Belinda Rahmadara (@ibeloved) header
Belinda Rahmadara (@ibeloved) profile picture

Part of @bukalapak. I'd love to learn and share about psychology, human resource, literature, startup, k-pop, and everything in between.

Jakarta, Indonesia
Joined May 2009
Photo by Belinda Rahmadara (@ibeloved)Photo by Belinda Rahmadara (@ibeloved)Photo by Belinda Rahmadara (@ibeloved)Photo by Belinda Rahmadara (@ibeloved)Photo by Belinda Rahmadara (@ibeloved)Photo by Belinda Rahmadara (@ibeloved)Photo by Belinda Rahmadara (@ibeloved)
Question on @Quora: What does it feel like to work as a software engineer at Bukalapak? qr.ae/7vhdrt
Belinda Rahmadara retweeted
100% VC/investor yang curhat ke kami, bilang Indo terlalu berisiko untuk investasi sejak kasus Ibam, Nadiem, dan Nicko. Ada yang pilih rugi miliaran daripada ambil risiko investasi di industri yang kalau startupnya sukses malah kena kriminalisasi atau diperas oknum2 korup. Yang namanya investor, sudah pasti paling perhitungan soal risiko. Kalau sudah bertindak profesional pun, tidak menerima uang sepeser pun, masukan dan keputusannya wajar, tapi tetap bisa kena kriminalisasi, bagaimana mereka bisa percaya Indonesia punya kepastian hukum? Bagi investor, artinya risikonya tinggi bahwa suatu hari nanti investasinya bisa dikriminalisasi, dan imbalnya rendah karena nilai investasinya bisa hancur lebur. Kalau risikonya tinggi, imbalnya rendah, buat apa dia investasi di Indonesia? Yang Indonesia butuhkan bukan regulasi baru, bukan juga taruh founder startup di panggung. Yang Indonesia butuhkan adalah kepastian hukum. Contoh sederhana soal ketidakpastian hukum: dalam kasus Ibam, tafsir Pasal 3 UU Tipikor diperluas, sehingga semua orang yang pernah ikut rapat pemerintah dianggap punya kewajiban setara pejabat. Padahal Ibam sudah berkali-kali mengingatkan kementerian secara profesional bahwa Chromebook butuh diuji dulu, dan fakta persidangan menunjukkan peringatan Ibam tidak didengar oleh pejabat Eselon I/II yang melakukan pengadaan. Tapi Ibam tetap divonis 4 tahun penjara karena perluasan tafsir di atas. Tiga hakim menilai bahwa mengingatkan dan menyatakan keberatan saja tidak cukup. Ibam, yang berstatus konsultan eksternal, bahkan ngga digaji oleh negara, dianggap secara de facto punya kewajiban menghentikan para pejabat Eselon I/II tersebut dalam menyalahgunakan masukan yang pernah Ibam berikan. Apakah masuk akal, seorang konsultan yang bukan pejabat pemerintah dianggap punya kewenangan secara de facto, padahal fakta persidangan menunjukkan masukannya banyak tidak didengar? Apabila penegakan hukum tipikor dalam praktiknya justru berujung pada kriminalisasi, dan memaksa hakim melakukan “akrobat hukum” untuk mempertahankan konstruksi putusannya, maka patut dipertanyakan: apakah kepastian hukum masih menjadi tujuan utama? Ataukah putusan tersebut lebih ditujukan untuk mempertahankan narasi hukum tertentu, meskipun harus mengesampingkan prinsip-prinsip hukum yang seharusnya dijunjung tinggi, dan malah menghasilkan preseden buruk bagi negara kita? Masa sih preseden buruk? Mari kita ambil contoh. Kamu pernah ikut FGD pemerintah? Pernah diundang rapat oleh kementerian/lembaga dan dimintai masukan? Dengan perluasan tafsir UU Tipikor di atas, kamu bisa dipenjara kalau suatu hari masukan kamu dipakai pejabat untuk korupsi. Karena masukan kamu bisa dianggap memberi kamu kewenangan secara de facto, lalu kamu dinilai tidak menghentikan pejabat melakukan korupsi, meskipun korupsinya mereka lakukan tanpa sepengetahuanmu. Ironisnya, seperti dalam kasus Ibam, yang kemudian diancam penjara adalah kamu, bukan pejabat-pejabat korup tersebut. Kamu tidak menerima uang korupsi sepeser pun? Tetap bisa dipenjara. Ini karena UU Tipikor sudah lama mengalami perluasan tafsir melalui adanya frasa "memperkaya pihak lain". Dalam putusan Ibam, kelima Hakim mengakui Ibam tidak memperkaya