PaitanSengit (@dwitorro) header
PaitanSengit (@dwitorro) profile picture

sedang menjalani cerita Nya...

Bantul YK
Joined June 2010
Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)
PaitanSengit retweeted
Bayangin kalau tetangga lo bikin status WhatsApp (SW) kayak gini.
111
1,848
96
6,136
170,014
Balbalan Jembotttt – at Kasihan, Indonesia
5
PaitanSengit retweeted
Second podium of the year for the Indonesian 🥈 🇮🇩 #MalaysianGP 🇲🇾
173
3,454
278
11,349
221,144
PaitanSengit retweeted
Pernyataan peneliti CELIOS (Bhima Yudhistira) di Mahkamah Konstitusi yang menyebut Kopdes Merah Putih sebagai kebijakan koperasi paling buruk sepanjang sejarah, menyajikan data pembanding yang sangat telak. Daripada mengucurkan kredit Rp240 triliun untuk proyek fisik sentralistik yang memakan usaha rakyat, dana sebesar itu sebenarnya bisa memberi suntikan modal Rp61,5 juta ke tiap 3,9 juta warung kecil se-Indonesia. Ditambah lagi, pemotongan Dana Desa demi cicilan ini terbukti mengorbankan gaji guru PAUD, perbaikan jalan, hingga Posyandu. Ini bukan ekonomi kerakyatan, tapi kanibalisme usaha rakyat disokong negara.
75
2,820
23
5,928
87,199
PaitanSengit retweeted
Ya ampun Darrrr Dar…. wkwkwkkwkwkwk
306
1,360
130
5,652
225,675
PaitanSengit retweeted
customer bayar, customer dapat pelayanan, customer boleh kasi kritik dan saran via google review. Rakyat bayar pajak, rakyat dapat pelayanan dari pejabat, rakyat boleh kasi kritik dan saran via medsos. orng yg dibayar ttp harus bekerja baik meski ga dapat pujian.
314
16,512
218
37,086
555,684
🚨 SIAPA YANG SEBENARNYA SUDAH PALING BANYAK MENIKMATI "KEISTIMEWAAN" JOGJA & TANGGUNG JAWAB NYA? MENGUNGKAP REALITA DI BALIK KOTA PELAJAR! 🚨 Di balik romantisnya pariwisata dan predikat Kota Pelajar, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyimpan realita sosiopolitik dan ketimpangan ekonomi yang jarang terungkap. Pernahkah kalian menyadari bahwa wajah tata kelola kota kita makin hari makin semrawut? 🤔🏙️ Realitanya, ruang publik dan pariwisata Jogja banyak dikuasai oleh sistem ekonomi bayangan. Kasus pungutan liar (pungli), parkir "nuthuk" dengan tarif tak masuk akal, hingga maraknya premanisme seolah tumbuh subur. Ironisnya, institusi wakil rakyat di DPRD, instansi pemda dan kepolisian seolah lumpuh tak berdaya. Penegakan hukum kerap terbentur kuatnya budaya ewuh pakewuh, serta jejaring patronase elite lokal, oknum pemda, hingga ormas pembeking yang mengklaim sebagai perpanjangan tangan penguasa. 🛵💸⚖️ Sistem politik DIY dengan dualitas kepemimpinan Sultan sebagai Raja kultural sekaligus Gubernur, memang menjaga stabilitas politik meski penuh intrik dari lawan politik & isu calon suksesi pengganti. Namun, siapa yang menikmati kucuran triliunan Dana Keistimewaan? Nyatanya, porsi terbesar justru terserap ke atas: keluarga keraton, birokrasi, elite pemodal besar, kontraktor proyek, dan mafia ekonomi jalanan. Investor dengan mudah menguasai tata ruang, membangun fasilitas mewah yang hanya bisa dinikmati kelas menengah atas dan pendatang berprivilese. 🏰💰 Lalu gimana nasib warga asli & masyarakat kecil? Mereka menjadi kelompok paling terpinggirkan. Di tengah himpitan UMR/UMP yang terendah di Indonesia, warga lokal terusir oleh gentrifikasi. Generasi muda menjerit tak mampu membeli hunian karena harga tanah meroket akibat spekulasi kapitalis. Sementara itu, mahasiswa & warga yang menyuarakan kritik sering kali dibenturkan dengan blokade ormas reaksioner, menciptakan konflik horizontal yang melukai kohesi sosial. Warga bawah akhirnya dipaksa sekadar "nrimo ing pandum". 📉🥀 Keistimewaan Jogja sedang diuji. Mampukah tata kelola kota berpihak pada warga aslinya, bukan sekadar elite? Bagaimana realita hidup di Jogja yang kamu rasakan hari ini? 🙏 Sc : @barceeelll
8
630
10
1,218
27,192
Pada aksi 28 Oktober 2026 di Yogyakarta, guru besar ilmu hukum UGM Zainal Arifin Muhtar, mengajak para pemuda untuk meneriakkan yel-yel revolusi dan melawan rezim yang yang tidak berpihak pada rakyat. Ribuan massa yang melakukan aksi di Yogyakarta, terdiri dari sejumlah elemen gerakan masyarakat, aktivis, dan mahasiswa. Seperti dari Forum Cik Di Tiro, mahasiswa dari sejumlah kampus, dan suporter bola. 🎥: Project Multatuli #IndonesiaSadar #ProjectMultatuli
20
3,625
55
6,706
90,002
PaitanSengit retweeted
Keren warga Jogja merekam kericuhan dengan estetik 😭
90
8,248
106
28,671
264,618
PaitanSengit retweeted
91
954
69
2,572
138,205
PaitanSengit retweeted
Pak Menkes Gagal Beradaptasi. From This. To This.
