amoya retweeted
⠀
Kini tiba saatnya memberikan apresiasi kepada anggota yang telah menunjukkan partisipasi, dedikasi, serta kontribusi terbaik selama perjalanan BadgexBloom.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan keaktifan yang telah ditunjukkan.
⠀
amoya retweeted
⠀
Bagi kami, BadgexBloom bukan sekadar agensi, melainkan tempat terciptanya cerita, kebersamaan, dan kenangan yang akan selalu menjadi bagian dari perjalanan kita.
Selanjutnya kita akan sampai ke beberapa penghujung rangkaian perjalanan.
⠀
amoya retweeted
⠀
Kami menyadari bahwa perjalanan ini tentu tidak selalu berjalan sempurna.
Untuk segala kekurangan, kesalahan, maupun hal-hal yang mungkin kurang berkenan selama kegiatan berlangsung, kami memohon maaf sebesar-besarnya.
⠀
amoya retweeted
⠀
Terima kasih telah mengikuti setiap misi, melewati berbagai tantangan, serta menjadi bagian dari perjalanan ini sejak awal hingga saat ini.
⠀
amoya retweeted
⠀
Selamat malam, cops!
Kami ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Cops yang telah bergabung, berpartisipasi, dan memberikan kontribusi terbaik selama kegiatan BadgexBloom berlangsung.
⠀
amoya retweeted
Replying to @BadgexBloomSUB @BadgexBloomCA
Sementara itu, file sebenarnya berada di tangan Allea selaku kaki tangan nya Arwino.
amoya retweeted
Replying to @BadgexBloomSUB @BadgexBloomCA
Satu kesaksian yang tidak disampaikan, sejumlah petunjuk yang belum terhubung, dan keputusan yang ternyata keliru telah membawa penyelidikan pada akhir yang salah.
The case may be closed, but the truth remains hidden.
amoya retweeted
Replying to @BadgexBloomSUB @BadgexBloomCA
Sementara para cops merasa telah menyelesaikan kasus ini, pelaku sebenarnya masih berada di luar sana.
Arwino berhasil lolos dari penangkapan, sedangkan kebenaran mengenai kematian Adrien Vale masih belum terungkap sepenuhnya.
amoya retweeted
Replying to @BadgexBloomSUB @BadgexBloomCA
Ia datang untuk meminta jawaban. Namun, pada malam itu, kemarahannya justru membuatnya mengambil nyawa orang yang selama ini ia yakini bertanggung jawab atas penderitaan keluarganya.
Pukul 20.30 WIB, Arwino meninggalkan ruangan pribadi Adrien.
amoya retweeted
Replying to @BadgexBloomSUB @BadgexBloomCA
Adrien terhuyung dan terjatuh di dekat meja. Ruangan yang sebelumnya dipenuhi perdebatan mendadak hening.
Arwino terdiam. Ia menatap Adrien yang tidak lagi memberikan respons.
amoya retweeted
Replying to @BadgexBloomSUB @BadgexBloomCA
Di tengah pertengkaran tersebut, Arwino bergerak ke arah meja kerja Adrien dan meraih papan nama bertuliskan ADRIEN VALE yang berada di atasnya. Dalam luapan amarah yang tidak lagi mampu ia kendalikan, ia menghantamkan benda tersebut ke arah kepala Adrien.
amoya retweeted
Replying to @BadgexBloomSUB @BadgexBloomCA
Adrien kemudian meminta Arwino untuk meninggalkan ruangan. Namun, Arwino masih menuntut penjelasan dan pertanggungjawaban atas laporan yang dibawanya.
Ketika Adrien kembali menolak memberikan jawaban, emosi Arwino akhirnya mencapai batasnya.
amoya retweeted
Replying to @BadgexBloomSUB @BadgexBloomCA
Bagi Arwino, kalimat itu seolah meremehkan seluruh penderitaan yang pernah dialami keluarganya.
amoya retweeted
Replying to @BadgexBloomCA
Puncaknya terjadi ketika Adrien berkata,
“Tidak semua orang mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ada orang yang punya kuasa, ada yang tidak. Memang begitulah cara dunia bekerja.”
amoya retweeted
Percakapan yang awalnya berisi tuntutan penjelasan perlahan berubah menjadi pertengkaran. Arwino mulai mempertanyakan bagaimana seseorang yang dikenal sebagai dermawan bisa begitu saja mengabaikan keluarga-keluarga yang pernah berharap pada yayasannya.
amoya retweeted
Alih-alih memberikan penjelasan, Adrien justru menganggap Arwino terlalu membawa persoalan pribadi ke dalam urusan profesional.
amoya retweeted
“Orang tua gue sudah melakukan semua yang diminta. Mereka menunggu, mencari informasi, bahkan berusaha mendapatkan penjelasan. Tapi bantuan itu nggak pernah datang. Sekarang lo masih mau bicara soal prosedur?”
amoya retweeted
Jawaban tersebut membuat Arwino semakin kecewa. Ia kembali mengingat bagaimana keluarganya telah berusaha mengikuti seluruh prosedur, tetapi tidak pernah mendapatkan bantuan maupun penjelasan.