diri maupun menerima aliran dana, baik secara langsung maupun tidak langsung, tapi tetap divonis karena "memperkaya pihak lain". Padahal frasa tersebut awalnya dirumuskan untuk memidana orang yang menerima keuntungan secara tidak langsung lewat pihak lain, namun kini menjadi pasal karet karena tafsirnya diperluas. Dengan adanya putusan terhadap Ibam, kini Pasal 3 UU Tipikor/Pasal 604 KUHP baru, kembali dihadapkan pada risiko perluasan tafsir menjadi pasal yang semakin karet lagi. Yaitu siapapun yang pernah beri masukan bagi negara, jadi dianggap punya kewajiban menghentikan pejabat menggunakan masukannya untuk korupsi, meskipun korupsi tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan dia. Kami tidak ingin putusan Ibam digunakan sebagai preseden untuk memenjarakan banyak orang yang pernah atau mau bantu Indonesia. Apalagi sampai membuat hukum menjadi semakin tidak pasti, sampai-sampai pejabat korup bisa bebas dengan cara menyalahkan masukan orang yang tidak korupsi atas perbuatan korup mereka. Apa jadinya masa depan Indonesia kita tercinta, jika ketidakpastian hukum menjadi sekentara itu? Semua ini, adalah pendorong kami untuk terus berjuang melalui banding. Jangan sampai hanya demi pihak-pihak tertentu mengejar sebuah "target", kepastian hukum satu negara dicederai, dan efek dominonya menjalar ke mana-mana. Putusan yang penuh "akrobat" ini harus dibatalkan. Ibam, Nadiem, Nicko, dan semua yang dikriminalisasi harus bebas. Kepastian dan supremasi hukum di Indonesia harus ditegakkan. Banyak hal di negara ini niscaya bisa kembali ke jalur yang benar jika penyalahgunaan hukum bisa dihentikan. Mohon bantu kami, mohon kawal selalu 🙏🏼
Indonesian salaries are so low -- even Starbucks Baristas in Singapore make more than Software Engineers in Jakarta. That's why our top people prefer to leave. The issue is Indo companies can't afford higher salaries, because of low profit margins. The only solution to stop our brain drain is to make it easier for top Indos to start their own companies Ease regulation, remove bureaucracy, and champion local founders.
12
265
9
709
49,043
Belinda Rahmadara retweeted
Bismillah, mohon dukungan untuk sidang banding kami 🙏🏼 Di persidangan sebelumnya, dua hakim menyatakan Ibam seharusnya bebas. Ini belum pernah kejadian dalam kasus sebesar ini 🕯️ Sebagai istri yang terus menemani Ibam, mohon bantu kami berjuang untuk Indonesia yang masyarakatnya berani bantu negara tanpa takut dikriminalisasi ⚖️ Dan untuk Indonesia yang bisa sediakan ruang aman bagi kita semua dalam berkontribusi terbaik kepada merah putih 🇮🇩
40
248
6
867
34,535
Belinda Rahmadara retweeted
Dari 4 hakim anggota, 2 hakim vonis Ibam 4 tahun, tapi 2 hakim lainnya justru minta suami saya dibebaskan. Sampai dua hakim menyatakan keyakinan berbeda lewat dissenting opinion terhadap tiga hakim lainnya jarang sekali kejadian. Bagi keluarga kami, ini tanda nyata kalau sebenarnya ada keraguan yang sangat mendalam dari majelis hakim sendiri soal perkara Ibam. Rasanya sedih banget, kenapa putusan yang menentukan masa depan keluarga kami penuh keraguan seperti ini? Bahkan di ruang peradilan, hakim ketuanya pun terlihat ragu-ragu untuk memutus berdasarkan pertimbangan vonis 4 tahun seperti 2 hakim anggota yang lain. Padahal Bapak Presiden @prabowo selalu ingatkan kalau putusan penegakan hukum itu nggak boleh ada keragu-raguan sedikit pun. Sedangkan, dua hakim anggota yang berkeyakinan Ibam secara terang benderang seharusnya dibebaskan dari seluruh dakwaan dalam putusan kemarin, dari matanya tampak kalau tidak ada keragu-raguan untuk menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa Ibam seharusnya bebas. Aku terharu banget, ternyata masih ada hakim yang sangat amanah dan objektif melihat kasus Ibam, terlebih ketika puluhan isi keyakinan kedua hakim yang mulia tersebut dibacakan di sidang. Semuanya tentang Ibam