( ͡º ͜ʖ ͡º) (@dmwsdq) profile picture

akun anon

JKT
Joined September 2009
Photo by ( ͡º ͜ʖ ͡º) (@dmwsdq)Photo by ( ͡º ͜ʖ ͡º) (@dmwsdq)Photo by ( ͡º ͜ʖ ͡º) (@dmwsdq)Photo by ( ͡º ͜ʖ ͡º) (@dmwsdq)Photo by ( ͡º ͜ʖ ͡º) (@dmwsdq)Photo by ( ͡º ͜ʖ ͡º) (@dmwsdq)Photo by ( ͡º ͜ʖ ͡º) (@dmwsdq)Photo by ( ͡º ͜ʖ ͡º) (@dmwsdq)Photo by ( ͡º ͜ʖ ͡º) (@dmwsdq)Photo by ( ͡º ͜ʖ ͡º) (@dmwsdq)
Replying to @dmwsdq
Kepada: Yth. segenap teman di timeline, Saya mohon maaf atas segala kesalahan lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
1
1,693
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
👤: kuliah dmana? 🗣️: UIN 👤: juruan apa? 🗣️: Manajemen 👤: yang jujur... 🗣️: yaudah iya... Manajemen Dakwah
👤: kuliah dmana? 🗣️: UGM 👤: juruan apa? 🗣️: ilmu kehutanan. . . 👤: yang jujur... 🗣️: yaudah iya... teknologi kayu. 🤣
9
4
62
2,813
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
Lucu banget mas gatot sukses mengadu domba 😹
7
70
3
679
38,502
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
Replying to @yoeskenawas
Gila mmg... Perjuangan total lbh dr puluhan tahun era orba + reformasi... Mau dihancurin dalam 5 tahun Keren mantap brother @prabowo
1
18
794
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
Susah2 dulu narik abri biar ga berbisnis. Itu pun belum selesai. Sekarang dibalikin lagi. Hadeh...
Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang di Kaltim ke Kopassus jadi gini guys, kementerian esdm menyerahkan lahan seluas 137,1 hektare di kutai kartanegara, kalimantan timur, ke kementerian pertahanan lewat komando pasukan khusus atau kopassus lahan itu sebelumnya berasal dari aset pertambangan batu bara, dan akan dipakai untuk mendukung pertahanan negara bentuknya adalah alih status penggunaan barang milik negara atau bmn, berupa 102 bidang tanah, dan serah terimanya ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima atau bast pada jumat 6 november 2026 lokasinya di desa jembayan, kecamatan loa kulu, kabupaten kutai kartanegara, dengan luas 1.371.227 meter persegi aset itu berasal dari perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara atau pkp2b milik pt multi harapan utama, dengan total nilai perolehan rp70,68 miliar kepala pusat pengelolaan barang milik negara kementerian esdm, rakhmawati, bilang penyerahan ini bentuk kerja sama antarkementerian dan lembaga untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara dia menyebut indonesia negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, wilayahnya luas dan kaya sumber daya alam, jadi butuh perhatian khusus soal kedaulatan katanya juga, ketahanan energi jadi salah satu faktor utama untuk keamanan nasional, terutama di wilayah perbatasan setelah bast ditandatangani, status penggunaan lahan resmi pindah ke kemhan atau kopassus, dan lahannya jadi tanggung jawab penerima untuk dipakai sesuai tugas dan fungsinya jadi bahasa gampangnya, lahan bekas aset tambang batu bara seluas 137 hektare di kaltim resmi diserahkan ke kopassus supaya dipakai untuk kebutuhan pertahanan nah menurut kalian guys, lahan bekas tambang seperti ini sebaiknya dipakai untuk apa supaya paling bermanfaat?
16
578
3
1,663
16,433
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
Replying to @RadityoDharmaP
Kadisnya yg kuliah, umbinya yg pusing. 😂
2
1
142
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
Replying to @RadityoDharmaP
Saya kalau lagi kuliah, di gedung tuh keleleran para protokoler. Dosennya bilang: saya tau nanti kalian disertasi pasti dibuatkan, setidaknya sebelum sidang dibaca dulu hiar jawabannya linier dengan apa yang dicetak. 😂
1
1
4
726
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
Ini betul banget! Karena model begini, jadi bahkan skripsi S1 banyak yang jauh lebih advance dari tesis dan disertasi. Bahkan, asisten peneliti lebih banyak yang mahasiswa S1 daripada S2 (dan tidak ada yang S3). Ya gimana, wong yg S3 banyak pejabat 🫢🥲
Berhubung twet ini, yang terjadi sekarang dengan ekosistem riset pendidikan tinggi dan mahasiswanya: - S3 program tampungan pejabat dan pajang gelar — harusnya frontier research dan publikasi di sini tapi gak kejadian. Jadinya ekosistemnya cascade ke bawah.
