Sekutrem retweeted
INDONESIA PUNYA ATLET FIGURE SKATING SEKEREN INI, DAN GUE BARU TAU DARI AKUN LUAR NEGERI. 😭🇮🇩
Kenalin, Michelle Edgina Axille. Atlet seluncur indah yang mewakili Indonesia di Denis Ten Memorial 2026, Kazakhstan.
Skor free skate-nya 69,76 dengan total 109,37.
Tapi tunggu, plot twist-nya bukan cuma di atas es.
Profil Michelle yang beredar menyebut dia punya GPA 4.0, masuk Dean's List, bahkan disebut punya IQ 133 dan tergabung dalam Mensa Indonesia.
BRO, INI ORANG BAGI WAKTU PAKE SISTEM APA? 😭
Yang menarik, figure skating bukan olahraga yang punya ekosistem besar di Indonesia. Butuh arena es, pelatih khusus, biaya latihan, dan kompetisi internasional.
Jadi ketika ada atlet Indonesia tampil di panggung dunia, pertanyaannya bukan cuma seberapa hebat dia.
Tapi berapa banyak bakat Indonesia yang nggak pernah kita kenal karena olahraganya nggak cukup populer buat masuk algoritma?
Kadang kita bukan kekurangan orang berprestasi.
Kita cuma lebih rajin ngasih panggung buat drama daripada perjuangan. 💀🇮🇩
Sekutrem retweeted
Via Weibo account Muxingguan Haitian, text: "Historical footage I came across online shows Gyirong Port during Nepal’s magnitude-8.1 earthquake in 2015. Although the port was only about 65 kilometers from the epicenter, the national gateway stood completely unmoved during the earthquake. This also indirectly demonstrates the devastating scale of the current mudslide. It was truly beyond anything human power could withstand."
Sekutrem retweeted
Dana Usaha Diblokir oleh Bank Mandiri Cabang Kemang Pratama, Bekasi
Nasabah Terpaksa Menjadi Pengemudi Ojek Online
Saya akan menyebutnya sebagai Bapak W.
Setahun lalu, uang pesangon Bapak W sebesar Rp151 juta masuk ke rekening Bank Mandiri.
Dana tersebut seharusnya digunakan sebagai modal untuk memulai usaha setelah beliau mengambil pensiun dini.
Namun, dana tersebut tiba-tiba tidak dapat digunakan.
Setelah dikonfirmasi kepada pihak bank, diketahui bahwa rekening tersebut diblokir oleh Bank Mandiri Cabang Kemang Pratama karena adanya kredit mikro dengan sisa pokok sekitar Rp149 juta.
Padahal, selama ini Bapak W tidak pernah menunggak pembayaran cicilan, dan kredit tersebut masih memiliki sisa tenor sekitar tiga tahun.
Kami kemudian menyampaikan surat dan meminta agar pemblokiran setidaknya dibatasi untuk pembayaran angsuran selama enam bulan. Permintaan tersebut ditolak.
Dalam suratnya, Bank Mandiri mendasarkan tindakan tersebut pada klausula yang menyatakan bahwa debitur yang berhenti bekerja atau memasuki masa pensiun wajib melunasi kredit serta memberikan kuasa kepada bank untuk memblokir rekening.
Hal yang baru saya ketahui setelah lebih dari satu tahun berjalan justru lebih mengejutkan.
Dana sebesar Rp151 juta tersebut ternyata tidak digunakan untuk melunasi kredit Bapak W.
Dana tersebut tetap diblokir, tetapi kemudian digunakan oleh Bank Mandiri untuk membayar angsuran pokok dan bunga sesuai jadwal kredit. Dengan demikian, setelah lebih dari satu tahun, kredit tersebut ternyata belum lunas.
Padahal, ketika rekening diblokir, sisa pokok kredit sekitar Rp149 juta, sedangkan dana yang ditahan sekitar Rp151 juta. Jika dana sebesar itu memang dimaksudkan untuk melunasi kredit, mengapa pelunasan tidak dilakukan?
Mengapa dana tersebut justru ditahan sementara kredit tetap berjalan sesuai tenor? Yang lebih memprihatinkan, dengan mekanisme seperti ini, ketika dana Rp151 juta tersebut habis sebelum tenor kredit berakhir, Bapak W berpotensi kembali memiliki kewajiban pembayaran. Dengan kata lain, dana telah ditahan, tetapi utang belum diselesaikan. Situasi ini seolah-olah menempatkan nasabah sebagai pihak yang memberikan pembiayaan kepada bank, bukan sebaliknya. Namun, bunga tetap dibebankan kepada nasabah.
