fadlanous retweeted
MK mengeluarkan putusan nomor 260/PUU-XXIII/2025 tertanggal 15 Oktober 2026 yang menyatakan UU nomor 31 tahun 1997 tentang peradilan militer bertentangan dengan UUD 1945 secara bersyarat.
MK menyatakan militer yg melakukan tindak pidana umum harus disidangkan di pengadilan umum (pengadilan negeri).
MK memberi waktu 2 tahun kepada DPR RI untuk merevisi Undang Undang peradilan militer tsb.
Jika dalam kurun waktu 2 tahun belum juga di revisi,MK memutuskan Undang Undang tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi.
Langkah bagus untuk transparan penegakan hukum, khususnya penegakan terhadap anggota militer yg melakukan tindak pidana kepada masyarakat sipil.
fadlanous retweeted
God please take his suffering and give it to Prabowo
Pope Leo XIV has been diagnosed with lung cancer, the Vatican confirms.
Readers added context they thought people might want to know
Important context: The cancer was detected at an early stage and was surgically removed. Doctors anticipate a very good prognosis for Pope Leo XIV’s recovery.
cnn.com/2026/10/13/hea…
fadlanous retweeted
Sorry for talking about this in Indonesian, but…
Tetaplah berbicara soal politik, terutama ketika ada sesuatu yang mengusik nurani lu
Kalau lu main Persona 5, lu sadar kan apa yang terjadi ketika orang seperti Shido punya kekuasaan untuk menindas orang lain?
Kalau lu main Final Fantasy VII, lu sadar kan gimana Shinra mengeksploitasi planet demi kepentingannya sendiri, sementara masyarakat harus menanggung akibatnya?
Kalau lu main Xenogears, lu sadar kan gimana kekuasaan, agama, dan manipulasi bisa digunakan untuk mengendalikan manusia?
Kalau lu main NieR:Automata, lu sadar kan gimana perang yang diwariskan terus-menerus bisa membuat orang mempertanyakan apa sebenarnya yang sedang mereka perjuangkan?
Kalau lu main Trails, lu sadar kan gimana konflik geopolitik, propaganda, dan kepentingan negara bisa mengorbankan kehidupan orang biasa?
Game yang kita mainkan aja berani mempertanyakan kekuasaan, penindasan, dan sistem yang merugikan manusia
Jadi, kenapa ketika hal serupa terjadi di dunia nyata, kita malah diminta diam? 🙂
You can log out of a game, but you can’t log out of society 👋
Everything is political. And sometimes, staying silent is a privilege not everyone can afford
Jakarta dikuasai pake habib-habiban, jateng jatim dikuasai pake gus-gusan, kalimantan dikuasai pake kostum panglima-panglimaan.
Polanya yaa sama: Ormas-ormas gajelas tapi ditakuti warlok. 🤣
Orang-orang Bangladesh, Pakistan, India, srilanka yg privileged yaa ngomong gaslighting kayak gini juga ke warganya yg ngeluh dan mau kabur kerja di luar negeri 🤭
Saya udah pernah bilang, kalo kocokan kehidupan kalian diulang persentase kalian tinggal di tempat yang lebih baik dari indonesia tuh gasampe 30%
70% lebih kemingkinan kalian lahir di negara yang lebih busuk dari indonesia kayak nigeria atau india.
Bahkan lahir di eropa aja gak selalu lebih nyaman dari indonesia 🤡
Gua curiga biaya seremoni peresmiannya lebih mahalndari harga bangun jembatannya. 🤭
POV kameramen saat jembatan ambruk ketika baru diresmikan. kameramen ikut ambruk juga
𖥔 jembatan merah putih tsb dibangun oleh KODIM 0625 dan YON TP pangandaran
𖥔 jembatan ambruk saat bupati pangandaran & sejumlah pejabat lagi jalan di atasnya
𖥔 tali sling lepas krn over kapasitas
𖥔 puluhan orang terjatuh. gada korban jiwa hanya luka lecet
fadlanous retweeted
Isu LGBT ini gak ada angin, gak ada hujan tiba-tiba jadi besar. Langsung pula dieksekusi jadi kebijakan. Narasinya juga langsung diamplifikasi gak organik gede-gedean. Mau counter isu Amien Rais ini ceritanya?
Akan kubagi postingan ini kepada seluruh ikhwah fillah ku di Kammi, lalu kami akan sama-sama tertawa sambil mengenang (dan menyesali) seluruh kebodohan dan kenaifan kami di masa lalu. 🤣🤣😭😭😭
MBG DAN CITA-CITA PRABOWONOMICS.
Oleh: Fahri Hamzah
(Mantan Wakil Ketua DPR RI, Koordinator Kesejahteraan Rakyat 2014-2019)
Dalam paham ekonomi liberal, memberi makan rakyat bukan urusan negara. Itu urusan pasar. Itu urusan individu. Tapi kita, yang lahir dan besar di Timur, mewarisi keyakinan yang berbeda, dan keyakinan itu sudah ada jauh sebelum kata “kebijakan publik” dikenal: bahwa sebuah bangsa sejatinya diukur bukan dari indeks yang dikutip di forum internasional, melainkan dari meja makan, dari apakah setiap anak, di setiap sudut kepulauan ini, duduk dengan perut yang tidak kosong dan masa depan yang tidak lapar.
