Pinned Tweet
demi istri yg ngefans berat, gw bela2in nonton konser Tulus walau gw cuma ngerti dikit2 --
tapi mata gw tertuju ke bocah ini, salut berat gw broo!!
dari awal sampe abis, dia nyanyi lagu lagunya Tulus dengan penuh penghayatan sampe merem2 😬
RESPECT
@musiktulus
R. Hanityo retweeted
At the 1989 MTV Awards, Tom Petty started "Free Fallin'" alone, then Axl Rose emerged from the shadows to join him.
Two completely different voices, Petty's laid-back drawl and Axl's howl, sharing one mic. Nobody saw it coming.
R. Hanityo retweeted
Dari twitter gue kenal Pa @AmmarGill @TitiRusdi dan lantas berteman.
Salah satu yg paling lama dan menjadi abangan adalah @wilsonsitorus ,beberapa kali kerja bareng malahan.
Kenal @fajarnugros juga dari twitter, 2010 klo gak salah gara2 suka nimpalin twit Man Utdnya dan tau dia pernah tinggal di Medan. Sampai kemudian diajakin main filmnya dia.
Banyak lah, so far ketemu orang2 baik di X
Tak lupa juga kenal Zen juga dari twitter, sama, suka nimpalin twit bola dia (terutama Persib, PSMS dan perserikatan dan tentang WIRO SABLENG!)
Kenal Om @hanityo juga dari Twitter. Rispek berat sama Om Hanit. Ahli sejarah dan citizen of the world!
Harus diakui, untuk berteman dengan mutual dari Twitter ini agak riskan karena mutual interest awalnya adalah uang. Entahlah, tapi sepertinya para penghuni Twitter kebanyakan juga enggan untuk meluangkan waktu dengan orang asing yang kemiripan satu-satunya cuma di masalah monetisasi. Amat sangat bisa dimengerti kok.
Back in the day, bikin komunitas di Twitter itu gampang karena mutual interestnya kebanyakan berkaitan dengan keseharian aja.
Gw punya banyak teman di @JahanamUnited. Ini grup game Clash of Clans. Clannya masih ada pun sampai sekarang.
Gw punya banyak teman di @MusicianUnited walaupun sekarang udah pada vakum dan beberapa meninggalkan Twitter.
Dulu juga ada komunitas @nebengers yang isinya anak-anak Twitter yang saling bantu memberikan tumpangan.
Gw banyak ketemu teman di Twitter karena mutual interestnya adalah untuk bertemu, ngobrol, dulu masih sering ngebir bareng juga. Koordinasinya di Twitter pun.
Sebelum era monetisasi juga sepertinya masih cukup mudah untuk berteman di sini. Ada klub baca. Ada klub sepeda. Ada klub jalan. Gw yakin kebanyakan yang tergabung itu ujungnya jadi teman.
Jadi kalau mau punya teman, ya mindset "mutual karena monetisasi" harus dilepaskan dulu. Cari mutual interest yang lain. Apapun bentuknya.
R. Hanityo retweeted
Gara gara tadi @LFC_ID ngetwit tentang momen AFF yg paling melekat di kepala, jadilah gue juga ikutan nulis ini 👇🏽
Kenangan AFF
Alhamdulillah gue melewati banyak turnamen AFF dan menyaksikan Timnas kita menjadi juara dalam hal runner up.
Tapi AFF 2014 adalah yg paling memorable buat gue.
Di momen Timnas yg gak ada bagus bagusnya, tapi bagi gue, AFF 2014 itu mengandung banyak kisah. Dimulai dari kena random checking di Changi di jam 02.30 dinihari yg bikin agak sedikit bersitegang dengan polisi sana, lanjut masuk ke Hanoi pagi pagi dan ketahan agak lama sedikit di imigrasi, sementara Tio, Pange, Echa udah melenggang masuk. Kemudian di match lawan Filipin yg kita dibantai 4-0 yg membuat gue saat itu sampai lari ke pagar pembatas untuk teriak marah ke alm Alfred Riedl karena kesal.
Kemudian match lawan Laos yg disiarkan RCTI muka gue nongol kesorot kamera yg membuat postingan path saat itu dan sebagian di twitter pada mention gue.
Dan ditutup dengan malamnya merayakan kemenangan yg semu itu dengan berkunjung ke 2 bar yg didapat atas rekomendasi Om @hanityo . Saat itu, Om Hanit bagi kami adalah netizen of the world, ensiklopedia bernyawa. Lepas match lawan Laos karena pengen nongkrong, maka Pange pun ngubungin Om Hanit untuk nanya rekomendasi tempat, tersebutlah sebuah bar dan kesana lah kami menuju. Selesai dari bar tersebut, kami pindah ke bar lain hingga akhirnya pukul 03.00 dinihari berjalan kaki, iya berjalan kaki ke hotel tempat kami menginap sambil chanting gak jelas seperti terlihat di video di bawah. Jalan, nyanyi teriak teriak tanpa sadar kami ada di negara orang dan komunis pulak.
Keesokan paginya baru lah kami ketawa ngebayangin kejadian dinihari tadi, klo lah ada warganya yg kesal karena kami berisik, ntah apa lah jadinya udah.
Btw, gue hampir gak pernah nonton timnas pake jersey timnas. Klo gak pake kaos polosan ya pake jersey @BedebahFC
Klo pun pake jersey timnas, pasti pake jersey yg tahun tahun lama.
Gw & istri lagi pilih menu di PS. ada menu special of the day.
Istri gw nanya "enak nggak sih mas?"
Mas-nya gen Z , jawab " bukan best seller sih kak, tp dibilang enak ya memang enak”
Kita berdua lgsg nyanyi “dibilang enak ya memang enak, dibilang asik ya pasti asik.
Yang enak enak, ya pasti asik"
Mas-nya bingung ngeliatin kita berdua.
Anak M-Club dilawan 🤪
R. Hanityo retweeted
This is absolutely brilliant. 😂
Couldn’t stop laughing when Pickford appeared. 😭
R. Hanityo retweeted
Replying to @hanityo
Most likely AI generated dan ini jg video lama.. sponsor2 nya bukan yg WC saat ini
R. Hanityo retweeted
Hakan Sukur’s name has been erased from club and country records, and Turks are dissuaded from ever mentioning him — but some rebellious fans paid extra for him to get a special shoutout at tonight’s game:
When Turkey kicks off its must-win game against Paraguay in Santa Clara, its greatest-ever player will not be in the stands, but at home, up the road. Meet the remarkable Hakan Şükür, who has spent the last decade living in exile here in the Bay Area.
sfstandard.com/2026/06/19/ha…
R. Hanityo retweeted
rewatching the goal and ivan bašić (croat catholic) takes the corner, sead kolašinac (bosniak muslim) heads it near post and jovo lukić (serb orthodox) finishes it
this is bosna i hercegovina ♥️


