yang aku kenal, semuanya berisi tentang keadilan yang muncul dari fakta persidangan yang dipahami secara utuh. Tapi kenapa, putusan akhirnya penuh kejanggalan dan kezaliman? Ini sangat jauh dari keadilan yang didasarkan fakta persidangan. Keyakinan kedua hakim tersebut bantu memperkuat keyakinan keluarga kami juga, kalau Ibam seharusnya bebas. Bikin kami makin yakin juga untuk terus berjuang demi keadilan. Mohon terus bantu kawal ya, teman-teman. Tolong bantu suarakan juga ke Komisi III DPR dan Pak Presiden Prabowo, supaya keraguan yang sangat kentara terlihat ini bisa berganti jadi kepastian hukum. Jangan sampai ada lagi orang yang niatnya bantu negara dengan keahliannya malah dikriminalisasi. Terima kasih banyak atas dukungannya selama ini. 🙏
37
710
35
1,505
136,594
Belinda Rahmadara retweeted
Tolong kami 🚨🚨🚨 Tidak ada dalam amar putusan hakim kemarin yang menetapkan agar Ibam segera ditahan di dalam rumah tahanan negara. Namun JPU Roy Riady pagi ini menyatakan akan segera eksekusi penahanan Ibam ke rutan. Ini zalim sezalim-zalimnya. Tolong, kenapa begini negara ini. 😭
59
981
31
1,907
107,705
Belinda Rahmadara retweeted
Alhamdulillah, kejujuran ngga bisa dihalangi. Pesan dari seorang guru minggu lalu, beri kami ketenangan di tengah berbagai narasi yang diputarbalikkan. Dari app guru sampai magang kampus merdeka, semua bukan proyekan tapi untuk bantu Indonesia. 🇮🇩 Semoga semakin banyak yang berani bicara tentang dampak nyata aplikasi yang Ibam dan timnya bangun dengan tulus, walau identitas mereka perlu kami lindungi agar tidak ikut diserang.
19
88
12
334
120,793
Belinda Rahmadara retweeted
Terima kasih supportnya Ferry Irwandi dan @cania_citta 🙏🏼 Blak2an dari sumber funding yayasan, cerita ancaman, konsultan dituntut "cenayang," sampai dampak teknologi seperti Kampus Merdeka. H-3 putusan, semoga Ibam bisa bebas sesuai fakta persidangan 🙏🏼 youtube.com/watch?v=-VZorb12…
40
339
4
960
53,152
Belinda Rahmadara retweeted
Pembela2an soal kasus @ibamarief ini sudah banyak dirinci di tweet2 lain Tapi saya ingin highlight penutup Nadiem berikut: “Dan jangan lupa, Ibam itu seorang ayah. Ibam itu seorang suami” Injustice ini, pastinya sudah berefek besar bagi anak2 dan istri beliau. Kita pastinya bisa bayangkan bagaimana kegelisahan, ketidakpastian, ketakutan keluarga atas kedzaliman ini. Dan itu sudah terjadi selama BERBULAN2 Mendoakan semoga Dibalas dengan pahala yang sangat melimpah untuk Ibam dan keluarga 🙏 *dari seorang Ayah yang beruntung masih bisa mengantar anak sekolah 😢
11
412
1
1,376
50,015
Can u imagine the damage the JPU has caused to him n his family? Theres no evidence against him, he had no authority to make the decision, he didnt even made a recommendation specific to chromebook... yet he received the harshest punishments, even compared to those who admitted to taking money 🤷‍♂️
Tangis Ibrahim Arief di Sidang Chromebook, Merasa Dikriminalisasi Baca di: nasional.kompas.com/read/202…
34
2,202
33
4,654
133,190
Belinda Rahmadara retweeted
Cukup. Gaperlu bantuin negara even lo sebagai profesional Selama masih ada nama nama seperti Ibam, Tom, Nadiem, Amsal yang jadi rentetan panjang kriminalisasi oleh negara Penegak hukum lebih milih mengkriminalisasi profesional tidak bersalah. Dibanding menangkap BGN yang jelas jelas melakukan korupsi gila gilaan
48
2,096
12
4,842
44,859
WELL WELL WELL????
Bismillah, mudah2an case closed untuk tuduhan saham. Sudah ditunjukkan di sidang: bukti potong pajak 2021, angka match tuntutan 100%, confirm saham pendiri Bukalapak. Bukan korupsi. Ibam bersih. Terima kasih @achmadzaky sudah bantu meluruskan. H-4, mohon doanya Ibam bebas. 🙏🏼
10
191
1
984
97,760
Belinda Rahmadara retweeted
tidak ada aliran dana dan angka 16.9 milyar itu saham Bukalapak yang didapatkan jauh sebelum membantu Kementerian Pendidikan apakah yudikatif negara ini akan sekejam itu membalas ibam?