1
45
4
288
10,274
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
akhirnya ketemu jg alasan kenapa ekonomi berbasis konsumsi kayak kopi kenangan dll tumbuh sangat cepat 5 tahun terakhir. thank you @joshuawalkersoc
Indonesia's growing middle class continues to be a steady engine of GDP growth. But almost no one is aware of this basic economic fact because some senior economists inexplicably insist on deflating household consumption expenditure values using the national poverty line.
6
158
4
1,021
39,725
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
Replying to @exalucidator
Ngantukan tuh pasti oranya
1
1
3,266
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
Replying to @exalucidator
jd inget di kantor lama ada SPV baru, pamer di tempat sebelumnya udah jadi manager bikin dashboard ini itu pencapaian wasweswos pas ada diskusi aku bilang "lah ini mah harusnya SELECT DISTINCT dong" dia jawab "itu apa ya?" bener aja ke depannya semua kerjaan aku dia take credit
2
2
2
175
14,297
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
jaman dulu di kantor ada org yg fafifu wasweswos AI, automation, dll trus pas discuss gw suggest “pake median aja”, trus dia lempar balik “median tu apa ya?” Disitulah saya sadar perjalanan kita masih sangat panjang 🤣
26
252
23
3,477
120,439
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
Boleh banget. Saya udah sering bilang, yang agak aneh itu model kurikulum S2 kita (hukum seengaknya) itu di-treat kaya MPhil/MRes (2 tahun, ada seminar, kelas metode, output publikasi dll). Padahal dibikin by coursework ya sah-sah aja.
bole gasi mau ambil s2 for the sake of ngembangin perspektif dan mindset buat jd praktisi, bukan jd akademisi (dgn implikasi bhw s2nya ga berat ke riset) dan ambil s2 tp blm nentuin arah riset & spesialisasinya kemana (will be figuring out selama menjalaninya) kyk pas s1
1
11
1
88
6,064
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
Berhubung twet ini, yang terjadi sekarang dengan ekosistem riset pendidikan tinggi dan mahasiswanya: - S3 program tampungan pejabat dan pajang gelar — harusnya frontier research dan publikasi di sini tapi gak kejadian. Jadinya ekosistemnya cascade ke bawah.
Boleh banget. Saya udah sering bilang, yang agak aneh itu model kurikulum S2 kita (hukum seengaknya) itu di-treat kaya MPhil/MRes (2 tahun, ada seminar, kelas metode, output publikasi dll). Padahal dibikin by coursework ya sah-sah aja.
1
31
5
110
11,036
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
2022 gue ada high level summit di Jakarta, pake si tante ini MC nya. Nada nya sempet ninggi ke gue. Lo di hire karena gue bilang OK wahai tante. Next nya gak dipake lagi kan? karena apa, karena bahasa Inggris lu JELEK, wawasan lu gak cukup LUAS dan suka meremehkan orang.
Padahal bisa, "mas Floor Director, bisa dibantu...." (Misal ga hapal namanya). Kan dia tau tuh masnya sebagai FD. Mannernya sebagai Jurnalis dimana mba? This shows how u respect people.
23
301
12
2,772
190,566
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
Replying to @Piztachioz
Temen gue orang PR pernah bikin press con client luar, media udah datang 40 lebih, lalu doi jadi MC… telat.
2
2
307
25,582
para lelaki kalo ngerayain ulang tahun temen tuh ada tradisi gini ya🤔
568
412
264
2,614
424,122
National news: - wiretapping scandal - geopolitical impact of Iran war and midterm elections - KAI CEO corruption case Pramonopura subplot: - cat drama
Replying to @_wafflepancake
The power of Parhan
1
102
4
395
6,912
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
Diskursus Anglo-American pakenya “taxpayers’ money” — nah ini jarang ada padanannya apalagi di apgakum
bisa ga ya kita berhenti ngomong "uang negara" tapi mulai membiasakan pakai "uang rakyat"
2
5
35
1,292
kementerian kegelapan episode sidak ke gygy’s cafe punya nagita slavina ini menarik karena berjalan tanpa adanya APBN seru banget ngeroasting di tempatnya langsung🤣
12
437
3
3,575
152,969
( ͡º ͜ʖ ͡º) retweeted
Replying to @dmwsdq @mhuseinali
Ke Arab harusnya biar biaya umroh/haji lebih murah dikit
1
71