
i want to find you, my beautiful inspiration. ⠀⸻ icon : @ffffflllllgun
Joined May 2013
- Tweets9K
- Following246
- Followers247
- Likes209
jari di depan wajahmu. emmy adalah tipikal wanita yang pandai membaca situasi. jika terlalu lama membahas bunga, dia khawatir suasana akan berubah kelabu.
“kapan-kapan, ajak aku ke sana! aku berjanji tidak akan memfitnahmu bolos.” cengiran lebar kini terpampang di wajahnya,
laksana matahari yang enggan membiarkan kesedihan berlama-lama singgah.
“kalau benar kau seorang ksatria … kebetulan, aku sedang membuat seduhan teh herbal yang baik untuk tubuh. mau mencobanya?”
&. @custosolis.
ermentrude. retweeted
𝗣𝗘𝗡𝗖𝗔𝗥𝗜𝗔𝗡 𝗔𝗗𝗠𝗜𝗡 𝗕𝗔𝗥𝗨: Apa kamu ingin menjadi bagian dari tim SANTAI? Ini saatnya join bersama admin 'SEKARANG'!
⛓️ (𝐥𝐢𝐧𝐤) : bit.ly/DaftarJadiAdminSANTAI
⌛ (𝐛𝐚𝐭𝐚𝐬 𝐝𝐚𝐟𝐭𝐚𝐫) : Sekarang — TBD
Yuk hijaukan postingan ini. Kami tunggu ya~
ya .. aku suka bunga! bunga itu wangi! kau bisa membuatnya menjadi wewangian untuk tubuh, menyeduhnya menjadi teh, dan masih banyak lagi. bunga memiliki begitu banyak manfaat bagi kehidupan kita sehari-hari.” ia menepukkan kedua tangan di samping pipinya, matanya berbinar penuh
antusiasme.
“haa.. mungkin aku akan meminta izin kepadanya untuk memperluas lahan demi bunga-bunga baruku, hehe..” kali ini, ia justru bergumam sendiri, larut dalam angan-angannya.
&. @custosolis.
posisi pinggul sedikit miring, seolah tengah memamerkan keangkuhannya—meski sebenarnya ia hanya bercanda.
“nona? nyonya? huh .. apaan itu?” ia memiringkan kepala, berpura-pura kebingungan dengan seringaian mengejek menghiasi wajahnya.
“panggil aku ermentrude.” dia menepuk
dada kirinya dengan telapak tangan, seringai di wajahnya perlahan berubah menjadi senyuman manis dengan mata terpejam, “wanita yang memiliki beragam jenis bunga di kediamannya.”
&. @custosolis.
“hoo..” dia mengangguk-angguk, tak mempermasalahkan jika ada yang menumpang duduk di tempatnya. lagipula, dia justru senang jika tempatnya bermanfaat bagi orang lain.
“baiklah, kalau begitu, aku akan minum untuk diriku sendiri.” usai berkata demikian, dia menuangkan teh ke
Replying to @2DimensiMenfess
"Tidak perlu, aku hanya menumpang duduk sebentar." Sahutnya sambil melihatmu sekilas.
genggam, bahkan cara menggunakannya pun dia sama sekali tidak tahu.
dia mendekatkan tubuhnya sedikit lagi, menatap benda itu dengan mata berbinar penuh rasa ingin tahu. beragam gambar dengan cahaya berwarna-warni tampak bergerak di permukaannya, membuatnya semakin penasaran.
“ini apa? banyak sekali gambar dan cahaya di sana, bergerak.” kali ini, jari telunjuk menyentuh layar secara sembarang karena kamu malah menyodorkannya begitu saja.
&. @voltsvakr.
“hehe, apa aku terlihat seperti sedang kerepotan?” kedua tangan bertengger di pinggang. meski terkekeh, dia tak lupa memasang wajah angkuh seolah hendak mengintimidasimu—padahal, dia hanya ingin menggodamu. “sama sekali tidak, teh yang kubuat ini adalah teh herbal, cocok untuk
Replying to @2DimensiMenfess
“Apa tidak merepotkan? Aku hanya ikut berteduh sejenak... Maaf...” entah kenapa rasanya sungkan sekali.
kepalanya menoleh ke kanan, menatap salah seorang staf yang berdiri tak jauh dari tempat mereka. dia mengangkat tangan sebagai isyarat, dan tanpa perlu sepatah kata pun, staf itu segera membungkuk tipis sebelum bergegas pergi untuk menyiapkan hidangan. rupanya, mereka sudah
begitu paham dengan maksud gestur sederhana yang diberikan sang nyonya.
&. @tirredoflife.
“tidak mau..” rengeknya terdengar ketika kamu memberi saran untuk meminta bantuan pelayan. “aku sedang bereksperimen. hari ini aku sudah menyiapkan teh khusus untuk suamiku yang paling menyebalkan di seluruh wilayah ini.”
emmy menuangkan seduhan teh itu ke dalam cangkir
Replying to @2DimensiMenfess
“Bukankah terlalu merepotkan membuatnya sendiri?” Lekas raga menempati kursi seusai izin diberi, pandang kemudian beralih pada cangkir teh yang tertata. “Tak ingin menyuruh pelayan saja?”
terpejam sejenak, menikmati aroma harum yang menguar sekaligus cita rasa teh yang menyapa lidahnya.
“memangnya apa yang kuincar darimu? tidak ada.”
dia meletakkan cangkir itu kembali dengan begitu hati-hati, memastikan tak ada setetes pun teh yang tumpah sebelum kembali
menatapmu.
“aku memang ingin kau beristirahat lebih cepat dan berhenti menjadi pria yang menyebalkan. tapi, aku tidak ada niat untuk meracunimu, kok.” bibirnya melengkung membentuk senyuman kecil. “aku juga tidak ingin tidur sendirian di ranjang sebesar itu.”
&. @solsticetune.
jemari lentik nan panjang menyentuh, membelai lembut dedaunan saat dirinya berjalan-jalan, menikmati pemandangan bunga-bunga yang bermekaran di bulan ini.
“indah sekali.” emmy—nama pendek dari perempuan berhelai pirang terang itu—bergumam lirih. dengan begitu hati-hati, ia
“cédric, terima kasih.”
ucapan itu meluncur dengan ketulusan yang begitu nyata. dia sungguh senang karena kamu telah mengizinkannya ikut serta. setidaknya, kali ini dia memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar menunggu kepulanganmu di kediaman.
dia ingin menjadi pasangan yang berguna bagimu—meski dirinya sendiri belum tahu sejauh mana dia bisa membantu @solsticetune nanti.
“siap!” dia segera menuangkan teh ke dalam cangkirmu dengan penuh semangat, “sesuai permintaanmu. tak ada tambahan lain, tapi mungkin rasanya akan sangat pekat. jika tak sesuai dengan lidahmu, katakan saja!”
Replying to @2DimensiMenfess
"Boleh saja. Tidak perlu ada tambahan lainnya," jawabnya singkat, padat seusai dia duduk.
lama kemudian, staf tersebut menghampiri mereka dengan sepiring kukis di tangan.
“aku tidak tahu seleramu soal rasa manis,” tuturnya sembari mempersilakanmu mencicipi kudapan itu. “tapi, ‘kalau menurutmu’ teh buatanku tadi tidak terlalu pahit, sepertinya kukis ini akan terasa
sedikit lebih manis untukmu.” dia terkekeh pelan. “tapi, cobalah dulu. siapa tahu penilaianku salah.”
&. @SuicidalianRed.









