Pseudonym retweeted
NO VIRAL NO JUSTICE ‼️
JIKA MASIH ADA BAWAHANMU YANG SEPERTI INI WAHAI WAK KAPOLRI, ANTARA DUA KAU COPOT ANAK BUAHMU ATAU KAU YANG DICOPOT.
Acc: @bang_dasco @sjafriesjams
Tolong bantu kasus orang tua kita ini wak 🙏. Kemaren udah kubangga banggakan Kapolri kita ini dengan segala macam pujian tapi ternyata oknum² polisi masih ada yang seperti ini ditingkat bawah. Sangat merusak hati nurani💔
MEDAN,
Pasangan lanjut usia di Medan, Suhairi (73) dan Susilawaty (66) pemilik rumah yang sah berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM) diduga menjadi menjadi korban kriminalisasi. Keduanya dilaporkan ke Satreskrim Polrestabes Medan oleh saudari berinisial E yang mengontrak tanpa membayar di rumah tersebut.
Saat ini, rumah sah milik pasangan lansia dikuasai oleh pelapor E sejak satu tahun yang lalu dengan laporan polisi nomor : LP/B/2662/VIII/2025/SPKT/Polrestabes Medan tertanggal 20 Agustus 2025. Kedua pasangan lansia yang menjadi korban dugaan kriminalisasi tersebut terancam menjadi tersangka dan kehilangan rumah miliknya.
Kini keduanya memohon keadilan kepada Kapolri, Komisi III DPR RI, Ombudsman RI dan Kapolda Sumut. Melalui kuasa hukum dari Law Office ILO and Partners, Irwansyah Putra Nasution, S.H., M.H mengatakan kedua korban sudah berulang kali mencari keadilan, sudah bersurat ke Kapolri, Komisi III DPR RI dan Kapolda tapi tidak mendapatkan tanggapan. Rabu, (21/10/2026).
"Korban sudah mencari keadilan, tapi belum dapat. Cuma ke Allah SWT yang belum bersurat. Kapolrestabes juga tidak merespon, sudah dihubungi dan bersurat," katanya. Lanjut Irwansyah, kedua pasangan lansia tersebut juga sudah melaporkan saudari E ke Subdit II Ditreskrimum Polda Sumut, tapi proses penanganannya sudah tujuh bulan belum mendapatkan keadilan, terkesan lambat dan jalan ditempat. Laporan polisi kliennya tercatat dengan nomor laporan polisi : LP/B/438/III/2026/SPKT/Polda Sumatera Utara tertanggal 17 Maret 2026. "Kita berharap ada keadilan. Klien kami dikriminalisasi di Polrestabes Medan.
Semoga pak Kapolri mendengarkannya," ucapnya. Kami percaya Polri bersama masyarakat, pasti ada keadilan yang diberikan, tapi tanpa dorongan publik, keadilan sangat berat untuk didapatkan. No viral no justice. Laporan Lansia dan Pengecekan TKP Setelah Berbulan-bulan Penanganan laporan dugaan penyerobotan rumah yang dilayangkan pasangan suami istri lanjut usia, Susilawati (66) dan Suhairy (73), ke Polda Sumatera Utara menjadi sorotan.
Ini teks dari gambar yang sudah dirapikan:
Setelah laporan tercatat sejak 17 Maret 2026, pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) di rumah yang mereka klaim sebagai milik sah di Kompleks Villa Kencana, Medan Johor, Kota Medan, baru dilakukan pada Rabu (21/10/2026). Rentang waktu sekitar tujuh bulan sejak laporan dilayangkan hingga pengecekan lokasi tersebut menimbulkan pertanyaan dari pihak pelapor mengenai perkembangan penanganan perkara.
Pasangan lansia itu berharap laporan mereka ditindaklanjuti secara profesional dan memberikan kepastian hukum atas rumah yang masih tercatat atas nama Susilawati dalam Sertifikat Hak Milik (SHM).
Pengecekan TKP dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara di rumah yang menjadi objek sengketa di Kompleks Villa Kencana, Medan Johor, Rabu (21/10/2026).
Pengecekan tersebut dipimpin Kompol Faidir Chaniago, S.H., M.H., selaku Kanit 3 Subdit 2 Ditreskrimum Polda Sumatera Utara.
Meski demikian, pihak pelapor mempertanyakan perkembangan penanganan laporan mereka yang telah berjalan sejak Maret 2026, terutama karena pengecekan lokasi baru dilakukan pada Oktober 2026.