204
5,895
307
13,587
252,239
Nah, si paling beradaptasi ini akhirnya berkunjung ke Palangka Raya. Gak pakai lama untuk beliau langsung megap2 kurang oksigen. Makan tuh adaptasi! From this to this
210
4,717
193
10,503
213,046
Ratusan mahasiswa berunjuk rasa di depan kantor gubernur di Kalimantan Tengah (23/10) terkait kebakaran hutan dan lahan. Mereka menuntut agar pemerintah mengambil tindakan yang lebih tegas untuk menangani kebakaran hutan yang membuat mereka 'sulit bernapas'.
21
1,666
17
2,914
43,432
PaitanSengit retweeted
The first ever Indonesian #Moto3 polesitter is Veda Pratama 🇮🇩 And his first ever front row too! 😎 #AustralianGP 🇦🇺
316
4,543
659
13,482
704,091
PaitanSengit retweeted
Di usia senjanya, Mbah Waryanah (65) masih merawat cucunya, Cahyo Agung Wibowo (18), yang menderita polio sejak bayi hingga lumpuh dan tak bisa berkomunikasi. Keduanya tinggal di Kedung Buweng 4, Wukirsari, Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Selama 13 tahun, Mbah Waryanah merawat Cahyo setelah kedua orang tuanya pergi ke Jakarta dan Palembang dan tak pernah kembali. Cahyo ditinggal ortunya saat usia 5 tahun. Setiap pagi, Mbah Waryanah berjalan kaki lebih dari dua kilometer untuk berjualan jajanan pasar. Penghasilannya hanya Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu sehari untuk memenuhi kebutuhan mereka, termasuk membeli popok Cahyo. “Kalau makan, lauknya seadanya yang penting ada kecap mau. Garam sama air putih ya nggak papa. Yang penting ada pampers,” kata Mbah Waryanah. Mbah Waryanah tak bisa lama-lama berjualan karena tak tega meninggalkan Cahyo sendirian. Sementara di rumah, Cahyo menghabiskan hari-harinya di kamar kecil dan sesekali terhibur dengan mendengarkan radio. Kini, di tengah usianya yang semakin tua, Mbah Waryanah mengkhawatirkan masa depan sang cucu jika dirinya tak lagi mampu merawatnya. “Saya ngunduri tuo (semakin tua). Cahyo ngunduri gede (semakin besar),” tuturnya. 📸: Dok. kumparan/Panji Purnandaru. ⁠ Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | svl | R091 | R120 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan
32
550
27
1,797
76,820
PaitanSengit retweeted
Dapat video dr seorang teman tentang kondisi yg warga Palangkaraya hadapi sehari2. Berbulan2 hingga hari ini. Tak terasa membaik, justru asap semakin pekat... Mana tanggung jawab pemerintah?
21
814
2
1,445
19,904
PaitanSengit retweeted
banyak yang kecolongan!!! ijo - coklat pasti dihukum atasan karena daerah HI itu titik vital jakarta yang semua mata dunia melihat, termasuk komdigi juga kecolongan, karena ini ga ada di kata kunci yang mereka banned dan boom langsung meledak bikin pecah semua algoritma sosmed, respect buat kakak greenpeace 🫶
133
20,079
132
51,955
550,243
Antrean BBM, kendaraan listrik, dan oligarki sendok garpu. Eps 35 - Serial Ekspedisi Indonesia Baru youtu.be/fOI1dak0H1E?si=gX-j…
38
1,599
16
3,532
79,048
PaitanSengit retweeted
Membayangkan ada keajaiban Istanbul United di sini. Garis depan jalanan di Yogyakarta berbaris massa terorganisir dengan zirah kebesaran PSS, PSIM, Persiba dsb. Di belakang teman-teman dari seluruh Universitas dengan pelindung lengkap khas gerakan Hongkong saling melengkapi.
150
1,125
108
2,317
313,106
FOTO TER EPIC ABAD INI. SALAM HORMAT UNTUK SRIKANDI HEBAT GREENPEACE INDONESIA
73
14,015
164
37,359
337,220