Dampaknya sangat nyata. Bapak W kehilangan pekerjaan. Rencana usahanya gagal karena dana pesangon yang seharusnya menjadi modal tidak dapat digunakan, sementara berbagai kebutuhan dan peralatan usaha sudah terlanjur dipesan. Saat ini, beliau bahkan bekerja sebagai pengemudi ojek online untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pembayaran SPP anaknya telah menunggak sekitar enam bulan. Anak beliau merupakan seorang hafidz Al-Qur'an dan berprestasi, sehingga pihak sekolah masih memberikan toleransi.
Bahkan, menurut penuturan klien saya, terkadang anaknya berangkat ke sekolah tanpa membawa bekal. Tempat tinggal mereka juga beberapa kali terancam karena keterlambatan pembayaran kontrakan. Sebagai kuasa hukum, tentu saya tidak akan tinggal diam. Sentimen negatif terhadap Bank Mandiri yang saat ini berkembang tidak akan saya manfaatkan sekadar untuk ikut mencela. Momentum ini akan saya gunakan untuk memperjuangkan hak klien saya melalui jalur hukum.
Kami akan menguji apakah tindakan Bank Mandiri tersebut benar-benar sesuai dengan hukum, perjanjian, prinsip kepatutan, serta ketentuan perlindungan nasabah. Apabila terdapat perbuatan melawan hukum, tentu akan kami lawan melalui jalur hukum. Karena bagi saya, hukum bukan semata-mata mengenai angka dan klausula perjanjian. Di balik setiap perkara, terdapat manusia dan keluarga yang kehidupannya turut terdampak. Sungguh memprihatinkan.
Bank harus tetap menjalankan kegiatan usahanya, tetapi jangan sampai aspek kemanusiaan diabaikan.
Menurut kalian, apakah tindakan bank dalam kasus seperti ini sudah wajar secara hukum dan kepatutan, atau seharusnya ada solusi yang lebih manusiawi bagi nasabah?
Sekutrem retweeted
Tus riñones filtran 190 litros de sangre al día. Pero ciertos alimentos dañan silenciosamente sus filtros con el tiempo.
Aquí tienes 6 alimentos que pueden dañar tus riñones y por qué:
1/ Cereales…🧵
Sekutrem retweeted
Kalo lo mau kurangin risiko pembuluh darah tersumbat, stroke, sama masalah aorta, mending jaga beneran kesehatan pembuluh darah lo deh.
Apalagi buat yang umurnya udah lewat 30-40 tahun.
Ini 8 hal yang harus lo jaga:
Sekutrem retweeted
Muka di uang 20 ribu itu bukan orang biasa.
Cucu Paku Alam III.
Jalur Putra Mahkota . bangsawan kelas atas, bukan priayi kelas dua.
Tapi dia pilih dipenjara tanpa pengadilan, diasingkan ke luar negeri, dan di akhir hidupnya BUANG gelar bangsawannya sendiri.
Ini kronologi lengkapnya, dari lahir sampai mati
Sekutrem retweeted
Lagu kebangsaan kita :
“Kulihat Ibu Pertiwi” melodinya 100% SAMA dengan himne Kristen legendaris “What a Friend We Have in Jesus” (1855)! 😬
Di adaptasi tahun 1908 oleh Kamsidi Samsuddin. Lirik diganti jadi cinta tanah air. Merdeka dengan melodi doa. 🇮🇩🙏
Pembaca buku yang dirahmati Allah.
Jangan kalian sekali-kali percaya akan sejarah yang dituliskan dalam film ini.
Tidak ada namanya wanita Gerwani motong dan nyilet-nyilet badan para jenderal yang tewas.
Tidak ada wanita Gerwani itu menari telanjang di Lubang Buaya.
Tidak ada itu lagu Genjer-Genjer dinyanyikan di Lubang Buaya.
Bagaimana kita bisa tau? Yuk kita belajar lagi dari buku sejarah yang bukan di tulis oleh penguasa. Mari berpikir kritis dan memaki-maki penguasa.
Sekutrem retweeted
walaach baruu tauu nek lagu anak-anak jawa “kodok ngorek” tuh jebule ternyata adaptasi langsung lagu swedia “små grodorna” yg artinya “kodok-kodok kecil.”
biasanya dinyanyiin sambil joget kodok pas festival midsommar. gemes lg. 🐸
jawa-swedia. what an unexpected crossover lol.