Irwansyah menilai pengecekan lapangan penting untuk memastikan kondisi rumah dan memperoleh gambaran langsung mengenai objek yang dipersoalkan.
Apakah harus no viral no justice baru mendapatkan keadilan. Kami percaya Polri bersama masyarakat dapat memberikan keadilan. "Kami memohon pada publik (netizen) agar perkara ini sampai ke telinga pak Kapolri," tutup Irwansyah.
Pseudonym retweeted
Buat kakak-kakak yang belum paham, ini namanya potret kemiskinan akibat pemimpin yang tidak tahu cara mengambil keputusan tepat sasaran.
kemiskinan di Indonesia bukanlah kemiskinan Kultural yg disebabkan oleh rakyat malas bekerja dan berusaha, banyak manusia yang bekerja pagi hingga malam, dan malam hingga pagi namun tetap tidak merubah kondisi ekonomi, kemiskinan di Indonesia adalah kemiskinan Struktural karna kurangnya peran negara dalam memberdayakan rakyatnya. kemiskinan dipelihara oleh pemerintah agar bansos dan sembako punya ruang dan tempat dihati masyarakat
Kemiskinan yang masif adalah representasi
dari kebodohan dalam pengambilan kebijakan.
@prabowo @Gerindra @bang_dasco @DPR_RI @KemensosRI
Pseudonym retweeted
Sayang banget ya, kantor walikota bersejarah berusia lebih dari 140 tahun di Limoges, Prancis, lenyap dikabar warga yg ladi demo
Demo besar pecah di Prancis, 17 Okt 2026, karena kemarahan rakyatnya soal inflasi, harga2 naik, gaji jalan di tempat, utang publik terhadap PDB mengkhawatirkan
🎥: Paris Match
Pseudonym retweeted
UP GUYS - PAPUA TENGAH
Berdasarkan hasil pantauan warga, dilaporkan terjadi kebakaran/pembakaran hutan dan lahan di wilayah Pegunungan Tengah, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Api dilaporkan terus meluas.
Hingga kini, belum diketahui apakah penanganan oleh petugas pemadam telah dilakukan. Semoga api segera ditangani dan tidak meluas ke wilayah lainnya.
Pray For Papua
Pseudonym retweeted
Cowok brengsek 🤬🤬
Ga ngasih nafkah istri malah main judi
This quoted post is unavailable.
Pseudonym retweeted
Tingkat kepuasan atas kebijakan Prabowo anjlok. Warga negara mengalami stres akibat perilaku Presiden.
#TempoPlus
Pseudonym retweeted
King Vicky Prasetyo sampe besrsabda tentang Kalimantan, tapi bagus loh isi pidatonya 🙏
"Kalian membakar hutan demi menanan uang, tapi lupa kalo lembaran rupiah dan dolar tidak pernah bisa dihirup untuk bernafas,
langit yang menguning dan pekat hari ini, bukan pertanda senja yang estetik melainkan alarm darurat bahwa paru-paru negeri ini sedang sekarat dibakar hidup-hidup❗"
Seorang bayi berusia 1 tahun 2 bulan di Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal setelah mengalami sesak napas dan sempat menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) rumah sakit.
Kondisi itu terjadi di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti lingkungan tempat tinggal mereka di Jalan Diponegoro, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda.
Berdasarkan keterangan keluarga, bayi tersebut awalnya mengalami sesak napas hingga harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis pada Rabu (14/10). Kondisinya kemudian memburuk dan mengharuskannya menjalani perawatan di ruang ICU.
Namun, nyawa bayi tersebut tidak tertolong. Bayi itu dinyatakan meninggal pada hari berikutnya, Kamis (15/10).
Kakek korban, Sarno, menyebut bahwa, saat kejadian, kabut asap menyelimuti lingkungan tempat tinggal keluarga. Kondisi tersebut membuat keluarga khawatir terhadap kesehatan cucunya yang masih bayi.
“Waktu itu cucu saya mengalami sesak napas. Di sekitar rumah memang ada kabut asap yang menyelimuti lingkungan. Kami khawatir kondisi asap itu berdampak pada pernapasannya,” ujar kakek korban.
📸: Dok. kumparan.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | vidol | R203 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Pseudonym retweeted
Sedih banget ini. Bangsa kita sepertinya betul-betul sakit. Bencana terjadi dimana-mana tetapi dana untuk penanganan bencana dikorupsi di lembaga pemerintahan yg mengurusi bencana.
Bayangkan, OTT korupsi oleh KPK terjadi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

























