Hesselink (@hesselinker) header
Hesselink (@hesselinker) profile picture

Ya Allah jaga dan berkahi selalu negeri teluk - 🇸🇦

Joined November 2020
Photo by Hesselink (@hesselinker)Photo by Hesselink (@hesselinker)Photo by Hesselink (@hesselinker)Photo by Hesselink (@hesselinker)Photo by Hesselink (@hesselinker)Photo by Hesselink (@hesselinker)Photo by Hesselink (@hesselinker)Photo by Hesselink (@hesselinker)Photo by Hesselink (@hesselinker)Photo by Hesselink (@hesselinker)
Salah satu alasan gua ogah bela 🇮🇷 krn 🇮🇷 juga banyak dibela liberal terutama liberal indon Salah satu alasan bela negara gulf krn gua tau liberal ga akan bela mereka
1
1
16
6,772
Entah kerjaan mobile atau lokasi kantor jauh dr lokasi transit – at Cilandak, Indonesia
Tau ga si, rata rata pekerjaan indo tuh membutuhkan motor... jadi klo mau kerja tuh modalnya ga cukup cv, skill dan printilan lainnya, tapi juga MOTORRR. Dan darimanakah uang untuk membeli motor ini klo blm kerja....
5
Hesselink retweeted
Tau ga si, rata rata pekerjaan indo tuh membutuhkan motor... jadi klo mau kerja tuh modalnya ga cukup cv, skill dan printilan lainnya, tapi juga MOTORRR. Dan darimanakah uang untuk membeli motor ini klo blm kerja....
Faktor lain yg menurutku bikin org pilih-pilih/ bahkan sampe burnout pas cari kerjaan: 1. Biaya hidup tinggi tapi penawaran gajinya minim bahkan untuk bare minimum 2. Gaada transportasi pribadi + transum ga memadai
36
742
98
3,708
29,160
Hesselink retweeted
selain polusi, ini sebenernya efek matahari d samping, bukan tepat d atas WKWK di desa" di indo langitnya mah juga bersih, cuma overexposure krn mataharinya d atas, jdinya jelek d kamera
Emang bnr yaa pake hp jelek pun di jepang keliatan estetik
13
66
4
1,033
17,519
diduga bahwa pengurus ma'had atau santriwati terlibat dalam pembakaran warung babi di Sukoharjo, sebuah pondok pesantren hamalatul quran di sukoharjo di grebek polisi pada jam 03.20 dinihari. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan bukti keterlibatan mereka sehingga seluruh ustadzah dan santriwati dipulangkan. Meski demikian, barang-barang inventaris ma'had dan milik pribadi, seperti uang, kendaraan, emas, tabungan, komputer, dan HP, dengan total nilai sekitar Rp50 juta, belum dikembalikan. Hingga berita ini ditulis, pengurus maupun pemilik barang juga belum menerima surat penyitaan. baca kronologinya ga tega banget😭😭
17
138
10
222
5,166
Replying to @ismailhasan13
@tribunnews tolong kasih tau ke tribun solo itu kok pas konten dari POV ponpes kenapa komennya dibatasi? Giliran konten yang satunya terkesan dibiarin, sengaja ya mau nyudutin salah satu pihak dan menfarming? Gusti mboten sare min
2
12
2
30
3,669
Lu nyari tukang di mana? 🤣 Tukang tempat proyek gua Sunda semua org Bogor, tp jalan2 aja tu proyek, ga ditengokin juga jalan, ga yg cepet2 banget sih emg kerjanya, tp ya ttp jalan sesuai rencana, dikasi arahn juga oke aja ga banyak bantah dan ga banyak improvisasi – at Cilandak, Indonesia
