Cecilia yang masih dalam pengaruh imperio hanya bisa geram akan hal ini. Ia luncurkan serangan, namun nihil.
Lingkaran api itu membuat langkahnya mundur dan mundur lagi. "...๐ฏ๐ฎ๐ท๐ถ๐ป๐ด๐ฎ๐ป." Gumamnya lalu mengayunkan tongkatnya lagi "Finite!"
Replying to @blugrease
โ โ
โ โ โMaju kalian, bedebah!
Lewati lingkaran api ini jika
kalian bisa!โ seulas seringai
tampak di wajahku, seolah
mencoba menantang semua
yang datang menyerang.
โ โ
"Protego Maxima!"
Johnny menambah perisainya. Mencegah agar lingkaran apinya tak dipadamkan paksa oleh Cecilia.
"Levicorpus!" Ia mencoba menggantung terbalik tubuh Cecilia.
Ketika pertahanan apinya runtuh, Cecilia berniat menggunakan mantra satu ini "Sectumโ" sayangnya, mantra dari rekannya itu mengenainya dan membuatnya tergantung terbalik.
"AAARGHHH" geramnya lalu berteriak kencang, bagaikan anak umur 5 tahun sedang tantrum. >
>
"Finite!" Rapalnya lagi ke arah kakinya, membuatnya terjatuh lalu berusaha untuk berdiri lagi. "Sectumsempra!" Serunya sebelum pemuda itu sempat menghampirinya.
Perisai tak kasat matanya pecah. Ia bersyukur masih bisa menblokade kutukan penyayat itu.
"Protego diabolica" rapalnya lagi, memunculkan kembali perisai apinya.
"Protego Maxima! Fianto Duri! Repello Inimicum!" Johnny memperkuat perisainya.
-c-
"Glacius maxima!" Lemparnya pada Cecilia. Berniat membekukannya dengan es.
"Siapa saja yang sudah kau serang?" Tanyanya, sembari mengkhawatirkan teman-teman lain yang tak terkena kutukan Imperius.
Gadis itu menggerutu lalu dengan lincah menghindar dan merapal "Finite!" Sebelum kakinya bisa terkena es.
"DASAR PECUNDANG!" Geramnya. >
Lalu menghampiri Johnny yang ada di dalam perisai tak kasat mata itu. "Apa pedulimu?" Sahutnya, dengan seringai kemudian terkekeh. "Toh, kamu ada disini denganku Johnny... jadi, berhenti melawan." Tambahnya.
Tatapan matanya dingin, bak pemburu >
>
... yang ingin membawa buruannya dan tidak segan-segan melukainya tanpa rasa berdosa.
"Finite!" Rapalnya lagi. "Bombarda Maxima!"
"Lebih baik jadi pecundang daripada jadi boneka tali!" Balasnya. Kali ini, ia sudah tak peduli apakah Cecil temannya atau bukan.
"Finite!" Rapalnya, melindungi diri sendiri dari kutukan peledak.
"Ventus Duo!" Tiupan angin kencang diarahkannya pada Cecil guna menghempaskannya.
Interaksi dengannya bisa dibilang pendek, namun hal itu seperti sirna sudah berkat mantra Imperio.
Tubuh Cecilia terhempas lagi, sebelum ia bisa terhempas jauh. Ia langsung saja merapal "Carpe Retractum!" >
Angin kencang yang tadinya menghempas badannya, kini dirinya melawan arus angin untuk mendekatkan diri dengan Johnny. "Incarcerous!"
Sebuah tali kini mengikat tubuhnya. Ikatannya cukup kuat untuk membatasi gerak tubuh Johnny.
"Finite!" Rapalnya, melepas tubuhnya yang terikat.
"Kau hanya boneka, Cecil! Sadarlah!" Johnny tahu, mungkin ucapannya tak akan diindahkan Cecil. Tapi setidaknya, ia berusaha.
-c-
"Izinkan aku membuka matamu lebar-lebar. Crucio!"
Sebuah kutukan tak termaafkan dirapalnya. Jika Johnny tak bisa membuka mata Cecil dengan cara lembut, maka ia akan membuka matanya dengan cara paling sadis.
