Stanislaus J. Pinasthika retweeted
Tutup semua dapur MBG, biarkan pendeta ini yang memasak 🔥🔥
Hidup rohaniwan yang terus melawan 🔥✊
Stanislaus J. Pinasthika retweeted
Kawan-kawan yang baik.
Malam Jumat kali ini kami kembali berjualan. Dua tumpuk buku. Semuanya original. Silakan di-zoom dulu. Semoga ada yang diminati.
Terima kasih buat kawan-kawan yang bantu RT/ like. Semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan bahagia, yaa🌻❤
Stanislaus J. Pinasthika retweeted
Declan Rice rocking the 𝙫𝙞𝙣𝙩𝙖𝙜𝙚 aesthetic as Arsenal captain in the Champions League 😮💨©️
Apa yg bikin kamu males/susah buat rutin olahraga?
Mager?
Ga ada waktu?
Takut pegel?
Ga punya alat?
Kejauhan gymnya?
Ga ada temen?
Suka pusing setelah olahraga?
Gamau sakit ototnya?
Ada mantan/musuh di gym?
Gatau caranya?
Atau ada alasan lain? Yang mana nih? 😆
Stanislaus J. Pinasthika retweeted
Replying to @orgntt
Tudepoin juga: Tuhan Yesus tidak sedang mengajarkan pemisahan total agama dan negara, melainkan batas kekuasaan. Pada uang dinar ada gambar Kaisar. Maka, berikan uang itu kepadanya. Tetapi manusia diciptakan menurut gambar Allah (Kej. 1:27). Artinya, negara boleh menuntut pajak yang digunakan benar dan ketaatan pada hukum yang adil, tetapi tidak boleh jadi penguasa hati nurani manusia. Jadi, orang beriman wajib menjadi warga negara yang baik: yg saling tolong, yg punya suara kenabian dan yg ga jadi penjilat kekuasaan. #SalamTigaJari
Stanislaus J. Pinasthika retweeted
Langsung kita bahas yok awiwkwiwkwk
Dalem hatinya : ANJAY GUA KEREN BGT COY
👨🏾: nihonshwwvfafifuwasweswos
👨🏻: 🙏🏻
👨🏾: lalalayeyeyefafifufufufafa
👨🏻: 🙏🏻
👨🏾: tepuk tangan dong buat saya boleh
“NIHONGO HANASEMASUKA WATASHI” Nanya diri sendiri lu??
“JYU TOSHI” Mau ngomong sepuluh bulan apa sepuluh tahun lu??
Sampe diketawain tuh 🫠
Bahasa Jepang ancur begini kok berani beraninya minta tepuk tangan 🫵🏻😭
Stanislaus J. Pinasthika retweeted
Uskup, pastor, pendeta, nahdliyin, muhammadiyin, abangan, melayu, melanesia:
Salam 3 Jari
baru aja baca beliau ini nunggak pajak penghasilan & kekayaan sejumlah 2,4 triliun di jenewa swiss, di pengadilan pengacaranya alasan kalo si hasyim ini insolven alias tidak mampu bayar hutang karna duitnya habis buat bisnis & buat kampanye kakaknya. pengadilan swiss nolak alasannya dan ngelelang dua villanya yg harganya jauh di bawah hutang dia.
penunggak pajak kaya dia pd banget ngomong mau narik pajak warga miskin sementara dia yg kaya raya juga nolak bayar pajak, lagipula dia ini siapa menkeu atau orang yg kerja di ditjen pajak? tebal muka banget najis
maaf kalo ini bisa bikin emosi, tapi serius, kalo gak diramein mereka bakal beneran melakukannya🤦🏻♂️
SEMUA transaksi ekonomi termasuk USAHA KECIL akan dipajaki demi membiayai MBG & kopdes!!! hashim mencontohkan tukang cukur, tukang pijat, sampai warteg... makin ngaworr!!
selama ini usaha kecil ga kena PPh jika penghasilannya belum besar agar bisa berkembang, tapi kalau semua transaksi sekelas warteg pun dipungut PPN 11% ya sama aja boong..
dampaknya gak cuma ke pengusaha, masyarakat yg saat ini daya belinya rendah juga terdampak karena harga-harga pasti naik buat nutup PPN!!!
rejim inkompeten sedang kehabisan kas utk maksa membiayai proyek jumbo yg cuma hambur2 uang, di tengah kondisi ekonomi yg sedang sulit, dan sekarang mau malak duit ke rakyatnya sendiri lewat segala macam pajak.
JANCOK!!! REJIM EDAN!!!!!