Menariknya, tradisi ekonomi liberal pun, yang selama ini sering dikontraskan dengan keberpihakan negara, telah lama membuktikan bahwa investasi gizi anak adalah investasi ekonomi paling rasional yang bisa dilakukan sebuah negara. Tapi kita tidak perlu menunggu pembuktian ilmiah untuk mengetahui itu. Keyakinan itu sudah ada jauh sebelumnya, bahkan menjadi syarat dasar legitimasi kepemimpinan: dari Konfusius hingga Kautilya di India kuno, dari tradisi Islam hingga kearifan Nusantara, semuanya mengajarkan hal yang sama, bahwa pemimpin yang membiarkan rakyatnya lapar telah kehilangan haknya untuk berkuasa.
Inilah, saya percaya, yang ada dalam benak Prabowo Subianto ketika ia bermimpi tentang Makan Bergizi Gratis (MBG). Belakangan, kita membaca begitu banyak teori yang membenarkan keputusan ini: teori modal manusia (human capital), eksternalitas positif, poverty trap theory, teori keadilan distributif, dan seterusnya. Tetapi jauh sebelum teori-teori itu dikutip para akademisi, keyakinan itu sudah hidup dalam diri seorang prajurit yang tidak bisa tidur nyenyak membayangkan anak-anak bangsanya yang lapar.
Saya mengenal pikiran Prabowo ini bukan dari jarak jauh. Selain mendengar langsung, saya membacanya dalam Paradoks Indonesia dan Strategi Transformasi Bangsa, dua buku yang ditulisnya jauh sebelum ia menjadi presiden, ketika banyak orang masih meragukan apakah ia sungguh-sungguh memikirkan masa depan generasi atau sekadar mengejar kekuasaan. Di halaman-halaman itu, saya menemukan seorang pemikir yang resah, yang tidak bisa berdamai dengan satu kenyataan: Indonesia adalah negeri yang kaya raya, namun jutaan warganya masih hidup dalam kemiskinan yang sesungguhnya tidak perlu terjadi. Paradoks itulah yang menggerakkannya. Dan paradoks itu jugalah yang mendorong saya, sejak lama mengikuti perjalanan pemikiran Prabowo, untuk berdiri bersamanya, bukan karena kalkulasi politik semata, tetapi karena saya percaya cita-citanya adalah cita-cita yang benar.
Keputusan Presiden mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional pada 2 Juni 2026 perlu dibaca dengan hati yang jernih, bukan sebagai drama politik, bukan sebagai penghinaan atas kerja keras yang telah dilakukan, tetapi sebagai sesuatu yang jauh lebih bermakna: seorang pemimpin yang menolak membiarkan jarak antara cita-cita dan kenyataan terus melebar tanpa koreksi. Itu adalah tanda bahwa visi masih hidup, bahwa mimpi belum menyerah pada rutinitas birokrasi.
Prabowo adalah figur yang kompleks, seorang prajurit yang membaca sejarah ekonomi bangsanya dengan rasa sakit yang personal. Ia tumbuh di lingkungan intelektual dan bangsawan yang memikirkan bagaimana Indonesia bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Kita sering mendengar, dalam banyak kesempatan formal maupun tidak formal, apa yang paling ia sesali dari perjalanan panjang Indonesia sebagai bangsa merdeka. Jawabannya selalu singkat dan berat: “Kita sudah merdeka delapan puluh tahun lebih, tapi masih ada anak-anak kita yang tidur dengan lapar.” Dari rasa sakit itulah lahir apa yang kita kenal sebagai Prabowonomics, sebuah keyakinan bahwa Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar teks konstitusi, melainkan janji moral bangsa kepada dirinya sendiri: bahwa kekayaan bumi ini harus mengalir kepada seluruh rakyat, bukan menggenang di tangan segelintir orang.
fadlanous retweeted
Dear, media.
Kurban itu perorangan. Jika Presiden menggunakan APBN untuk bagi-bagi sapi, maka itu bukan kurban. Itu program politik. Jadi jangan ditulis "kurban Prabowo" karena dananya dari pajak rakyat. Trims...
Aku ga terlalu dekat sm bapakku. Hubungan kami semacam dingin. Tapi kalau soal kerja keras utk keluarga, aku kagum. Yang paling bikin trenyuh adalah setelah pensiun dari PNS dan semua anaknya (kami 9 bersaudara) sudah selesai kuliah S1 nya (beberapa bahkan sudah selesai S2)..
Di momen apa lo pertama kali sadar bokap lo tuh kerja keras buat keluarga?
Gw sadar itu pertama kali pas SMP. Kami rame-rame sekeluarga pulang ke NTT pake kapal laut. Iya kapal, krn belum ada duit naik pesawat wkwk.