Bismillah, mudah2an case closed untuk tuduhan saham. Sudah ditunjukkan di sidang: bukti potong pajak 2021, angka match tuntutan 100%, confirm saham pendiri Bukalapak. Bukan korupsi. Ibam bersih. Terima kasih @achmadzaky sudah bantu meluruskan. H-4, mohon doanya Ibam bebas. 🙏🏼
6
59
196
11,992
Belinda Rahmadara retweeted
Kasus ibam ini emang aneh. Yg terima gratifikasi cuma jadi saksi. Kejaksaan ini mikir kita2 bego apa gimana sih? Institusi bobrok!
Atas nama keluarga kami, terima kasih bang Ferry 🙏🏼 H-6 menuju putusan, teman-teman sekalian mohon bantu #kawalibam selalu 🙏🏼 youtube.com/watch?v=a2-YH_aQ…
28
1,487
10
3,789
86,972
Belinda Rahmadara retweeted
GUys ini sakit sih...... Lu pada ingat gak kemarin ada dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot tanpa penjelasan resmi, tanpa konferensi pers, tanpa pernyataan apapun dari kementerian? Semua pejabat Kemenkeu kompak bungkam. Tidak ada yang mau menjelaskan kenapa. Nah sekarang setelah konpers Purbaya mulai kelihatan gambarannya. Dan ini jauh lebih dalam dari sekadar rotasi biasa. Ternyata ada sabotase dari dalam. Purbaya di konpers ini mengakui secara eksplisit ada informasi yang sengaja bocor dari internal Kemenkeu untuk merusak kepercayaan pasar. Bocoran pertama: kas pemerintah hanya cukup 3 minggu. Bocoran kedua: uang negara tinggal 120 triliun dan hampir habis. Bocoran ketiga : dan ini yang paling gila: ada yang dari internal bilang ke investor asing: Jangan bawa Menteri Keuangan ini ke temu investor. Dia tidak bisa bahasa Inggris dan akan mengacaukan. Itu dari internal, kata Purbaya secara langsung. Bukan dari oposisi. Bukan dari pengamat. Dari dalam Kemenkeu sendiri. Dampaknya nyata ke pasar. Tiga informasi itu meskipun tidak akurat sudah terlanjur membentuk ekspektasi negatif di pasar. Rupiah tertekan sebagian karena sentimen yang dibentuk oleh bocoran-bocoran itu. Dan Purbaya harus terbang ke luar negeri, ketemu investor satu per satu menjelaskan bahwa kondisi fiskal kita tidak separah yang disebarkan. Bule-bule itu bilang clear. Investor-investor besar juga tidak menanyakan itu lagi. Tapi kerusakan sentimen sudah terlanjur terjadi di dalam negeri. Soal pencopotan dua Dirjen jawaban Purbaya sangat mengejutkan: Ketika wartawan bertanya langsung apakah pencopotan itu ada hubungannya dengan bocoran-bocoran itu Purbaya menjawab: Iya dan tidak. Ada sedikit. Tapi ada yang lain-lain juga. Ini adalah pengakuan implisit yang sangat jelas. Ada sedikit hubungannya tapi bukan satu-satunya alasan. Artinya ada akumulasi masalah yang akhirnya sampai di titik Purbaya memutuskan harus ada pergantian di level Dirjen. Dan ada tiga masalah lain yang terungkap bersamaan: Pertama 40 perusahaan asing tidak bayar pajak semestinya. Mayoritas perusahaan China. Under invoicing ekspor melaporkan nilai ekspor lebih kecil dari yang sebenarnya untuk memperkecil pajak dan bea keluar. Dua sudah dikejar dan berjanji membayar. Tapi 38 yang lain masih berjalan normal. Tebakan mereka benar kita tidak akan berubah. Dan yang lebih mengkhawatirkan Purbaya mengindikasikan ada kemungkinan oknum di Dirjen Pajak yang melindungi perusahaan-perusahaan itu: Kalau dikasih ke orang pajak yang di situ aja sepertinya dilindungin juga kelihatannya. Makanya rencananya membentuk tim khusus langsung di bawah Irjen atau Sekjen bukan Dirjen Pajak. Kedua dokumen pajak jalan tol dan pajak orang kaya yang Purbaya sendiri tidak tahu ada. Wartawan tanya soal dokumen rencana pajak baru yang beredar pajak jalan tol, pajak orang kaya. Jawaban Purbaya: Pajak orang kaya saya baru dengar kemarin. Pajak jalan tol sama, baru tahu kemarin." Wartawan bilang dokumen itu ada tanda tangan elektronik Purbaya. Oh, tanda tangan elektronik ada loh. Kadang mereka bilang 'sudah aman Pak' saya tanda tangan." Seorang Menteri Keuangan tidak tahu ada kebijakan yang beredar atas namanya karena terlalu percaya ke staf yang bilang "sudah aman." Ketiga sistem IT SPT pajak yang masih bermasalah. Wajib pajak yang sudah mengisi SPT badan datanya bisa hilang begitu saja setelah server dimatikan 15 menit