wc retweeted
Why is Indonesia's stock market facing an MSCI downgrade to a classification on par with war-torn Ukraine?
s.nikkei.com/4zx78IL
wc retweeted
Melihat kriminalisasi yang terjadi dalam perkara kami..
Dimana mereka tiba-tiba disuruh bayar Rp780 miliar untuk kerugian negara..
Udah gitu, pas mau bersaksi malah ditolak..
Mana mau mereka investasi besar-besaran seperti ini di Indonesia 🫠
wc retweeted
In 50 years, one of the most common deathbed regrets will be “I wasted my life on short-form videos” and the darkest part is they won’t even remember a single one
Pandu Sjahrir, the prominent Indonesian wealth fund executive who has publicly supported MSCI’s scrutiny of the nation’s stock market, is the co-owner of a brokerage sanctioned in connection with a stock-market manipulation probe bloomberg.com/news/articles/…
wc retweeted
Formr trade Minister M Lutfi's obsessive+endless anti Singapore attacks r mind blowing. I servd w Lutfi for a decade under Pres SBY when he workd hard to advance RI Singapore cooperation on trade + investment (Lutfi was minister for both) .. I dont know what is happening to him, and why the sudden change of heart to wreck his many contributions to RI Singapore relations, which is so unlike him, but i sincerely hope he is okay ..
MSCI’s threat to strip Indonesian equities of emerging-market status is now also weighing on dealmaking in the corporate bond market. bloomberg.com/news/articles/…
Queues in Bali show how Indonesia's gasoline subsidies are making things worse, writes @davidfickling (via @opinion) bloomberg.com/opinion/articl…
wc retweeted
Investors have been fleeing Indonesia. In dollar terms its stocks have lost half their value in 2026, rendering it the world’s worst-performing market economist.com/business/2026/…
wc retweeted
Setahun lebih kami dikriminalisasi. Ribuan halaman berkas, ratusan jam sidang, puluhan saksi kami eksaminasi.
Lelah? Tentu. 15 bulan tanpa pemasukan, tabungan 15 tahun terkuras.
Menyerah? Tentu tidak. Sepanjang sidang, kebenaran terungkap dibantu AI yang Ibam bangun sendiri.
AI tersebut bantu tim pengacara kami untuk:
👉🏼 Menganalisis keseluruhan perkara sampai ke akar2nya
👉🏼 Menarik benang merah dari ratusan saksi yang diperiksa
👉🏼 Membandingkan belasan ribu kesaksian tertulis antar saksi
👉🏼 Mendengar dan memahami ratusan jam kesaksian lisan mereka di sidang
Dari semua analisis yang dilakukan, AI tersebut mengungkap puluhan temuan, kejanggalan, dan kontradiksi dalam kesaksian dan bukti yang ada.
Membongkar sebuah perkara sampai sedetail ini biasanya butuh tim paralegal belasan hingga puluhan orang. Jujur, kami tidak sanggup membayar tim sebesar itu. 💸
Namun, dengan dibantu seluruh hasil analisis AI di atas, tim pengacara kami bisa memaksimalkan pembelaan di sidang tanpa perlu bangun tim yang besar.
Hasilnya: vonis yang jauh lebih ringan dibanding tuntutan, pengakuan bahwa Ibam tidak menerima keuntungan apa pun, dan dua dari lima hakim berpendapat Ibam seharusnya dibebaskan.
Dalam banyak perkara, vonis seperti itu sudah dianggap keberhasilan. Tapi kami tetap mengajukan banding dan kasasi, karena kami percaya putusan yang adil adalah yang membebaskan Ibam.
Setelah menjalani proses hukum setahun lebih, kami juga percaya AI yang dirancang dengan baik bisa menghadirkan keadilan yang lebih adil, serta membantu mereka yang menjadi korban kriminalisasi.
Karena itu, beberapa bulan terakhir, selagi menjalani tahanan kota, Ibam menyibukkan diri dengan mengembangkan AI-nya lebih lanjut, hingga menjadi sebuah produk yang bisa menangani perkara lain.
Produk ini kini sudah punya pengguna berbayar pertama, mendapat komitmen funding dari beberapa angel investor, dan dipimpin oleh seorang teman baik (@ainunnajib) yang berkenan menjadi founder dari startupnya.
Ya, saat memulai ikhtiar ini, kami ngga pernah kebayang bahwa AI yang dibangun di tengah segala keterbatasan, tekanan, dan kebebasan yang dipertaruhkan, kini ternyata menjelma menjadi sebuah startup.
Izinkan kami memperkenalkan: @PerkaraAI, AI yang dibangun untuk membantu tim pengacara memberikan pembelaan terbaik.
Kami sadar, dalam situasi normal saja bangun startup sangat sulit, apalagi di tengah ketidakpastian hasil dari perkara yang sedang kami jalani.
Tapi kami ngga punya pilihan lain.
Setahun lebih tanpa penghasilan sudah sangat berat, dan sekarang kami sekeluarga juga terancam dimiskinkan karena dikenakan uang pengganti Rp5 miliar.
Padahal, putusan hakim sendiri mengakui Ibam ngga menerima keuntungan apa pun. Seluruh harta kamipun, kalau dijual, ngga akan cukup untuk bayar.