Karena bokap itu wiraswasta (jualan komputer) di Flores, dia tiap pulang kampung pasti selalu bawa barang. Biasanya dia tuh selalu kirim via truk ekspedisi. Tapi saat itu ada beberapa barang dia (monitor dan cpu) yang dikirim belakangan karena mesti dia rakit dulu. Akhirnya harus dia bawa bareng2 ke kapal yang kami naiki menuju kampung.
Di tengah perjalanan, hari kedua di kapal lah ya. Tiba2 hujan deras banget. Petir dan ombak. Kapal kita goyang guys. Mama sama adek gw kaget. Gw juga kebangun. Kita lihat loh kok bokap ga ada ya. Gw langsung panik kan.
'Ma, Bapak mana?' Mama blg, 'udah disini aja, bapak lagi jagain dos2 komputer karena gak muat di dalam ruangan ini.' (Model tempat tidurnya tuh yang terbuka gitu loh guys, jadi bukan cuma kita aja. Rame-rame tuh kaya ikan pindah tidur sama banyak orang).
Gw gelisah lah bapak gw ga masuk-masuk. Akhirnya gw ke toilet. Gw cariin bapak gw. Lo tau dia lagi ngapain?
Dia lagi nutupin dos2 komputernya pake terpal di tengah hujan angin. Gw pikir gw doang yg ngeliat. Ternyata adek gw ngikut jg dr belakang gw. Dia jg penasaran Bapak ngapain.
Gw masih inget, Bapak ngeliatin kita berdua sambil megang terpal. 'He ngapain kalian dua disitu? Masuk sana sama mama. Hujan ombak ini. Kamu dua jgn disini.'
Kami masuk lagi. Gw masih inget gw ngmg ama adek gw, 'Kita sekolah yang benery ya. Ternyata Bapak cari uang susah'
Wkwkwkwkw bocah SMP mellow. Abis itu ya tetep bandel2 lagi. Sekarang tiap kumpul keluarga, kita suka ceritain lagi susah2nya Bapak dulu jaman wiraswasta. Bahkan kita suka nanya, Bapak kenapa sih pake ikat pinggang dan sepatunya itu2 aja.
Dia cuma blg, 'Ya biar kalian bisa sekolah lah'. Gak guys, bukan berarti Bapak gw ga bisa beli lagi. Bisa kok. Cuma mungkin prioritas dia bukan itu. Dia beneran mikirin sih gw ama adek2 gw bisa sekolah sampe S1 gmn.
Bangga gw jadi anak dia.
..dia ngomong gini ke kami "tugas sy buat kasih sekolah kalian sampai sarjana dah selesai, dari dulu cita-cita sy mau lanjut sekolah S2, tapi gabisa terus, krn kalo sy lanjut S2 dan kalian masih kuliah, duitnya ga cukup. Sekarang waktunya sy izin lanjut sekolah lagi"
Dan beneran
Lensa olahraga dan sport 7 adalah acara TV yang membuat saya paham istilah "jawasentris".
Kok bisa?
Kami yg hidup di belahan waktu indonesia tengah dan timur terpaksa harus menonton acara ini di jam berangkat sekolah. 😭😭
Lensor jam 06:30, Sport 7 jam 07:00. Ini yg bikin..
..Saya hampir selalu terlambat tiba di sekolah.
Kalau dilihat dari kacamata org sekarang mungkin akan dianggap lebay, tapi percayalah bagi anak SMP-SMA di tahun 2000an, lensor dan sport 7 ini adalah acara berita yg bikin "gatal" kalau ditinggalkan.
Itulah pertama kalinya sy...
Kalau tujuan postingan ini cuma untuk cari engagement, gausahlah pake embel-embel akun dosen. (Aku kedengeran kayak konservatif ngomong begini), tapi sumpah bikin mual kalau ngaku-ngaku dosen tapi nyari duit pake cara-cara kayak gini. 🤮🤮
This quoted post is unavailable.
Ternyata bukan cuma gua yg kayak gini. Serasa dapat validasi. Hahaha
Sejak dulu, aku sm pasangan kayak gini juga. Tiap kali ngasih hadiah ke orang tua, atau ngasih thr ke ponakan-ponakannya, istriku selalu bilang kalau itu hadiah dr aku. sebaliknya, kalau ngasih hadiah ke...
aku ada tips sedikit soal hubungan dengan orangtua. kalau kalian sudah menikah, jgn kasih orangtua kalian apapun secara langsung. HARUS pasangan kalian yang kasih.
jadi kalau misalnya ibuku butuh uang, aku gk akan kasih langsung. tapi, pasanganku yang kasih. begitu pun sebaliknya, kalau ibunya dia butuh uang, aku yang kasih. bukan dia.
sistem silang gini akan membuat bonding yang lebih kuat antara pasangan dan orangtua kalian.
ya, aku mau jelaskan lebih jauh, tapi gk perlu kykny. kalian bisa melogika sendiri. beberapa orang yang aku kenal dan mengikuti cara seperti ini, punya hubungan baik antara pasangan dan orangtuanya.
tips aja.
*nb: opini pada original tweet yang aku qrt sampah dan gk perlu dibahas.



