untuk maintenance. Semua isian dari awal lagi. Purbaya bilang sudah ada yang sengaja menghidupkan lagi akses yang sudah dimatikan: Ada orang dalam yang ngidupin lagi gitu. Gambar besarnya dan ini yang paling mengkhawatirkan: Kemenkeu adalah kementerian yang secara eksternal paling dipercaya investor global saat ini. S&P bilang stable. IMF bilang bright spot. Tapi di dalam: Ada Dirjen yang diduga aktif sabotase kepercayaan pasar terhadap Menkeu-nya sendiri. Ada 40 perusahaan asing yang tidak bayar pajak semestinya dengan indikasi ada yang melindungi dari dalam Dirjen Pajak. Ada kebijakan yang ditandatangani Menteri tanpa Menteri benar-benar tahu isinya. Ada sistem IT yang masih bisa disabotase dari dalam. Dan Menkeu yang paling dipercaya investor global ini masih harus berperang melawan sistemnya sendiri dari dalam. Kalau Kemenkeu saja masih seperti ini bayangkan kondisi di kementerian lain yang tidak mendapat sorotan sebesar ini. sungguh sakit ini negeri kita
557
5,370
456
19,426
1,416,203
Belinda Rahmadara retweeted
Baca ini 10x deh: "Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang. Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar."
Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼 Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam. Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang. Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar. Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali. Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan. Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana. Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan. Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan. Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam. Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami. Tolong, suarakan ketidakadilan ini. Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi. Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka. Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.
26
1,693
14
3,316
139,669
Belinda Rahmadara retweeted
Kok bisa saham dari Bukalapak dianggap sebagai keuntungan melawan hukum dalam pengadaan chromebook? Apa hubungan dan kaitannya?? Penasaran dgn konstruksi hukum dalam surat tuntutan jaksa
Bismillah, mudah2an case closed untuk tuduhan saham. Sudah ditunjukkan di sidang: bukti potong pajak 2021, angka match tuntutan 100%, confirm saham pendiri Bukalapak. Bukan korupsi. Ibam bersih. Terima kasih @achmadzaky sudah bantu meluruskan. H-4, mohon doanya Ibam bebas. 🙏🏼
17
238
730
42,278
Belinda Rahmadara retweeted
pak @prabowo 🙏 mewakili kami semua anak-anak teknologi 🇮🇩 ibam adalah representasi terbaik dari kami ikhlas mengabdi untuk negeri melepaskan tawaran milyaran gaji dari luar negeri jika tiada keadilan & betapa kejamnya ia didholimi niscaya tiada lagi dari kami mau mengabdi
Bismillahirrahmanirrahim. Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya. Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan. Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka. Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻
34
506
10
1,282
59,686
Belinda Rahmadara retweeted
Bismillahirrahmanirrahim. Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya. Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan. Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka. Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻
224
7,491
132
12,803
405,715
Belinda Rahmadara retweeted
Terima kasih Prof. @Rhenald_Kasali atas dukungan dan apresiasinya terhadap perjuangan Ibam untuk bantu Indonesia, dan kini untuk mencari keadilan 🙏🏼 Kami berharap hasilnya baik, agar siapapun yang tulus mau bantu Indonesia ngga perlu khawatir seperti yang Prof juga rasakan.
56
427
7
1,239
18,750
Belinda Rahmadara retweeted
Bismillah, mudah2an case closed untuk tuduhan saham. Sudah ditunjukkan di sidang: bukti potong pajak 2021, angka match tuntutan 100%, confirm saham pendiri Bukalapak. Bukan korupsi. Ibam bersih. Terima kasih @achmadzaky sudah bantu meluruskan. H-4, mohon doanya Ibam bebas. 🙏🏼
80
1,455
47
3,949
252,916