Sekutrem retweeted
احتج السفير الإسرائيلي على نشر هذا المقطع على منصات التواصل الاجتماعي❗️
وطالب بعض الشركات بحذفه بالكامل. لنجعله ينتشر فيروسية حول العالم
Sekutrem retweeted
Sebelum negara ini merdekapun pengkhianat itu sudah banyak berkeliaran demi keuntungan pribadi dan kelompoknya.
Jadi jika saat ini makin banyak pengkhianat yg tak ingin negara ini maju pastilah mereka itu anak keturunan yg memfitnah dan menyingkirkan Tan Malaka
Sekutrem retweeted
Guys, di tengah semua yang sedang terjadi perang Iran, Selat Hormuz yang buka tutup, harga BBM di negara-negara Asia Tenggara yang melonjak ada satu pertanyaan yang banyak orang tanya tapi jarang dijawab dengan jelas.
Kenapa Pertalite dan Pertamax harganya tidak naik?
Ferry Irwandi baru breakdown ini dengan sangat detail dan gua mau jelaskan sejelas mungkin supaya semua orang paham apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang perlu diwaspadai ke depannya.
situasi globalnya dulu perlu dipahami bersama. Singapura sekarang harga BBM-nya sudah Rp50.000 per liter. Laos Rp30.000.
Vietnam, Kamboja, Filipina, Thailand ada di range Rp25.000 sampai Rp28.000.
Sementara Indonesia Pertalite dan Pertamax tidak naik sama sekali.
JP Morgan bahkan menyebut Indonesia sebagai negara dengan ketahanan energi peringkat ketiga dunia dengan skor 77%. Di bawah Ukraina dan Afrika Selatan. Di atas semua negara Asia Tenggara lainnya.
Ini bukan kebetulan.
Ada tiga bantalan yang bekerja bersamaan dan perlu dipahami satu per satu.
bantalan pertama adalah sistem kontrak jangka panjang dengan formula pricing.
Hampir 80-90% pembelian minyak mentah Pertamina dilakukan lewat kontrak jangka panjang bukan beli di pasar spot harian yang harganya bisa meledak kapan saja.
Cara kerjanya gampang dipahami. Misalnya kontrak menggunakan formula rata-rata tiga hari berbasis MOPS. Hari pertama harga $80, hari kedua $100, hari ketiga $120.
Kalau beli di hari ketiga tanpa formula kita bayar $120.
Tapi karena pakai formula rata-rata kita hanya bayar $100 jauh lebih murah dari harga pasar yang sedang meledak.
Jadi ketika Selat Hormuz ditutup dan harga minyak global melonjak ekstrem, Indonesia tidak langsung merasakannya karena harga pembelian kita sudah dikunci jauh sebelum perang terjadi.
bantalan kedua adalah Saldo Anggaran Lebih atau SAL. Setiap tahun APBN biasanya ada sisa.
Sisa itu dikumpulkan selama bertahun-tahun dan disimpan sebagai cadangan untuk situasi yang tidak terprediksi seperti krisis energi ini.
SAL kita saat ini ada di angka sekitar Rp420 triliun.
Uang ini yang dipakai pemerintah untuk menanggung selisih antara harga minyak yang naik dengan harga BBM yang tetap dijaga stabil untuk masyarakat. Jadi yang nanggung kenaikannya bukan konsumen — tapi pemerintah lewat SAL ini.
bantalan ketiga yang paling sering dilupakan adalah batu bara. Indonesia punya produksi batu bara sekitar 790 juta ton per tahun.
Sekitar 550 juta ton dari itu untuk kebutuhan domestik termasuk pembangkit listrik.
Karena banyak pembangkit listrik kita ditenagai batu bara ketergantungan kita pada minyak untuk listrik jauh lebih kecil dari negara lain.
Negara-negara yang tidak punya batu bara harus pakai minyak dan gas untuk listrik. Ketika minyak dan gas langka dan mahal mereka langsung kena krisis listrik sekaligus krisis BBM bersamaan. Indonesia relatif terlindungi dari skenario itu.
tapi ini yang perlu dipahami dengan sangat jelas semua bantalan itu sifatnya sementara.
Bukan solusi permanen.
kontrak jangka panjang akan habis masa berlakunya. SAL Rp420 triliun itu bukan unlimited dan semakin lama krisis berlangsung semakin cepat habisnya.
Dan batu bara adalah energi yang punya masalah lingkungan jangka panjang sendiri yang tidak bisa diabaikan.
Ferry juga memberikan beberapa kritik yang menurut gua sangat penting dan perlu didengar pemerintah.
pertama soal subsidi. Subsidi BBM kita masih bersifat universal siapa pun yang beli Pertalite dapat manfaatnya termasuk orang kaya yang harusnya tidak perlu disubsidi.