Menyerah? Sekali lagi, tentu tidak.
Apalagi sekarang kami punya misi baru: sebisa mungkin membantu korban kriminalisasi mendapatkan keadilan terbaik melalui AI yang Ibam bangun.
Ini cara kami melawan keadaan dan bangkit dari keterpurukan, sekaligus bantu Indonesia jadi lebih baik. ✊🏼
Sejalan dengan misi membantu korban kriminalisasi, kami juga berharap ada LBH yang berkenan memakai AI kami untuk kasus pro bono mereka. Untuk kasus2 tersebut, kami berkomitmen menggratiskan @PerkaraAI.
Saat ini jumlah kasus pro bono yang bisa kami bantu masih terbatas, karena startupnya sendiri masih dalam tahap pre-seed fundraising. Tapi seiring bertambahnya pendanaan serta klien berbayar, kami berharap bisa membantu lebih banyak kasus pro bono.
Dalam jangka menengah, kami juga berencana merilis sebagian fitur @PerkaraAI sebagai Community Edition yang open source.
Versi ini bisa digunakan penyidik untuk memastikan konstruksi perkara sudah mencerminkan kebenaran sejak tahap penyidikan, sehingga tidak berujung pada kriminalisasi.
Selain itu, majelis hakim juga bisa menggunakan versi tersebut untuk mempelajari perkara yang mereka tangani secara lebih mendalam dan menyeluruh, di tengah beban kerja yang tinggi.
Untuk sekarang, tim pengacara atau firma hukum yang ingin dibantu AI bisa menghubungi kami melalui akun @PerkaraAI atau situs perkara.ai. Idealnya sebelum persidangan klien dimulai, supaya analisis perkaranya bisa disiapkan begitu berkas BAP diterima.
Terkait @PerkaraAI sendiri, Ibam merancang AI tersebut dengan sangat hati-hati dan terstruktur. Sebagian fiturnya bisa ditonton pada video di bawah, dan Ibam terus membangun fitur2 baru berdasarkan masukan penggunanya 👇🏼
Mohon doa dan dukungannya. Kami sangat terbantu kalau post ini bisa dibagikan ke siapapun yang mungkin membutuhkan bantuan AI untuk perkaranya. Kami juga sangat terbuka bagi yang bantu warm intro dengan mereka2 yang bisa mendukung misi kami.
Akhir kata, kami berharap @PerkaraAI bisa menjadi hikmah dari kriminalisasi yang kami sekeluarga jalani selama setahun lebih, sekaligus membantu meningkatkan kualitas penegakan hukum di Indonesia. 🙏🏼
Tertanda,
Ririe, Founding Legal
Ibam, Founding Engineer
🤖 Made with AI
wc retweeted
Indonesia’s broken labour market has become worse on Prabowo Subianto’s watch, with falling middle-class real wages, a huge black market and high levels of graduate unemployment economist.com/leaders/2026/1…
We open source SEA-ASR-ID a fast speech-to-text for Bahasa Indonesian (Apache 2.0 364M params open model + 2,287.4 h speech dataset)
- 1.5 s to transcript 79 minutes of Indonesian parliament (3,582× real time and 26–42x cheaper than Whisper large-v3 on 1x H100)
- 5.5% WER with a 1B rescoring LM (on par with Whisper large-v3 1.5B), 6.1% WER with its n-gram LM (ties Whisper large-v3-turbo)
Finetune on Google's EmbeddingGemma 2 inspire by @TslShahir @stablequan
wc retweeted
Big dreams, growing pains in Indonesia: Prabowo’s turbulent 2 years in power scmp.com/week-asia/people/ar…
wc retweeted
If Indonesia’s president is not careful, the ranks of multinationals scaling back their presence in his country will grow economist.com/business/2026/…
wc retweeted
Prabowo Subianto is right to aspire to better growth for his country. Unfortunately for Indonesia, the main obstacle to fulfilling that potential is the president himself economist.com/leaders/2026/1…
wc retweeted
Prabowo Subianto has done little to cure his country’s underlying economic maladies. For Indonesia to hit its stride, he must recognise that his populist approach has run out of road bit.ly/4zT0pZD
Photo: Getty Images
wc retweeted
Prabowo Subianto’s erratic policies are holding back his country economist.com/leaders/2026/1…
wc retweeted
Indonesia’s market is dysfunctional, not uninvestable ft.trib.al/vLjIIBa | opinion
wc retweeted
Our deepest thanks to the estimated eleven thousand people who have helped seed the first archive over the past month.
Please know that your support is invaluable, and that you need not to be afraid: there are more of us than we thought.
More details about the first archive are available on our @/kawalibam IG.
Moving forward, on a weekly basis we will re-arm the decryption key for the first archive to one month ahead. We will continue re-arming it until we consider it to be no longer necessary, or until a more orderly disclosure is in place.
We are consulting with our legal team regarding the planned distribution of a second, related archive, with its decryption key scheduled for release on or around the Fifth of November.
We understand this is an unconventional approach, but with our limited resources this is one of the few remaining ways we can fight for truth and justice.
In the meantime, we will resume posting updates on our case’s progress toward the Supreme Court and on the AI that Ibam built. Please stay tuned, and thank you for standing with us. We are in the endgame now.