Meski ia tak tega.
Bฬตฬฐออฬฬฃฬฑฬฝฬฬออฌอฆฬoฬตอฬฬฝฬฬฬ
อฅnฬตฬฝฬฬฬฬeฬตฬฑฬฬผอฬบฬฝฬฬฬอฬฟฬkฬตอฬฎอฬฬชฬฝฬฬอซฬ
ฬอฎษฬตฬฝฬฬอฬพ.ฬฝฬฬฬอคอฬฬอฬพฬอ.ออฬฒฬอฬฝฬฬฬอฎอออฆ.อฬฆฬฝฬฬอฅฬ sฬตอฬฬฝฬฬฬ
อฅษฬตฬฝฬฬฬอคอฬฬอฬพฬอdฬตฬฒฬฉฬฬฝฬฬฬฬอฆฬษฬตอฬฬฝฬฬฬ
อฅrฬตฬฝฬฬฬอฬพฬlฬตฬซฬฝฬฬษฬตฬฐออฬฬฃฬฑฬฝฬฬออฌอฆฬhฬตอฬฎอฬฬชฬฝฬฬอซฬ
ฬอฎ!ฬฝฬฬ
Suara sang pemuda menggema di dalam kepalanya, genggaman >
>
tangan di tongkatnya ia erat. Lisannya belum sempat merapal mantra selanjutnya, raganya sudah dibuat merasakan rasa sakit yang begitu hebatnya hingga membuat lisannya berteriak kencang.
"Persetan, kau Johnny! Urrggh... aaghh..." geramnya, membuat tubuhnya tersungkur >
>
merasakan rasa sakit dari mantra Crucio. "S... Silencio!" Serunya sembari menahan sakit, mengarahkan tongkat ke arah sang pemuda.
Kali ini, pemuda itu tak melawan. Ia membiarkan dirinya dibungkam rekan seasramanya itu.
Tak masalah baginya. Tak ada apa-apanya dibandingkan nyeri yang harus dirasakan temannya.
"ฬถTฬถaฬถkฬถ aฬถpฬถaฬถ,ฬถ sฬถeฬถmฬถoฬถgฬถaฬถ mฬถaฬถtฬถaฬถmฬถuฬถ tฬถeฬถrฬถbฬถuฬถkฬถaฬถ sฬถeฬถtฬถeฬถlฬถaฬถhฬถ iฬถnฬถiฬถ'ฬถ
-c-
-c-
Kamitnya, tanpa terdengar satu suara pun. Sebuah senyuman tulus ditujukannya pada Cecilia. Kemudian, ia pergi. Membiarkan Cecilia menahan segala sakitnya.
Begitu mantra Crucio sudah tidak intens saat pertama kali ia rasakan, ia perlahan bangkit. Meski tertatih-tatih.
Namun sangat disayangkan, hal itu membuatnya terbatuk-batuk. >
>
Tenggorokkannya sakit akibat kebanyakan teriak. Suara batuknya pun semakin menjadi-jadi hingga mengeluarkan darah. Tubuhnya semakin lemas dan ia kesusahan untuk bangkit.
>
Johnny, meski hampir merasakan bogem dan kekesalan Cecilia, ia tetap tersenyum, mengulurkan tangannya pada gadis itu dan membantunya berdiri.
"ฬถAฬถyฬถoฬถ?ฬถ Mฬถaฬถrฬถiฬถ bฬถeฬถrฬถpฬถiฬถnฬถdฬถaฬถhฬถ kฬถeฬถ ฬถtฬถeฬถmฬถpฬถaฬถtฬถ yฬถaฬถnฬถgฬถ lฬถeฬถbฬถiฬถhฬถ aฬถmฬถaฬถnฬถ"ฬถ
Mulut Johnny masih komat-kamit tanpa suara.
Nov 2, 2024 ยท 9:52 AM UTC
Dahi sang gadis mengkerut kebingungan. Apa yang ia bicarakan? "Finite." Ia rapalnya kesekian kalinya namun kali ini ke arah sang pemuda.
Amarah dan kekesalannya memuncak akibat kutukan Cruciatus barusan membuatnya menepis tangannya yang diulurkan ke arahnya. >