Milih tukang orang Sunda wkwk. Udehhh! Hari-hari full emosian. Kerja super lemot, tidak ada inisiatif, dilototin dulu baru kerja. Masuk jam 8 pagi, 8.30 udah minta kopi dan snack. Jam 11 ishoma. Jam 2 izin pulang karena katanya mau hujan. Padahal kerja indoor. Pusing bgt jir
1
4
299
Kalo dia punya input sendiri juga make sense aja – at Cilandak, Indonesia
20
Demonic buat yg ga beriman mah Berqurban emg utk patuh dan taat sm perintah Allah aja, mau dibilang itu demonic yaudah, yg bedain niat dan siapa yg kasih perintah, bagi Muslim krn Allah yg perintah ya ga demonic jatohny Lagian hari2 binatang dipotong ko malah ribet sm qurban – at Cilandak, Indonesia
Muslims talk trash about witchcraft and offerings, as if they don't slaughter thousands of cows and goats on the exact same day every year, while shouting allahu akbar as they slit their throats. Like that doesn't sound demonic at all. Both of you are cults anyway
2
4
16
343
Kita sbg Muslim jalanin ritual emg utk ketaatan, bukan utk nyari tujuan, ya krn tujuannya itu utk taat, "kaya orang kebrainwash dong" mungkin, tapi sekali lagi BODO AMAT Kalo ada hal2 baik dr ritual ya jadiin itu sbg hikmah – at Cilandak, Indonesia
1
1
3
40
Since ritual agama gua dianggap demonic, ya gua juga anggap sama ritual2 dr agama lain, atau ritual2 perdukunan, atau witchcraft2an lu itu sbg ritual demonic juga – at Cilandak, Indonesia
1
4
35
Hesselink retweeted
Replying to @Delecerak
Ini siapa ya? @wekimiler Restunya aja gasuka kdm, kenapa digeneralisir sunda pemalas dan jabar udh pasti pendukung kdm, @Delecerak rasis anjing
2
1
1
3
390
Hesselink retweeted
Udah dr awal liga tim kagak mau lepas, dikasih kesempatan kagak, di lepas kagak. PSS Arema siap nampung.
1
1
16
5,613
Hesselink retweeted
Haji itu gak sekadar doa, tapi perjalanan spiritual, kalau liat distribusi keuntungan secara ekonomi lebih banyak orang yang menikmati, kalau dukun online? Buat sendiri lah keuntungannya. Konsep gitu aja gak paham Kun
Replying to @bioselmol
Gua dari awal bahas ritualnya. Kalau tolok ukur lu itu jaminan doa terkabul, ya haji juga sama. Habis puluhan juta ke luar negeri buat ritual fisik keliling batu emang ada garansi doa lu pasti terwujud?Dua2nya sama, bisnis jual beli janji supranatural.
1
8
70
1,161
Trash talk tu gini, gausah pake isu2 vegan segala 🤣😹
Muslims talk trash about witchcraft and offerings, as if they don't slaughter thousands of cows and goats on the exact same day every year, while shouting allahu akbar as they slit their throats. Like that doesn't sound demonic at all. Both of you are cults anyway
4
7
193
Orang pergi haji itu bukan supaya doanya terkabul. Itu panggilan spiritual. Ibadah wajib. Kaya sholat, zakat, puasa, dll. Itu bukan garansi doa pasti terkabul juga. Kalau itu jaminan terkabul ya tak berangkat haji terus berdoa zionis Israel musnah dari muka bumi lah.
Replying to @bioselmol
Gua dari awal bahas ritualnya. Kalau tolok ukur lu itu jaminan doa terkabul, ya haji juga sama. Habis puluhan juta ke luar negeri buat ritual fisik keliling batu emang ada garansi doa lu pasti terwujud?Dua2nya sama, bisnis jual beli janji supranatural.