Stanislaus J. Pinasthika retweeted
1. Yesus ga nonton hunger games, dhika.
2. Yesus ngasih makan cuma perlu 5 roti dan 2 ikan, ga pake uang pajak rakyat, tepat sasaran, ga ada yg keracunan, sisa makanan tetap dikumpulkan dan tidak dibuang
Masmu aja bilang kita ini negara besar, negara kaya kok beraninya cuma nyari recehan terus? Katanya banyak tambang, gas bumi, minyak bumi, sawit, mana?
maaf kalo ini bisa bikin emosi, tapi serius, kalo gak diramein mereka bakal beneran melakukannya🤦🏻♂️
SEMUA transaksi ekonomi termasuk USAHA KECIL akan dipajaki demi membiayai MBG & kopdes!!! hashim mencontohkan tukang cukur, tukang pijat, sampai warteg... makin ngaworr!!
selama ini usaha kecil ga kena PPh jika penghasilannya belum besar agar bisa berkembang, tapi kalau semua transaksi sekelas warteg pun dipungut PPN 11% ya sama aja boong..
dampaknya gak cuma ke pengusaha, masyarakat yg saat ini daya belinya rendah juga terdampak karena harga-harga pasti naik buat nutup PPN!!!
rejim inkompeten sedang kehabisan kas utk maksa membiayai proyek jumbo yg cuma hambur2 uang, di tengah kondisi ekonomi yg sedang sulit, dan sekarang mau malak duit ke rakyatnya sendiri lewat segala macam pajak.
JANCOK!!! REJIM EDAN!!!!!
Gak duwe agama arek iki
HASYIM MINTA TUKANG CUKUR, TUKANG PIJAT, DLL HARUS KENA PAJAK BIAR DAPAT BIAYAIN PROGRAM MBG DAN KOPDES
jadi gini guys, hashim djojohadikusumo, ketua dewan penasihat kadin, bilang banyaknya transaksi "ekonomi abu-abu" bikin pajak yang masuk ke negara jadi lemah, dia ngomong gitu di rapimnas kadin di jakarta pada kamis 29 oktober
contoh yang dia kasih, tukang cukur dan tukang pijat tradisional yang dibayar tunai tanpa kuitansi, kata dia tukang cukur datang ke apartemennya dan dibayar tanpa kuitansi jadi ppn 11 persen tidak dipungut, istrinya juga pakai tukang pijat tanpa kuitansi dan tidak dipungut, dari situ dia menyimpulkan ada jutaan transaksi seperti itu
dia lalu menyebut pdb indonesia 2025 sebesar rp23.281 triliun, peringkat ke-17 dunia, dan merujuk perkiraan bank dunia bahwa ada kegiatan ekonomi setara 35 sampai 40 persen dari pdb yang tidak tercatat, katanya itu berarti kurang lebih rp10 ribu triliun tidak tercatat
menurut dia salah satu penyebabnya, aparat pajak masih agak lemah dalam memungut, sehingga penerimaan negara dari yang tercatat maupun tidak tercatat tidak maksimal, dan itu juga yang bikin pemerintah selalu dipersoalkan tidak bisa membiayai mbg, koperasi desa, dan program lainnya
tapi di tulisan yang sama ada data kemenkeu yang kelihatannya bagus, penerimaan pajak sampai 30 september 2026 tumbuh 24,1 persen dibanding tahun lalu, terkumpul rp1.607,6 triliun, atau 68,2 persen dari target apbn
ppn dan ppnbm tumbuh 38,6 persen jadi rp683,3 triliun, dan ppn dalam negeri melonjak 51,3 persen jadi rp369,5 triliun, yang sebagian besar didorong konsumsi di sektor perdagangan besar bbm
pph orang pribadi tumbuh 14,4 persen jadi rp19,2 triliun dan pph 21 karyawan tumbuh 19 persen jadi rp189,4 triliun, kemenkeu bilang ini didukung naiknya aktivitas ekonomi dan sistem coretax yang makin baik
jadi bahasa gampangnya, hashim bilang banyak transaksi kecil yang dibayar tunai tanpa catatan sehingga pajaknya lolos, dan negara rugi, padahal data resmi menunjukkan penerimaan pajak sedang naik
nah menurut kalian guys, kalau transaksi kecil kayak cukur rambut dan pijat dibayar tunai tanpa kuitansi, itu wajar dibiarkan atau seharusnya dicatat dan kena pajak?









































