retweeted
Buka hp, medsos, sebenarnya gak tau apa yg mau dilakukan, doomscrolling. Kita terus nyari dopamin via linimasa, interaksi digital, likes, dsb. Tanpa sadar itu justru bisa picu stres, cemas, gak produktif. Mulai gunain hp intentionally. Dengan kesadaran, bukan untuk pelarian.
devina ayu ragillya retweeted
Replying to @akbarfaizal68
Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk para korban dan keluarga yang terdampak tragedi ambruknya Ponpes Al-Khoziny.
Perbaikan tak boleh berhenti di satu lokasi. Ribuan bangunan tanpa izin harus diaudit ulang. Nyawa santri bukan bahan uji coba bangunan.