Ini boros dan tidak efisien.
Subsidi harus dibuat lebih targeted hanya untuk yang benar-benar membutuhkan sehingga ruang fiskal bisa lebih luas.
kedua soal MBG.
Di tengah ketidakpastian global seperti ini, program yang menyedot hampir Rp1 triliun per hari dengan tata kelola yang masih sangat dipertanyakan adalah beban fiskal yang sangat besar.
Ferry bahkan bilang tegas kalau dia bisa memilih program ini lebih baik dihapus.
Tapi kalau memang dipertahankan harus dijalankan dengan cara yang targeted, transparan, efisien, dan optimal.
Bukan universal seperti sekarang di mana yang menikmati lebih banyak adalah pengelola dapur dan elit dibanding anak-anak yang seharusnya jadi penerima utama.
ketiga soal cadangan energi.
Cadangan penyimpanan energi kita masih kecil.
Justru di saat bantalan masih bekerja inilah waktu yang paling tepat untuk memperbesar kapasitas penyimpanan cadangan energi.
Karena kalau situasi memburuk dan bantalan sudah habis tanpa cadangan yang cukup kita akan sangat rentan.
keempat soal teknologi. Ada dua teknologi yang sudah dimiliki Indonesia dan perlu dioptimalkan lebih agresif. IOR untuk mengeluarkan minyak yang sebelumnya tidak bisa naik ke permukaan sehingga produksi domestik bisa ditingkatkan.
Dan RFCC yang membuat kilang minyak kita jauh lebih efisien sehingga residu minyak yang tadinya terbuang bisa diolah menjadi BBM berkualitas tinggi. Kombinasi keduanya bisa secara signifikan meningkatkan kemandirian energi kita jangka menengah.
dan satu hal lagi yang perlu diluruskan supaya tidak ada narasi yang menyesatkan.
ada yang mengklaim harga BBM Indonesia stabil karena diplomasi Presiden Prabowo yang berhasil meloloskan kapal Pertamina melewati Selat Hormuz. Ferry membantah ini dengan sangat tegas.
Tidak ada kapal Pertamina yang menembus Selat Hormuz. Malaysia yang kapalnya sempat lewat pun kondisi energinya jauh lebih buruk dari Indonesia.
Jadi alasan harga BBM kita stabil bukan itu melainkan tiga bantalan tadi yang sudah disiapkan jauh sebelum krisis ini terjadi.
kita patut bersyukur dan mengapresiasi bahwa sampai hari ini bantalan-bantalan itu masih bekerja. Itu nyata dan itu tidak boleh diabaikan.
Tapi bersyukur tidak boleh membuat kita berhenti bertanya dan berhenti menuntut solusi yang lebih permanen.
Karena bantalan itu bukan obat itu hanya penahan rasa sakit.
Dan selama obatnya belum ditemukan kita masih sangat rentan kalau situasi global terus memburuk.
Sekutrem retweeted
Mudik Lebaran 2026 sudah tiba!
Buat kamu yang berencana pulang kampung lewat jalur tol di Pulau Jawa, penting banget buat tahu perkiraan tarif tol supaya perjalanan bisa lebih siap.
Mulai dari Tol Jakarta-Cikampek, Cipali, sampai ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, masing-masing punya tarif yang perlu kamu perhitungkan sebelum berangkat mudik.
Kabar baiknya, Tol Tangerang-Merak memberikan diskon tarif tol hingga 30% pada periode tertentu selama arus mudik Lebaran.
Jangan lupa pastikan saldo e-toll cukup sebelum masuk tol agar perjalanan tetap lancar.
Geser postingan ini untuk lihat daftar tarif tol Pulau Jawa saat mudik Lebaran 2026.
Sekutrem retweeted
If you're in Indonesia and need a new laptop, I advise buying before April 2026. Our boss heard from Jakarta that prices of new laptops are likely to hike massively in April even for local brands (~Rp 9 jt for an Axioo with Intel i3 processor. What about int'l brands like Asus?).
Sekutrem retweeted
Indonesian teenager survives 49 days adrift at sea after his wooden fish trap slipped its moorings. He survived on fish and seawater he squeezed from his clothing before being rescued by a passing cargo ship.
Sekutrem retweeted
Why do so many people in India have bloated, protruding stomachs…
Even if they’re not overweight?
It’s not just genetics.
Here’s what’s really going on: 🧵





