2
12
1
83
1,358
Aroma pengalihan isu konflik horizontal. 🤧
Inget banget mamaku ditawarin naik haji sama abangku yang religious terus mamaku ngejawab "Lu kalo punya duit sebanyak itu mending lu sedekahin ke panti asuhan, mama kuat menghidupi kalian 4 anak sampe kalian semua lulus kuliah, kamu kira mama ga mampu biayain diri sendiri buat naik haji? Mama mampu tapi mama ogah Ngapain? Bayar ratusan juta buat ke negara sejauh itu itu cuma buat muterin batu? Ga sudi, mama ada Arthritis kamu mau bikin mama lumpuh? lagian Allah kocak banget ngukur keseriusan ibadah umat dari duitnya" Aku disamping dengerin mamaku sewoke ini tersenyum lebar ☺️
2
4
235
Hesselink retweeted
Kenapa ya atheis di Indonesia itu tipikal banget gak percaya dan gak takut Tuhan, tapi takut sama penilaian manusia terutama ortunya
7
11
109
1,883
Hesselink retweeted
Iya ya, kawan-kawan itu kenapa lebih suka unjuk rasa sore ke malam? Harusnya sdh tau kalau penyusup, provokator itu hampir selalu malam beraksinya. Berubah jadi rusuh juga lebih sering malam hari. Padahal demo yg efektif itu pagi sampai sore, krn efek disruptifnya lebih terasa.
...Demonstrasilah yg serius. Datang aksi sblm jam 7 pagi. Demo itu sakral kek kerja/sekolah. Kerja/sekolah itu kan pagi, pasti bangunnya pagi²/subuh. Demo = kerja bagi kemanusiaan. Maka perlakukan aksi massa dgn serius+hormat dgn cara bangun sepagi mungkin. Karna demo mulai siang apalagi sore yah siapapun bisa, apa susahnya? 1. Gak ada pengorbanan kenyamanan, karna bangun siang yah siapapun bisa 2. Gak kena sengat panas matahari sejak pagi-tengah hari, yah ibarat shopping ke mall gak kena sinar matahari 3. Hadir cuma 1-2 jam aja kena matahari (sore) sebentar lalu pulang saat gelap, ya itu = mental nonton konser. Nonton konser kebanyakan dilakukan saat matahari dah jinak. Sebenarnya lebih baik lagi kalo datang ke tikum aksi maksimal (paling telat) jam 6 pagi. Alias lebih dulu tiba sebelum para buruh masuk ke kantor. Itu bakal bikin semua gak nyaman yg mau kerja, bikin gak nyaman aparat yg harus persiapkan diri sejak pagi² buta. Pada akhirnya bikin gak nyaman rezim karna sejak pagi udah dikomplain oleh para kapitalis/oligarki. Lalu pulang tepat jam 6 sore, saat bubaran orang² pulang kerja. Agar gak kasih peluang bagi para penunggang gelap bikin chaos saat hari gelap. Jadinya full durasi 12 jam dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore sesuai koridor "aturan" rezim. Tertib pulak. Langsung pulang serentak ketika jam 6 sore. Biarkan para penunggang yg mau bikin rusuh pas hari gelap, itu bukan lagi urusan kita. Urusan kita adalah mengulangi aksi damai-tertib-disiplin tsb berhari² beruntun, minimal 5 hari kerja. Makin bagus jika datang ke tikum sebelum jam 6 pagi. Haqqul yakin kalo pola ini diterapkan, hari ke-3 massa yg datang turun ke jalan² ibukota dari berbagai daerah bakal semakin banyak. Hari ke-4 dan ke-5 bakal makin membludak. Karena memang sudah pernah ada contoh kasus pola seperti itu diterapkan. Pada akhirnya volume massa deras gak akan tertahankan. Bahkan ketika Komdigi coba blokir jaringan di lokasi aksi, peserta aksi sudah lebih pintar bagaimana mengabarkan pada "dunia luar". YTTA. Hari ke-4, ekonomi Jabodetabek sudah mengalami kelumpuhan. Anak² SMP-SMA pulang sekolah akan ikut tumpah ke jalan, ikut "pesta rakyat". Hari ke-5 alias Jumat, gelar sholat Jumat berjamaah di jalanan. Ekonomi jabodetabek (artinya 2/3 ekonomi Indonesia) praktis sudah lumpuh pada saat itu. Gak cuma itu, rakyat kini menjadi tahu-ngerti-paham-sadar bagaimana mengorganisir massa skala massif dengan damai-tertib meski dalam keadaan sosiologis terfragmentasi (tata kelola ego sektoral yg sehat). Pesannya jelas kepada rezim: "Kami bisa mengulangi aksi ini berapa kalipun karena kami kini sudah paham caranya. Kalian jangan macam² dengan people power" Di titik itu rezim sudah pasti takut melihat bagaimana rakyat bersatu dan terorganisiri di depan mata mereka. Karena kini rakyat sadar bahwa semua persatuan itu dimulai sejak massa aksi memperlakukan aksi massa dgn serius+hormat dgn cara bangun sepagi mungkin... (``,)
2
19
2
68
2,553
🤣🤣🤣 – at Cilandak, Indonesia
...Demonstrasilah yg serius. Datang aksi sblm jam 7 pagi. Demo itu sakral kek kerja/sekolah. Kerja/sekolah itu kan pagi, pasti bangunnya pagi²/subuh. Demo = kerja bagi kemanusiaan. Maka perlakukan aksi massa dgn serius+hormat dgn cara bangun sepagi mungkin. Karna demo mulai siang apalagi sore yah siapapun bisa, apa susahnya? 1. Gak ada pengorbanan kenyamanan, karna bangun siang yah siapapun bisa 2. Gak kena sengat panas matahari sejak pagi-tengah hari, yah ibarat shopping ke mall gak kena sinar matahari 3. Hadir cuma 1-2 jam aja kena matahari (sore) sebentar lalu pulang saat gelap, ya itu = mental nonton konser. Nonton konser kebanyakan dilakukan saat matahari dah jinak. Sebenarnya lebih baik lagi kalo datang ke tikum aksi maksimal (paling telat) jam 6 pagi. Alias lebih dulu tiba sebelum para buruh masuk ke kantor. Itu bakal bikin semua gak nyaman yg mau kerja, bikin gak nyaman aparat yg harus persiapkan diri sejak pagi² buta. Pada akhirnya bikin gak nyaman rezim karna sejak pagi udah dikomplain oleh para kapitalis/oligarki. Lalu pulang tepat jam 6 sore, saat bubaran orang² pulang kerja. Agar gak kasih peluang bagi para penunggang gelap bikin chaos saat hari gelap. Jadinya full durasi 12 jam dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore sesuai koridor "aturan" rezim. Tertib pulak. Langsung pulang serentak ketika jam 6 sore. Biarkan para penunggang yg mau bikin rusuh pas hari gelap, itu bukan lagi urusan kita. Urusan kita adalah mengulangi aksi damai-tertib-disiplin tsb berhari² beruntun, minimal 5 hari kerja. Makin bagus jika datang ke tikum sebelum jam 6 pagi. Haqqul yakin kalo pola ini diterapkan, hari ke-3 massa yg datang turun ke jalan² ibukota dari berbagai daerah bakal semakin banyak. Hari ke-4 dan ke-5 bakal makin membludak. Karena memang sudah pernah ada contoh kasus pola seperti itu diterapkan. Pada akhirnya volume massa deras gak akan tertahankan. Bahkan ketika Komdigi coba blokir jaringan di lokasi aksi, peserta aksi sudah lebih pintar bagaimana mengabarkan pada "dunia luar". YTTA. Hari ke-4, ekonomi Jabodetabek sudah mengalami kelumpuhan. Anak² SMP-SMA pulang sekolah akan ikut tumpah ke jalan, ikut "pesta rakyat". Hari ke-5 alias Jumat, gelar sholat Jumat berjamaah di jalanan. Ekonomi jabodetabek (artinya 2/3 ekonomi Indonesia) praktis sudah lumpuh pada saat itu. Gak cuma itu, rakyat kini menjadi tahu-ngerti-paham-sadar bagaimana mengorganisir massa skala massif dengan damai-tertib meski dalam keadaan sosiologis terfragmentasi (tata kelola ego sektoral yg sehat). Pesannya jelas kepada rezim: "Kami bisa mengulangi aksi ini berapa kalipun karena kami kini sudah paham caranya. Kalian jangan macam² dengan people power" Di titik itu rezim sudah pasti takut melihat bagaimana rakyat bersatu dan terorganisiri di depan mata mereka. Karena kini rakyat sadar bahwa semua persatuan itu dimulai sejak massa aksi memperlakukan aksi massa dgn serius+hormat dgn cara bangun sepagi mungkin... (``,)
1
142