Pinned Tweet
Alhamdulillah klo pejabat BRI wajar hidup mewah. Bisa nih.. 😄
Replying to @novykayra @PartaiSocmed
Bumn misal BRI laba tahun ini aja 50 triliun loh, kalo pejabatnya mungkin wajar aja gaya hidupnya mewah
Barella retweeted
Tuntut korporasi pembakar lahan dg pidana dan ganti rugi kerugian negara, masyarakat dan lingkungan. Termasuk Helikopter inipun dan biaya operasinya harus mereka ganti
Helikopter TNI AD Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Kalteng
liputan6.com/news/read/83284…
Barella retweeted
Listyo Sigit, Kapolri terlama, pernah mendapat bintang mahaputra, dipuji oleh Presiden karena bisa mengerahkan POLRI menanam jagung, bahkan oleh pimpinan Komisi III disebut polisi terbaik sepanjang sejarah ternyata jadi TSK sebagai pelaku kejahatan terjahat di sepanjang sejarah POLRI yakni menyadap kepala negaranya sendiri. Gilaaaa.
Dalam hal tertentu kita mencatat Presiden Prabowo bisa tegas. Selain Listyo Sigit, ada juga Dadan Hidayana yg dulu selalu dibela dan dipuji-puji oleh Presiden akhirnya digelandang ke pengadilan karena kasus korupsi gila-gilaan di program MBG.
Febrie Adriansyah yang katanya algojo koruptor dan merupakan orang kepercayaan Prabowo akhirnya dikirim ke pengadilan karena dakwaan korupsi di atas korupsi. Banyak lagi contohnya.
Jadi jangan keterlaluan berkorupsiria dan melakukan pengkhianatan, misalnya karena merasa sok dekat dengan Presiden Prabowo. Kalau Anda keterlaluan, ditindak tegas juga kan? Ayo, Pak Presiden, gembirakan rakyat dengan ketegasan yang lebih banyak lagi.
Barella retweeted
SAMIN TAN, sosok yang pernah membantu BAKRIE dalam "menyelamatkan" aset BUMI melawan ROTHSCHILD.
Siapa dia? Bagaimana sepak terjangnya dari A sampai Z:
* Samin Tan lulusan jurusan Akuntasi UNTAR.
* Awalnya berkarir di PwC, lalu lanjut ke Deloitte.
* Tahun 2002 mendirikan PT Renaissance Capital Asia, perusahaan advisor urusan akuisisi, restrukturisasi utang, dan financing korporasi besar.
* Masuk ke bisnis batubara lewat PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN), lalu akuisisi PT Asmin Koalindo Tutup (AKT).
* Tahun 2010, IPO $BORN
* Tahun 2011, Samin Tan masuk Forbes orang terkaya no.28 di Indonesia (USD 940 juta).
* Tahun yg sama, Bakrie lagi kelilit hurang lalu menggaet Samin Tan. Samin Tan, melalui BORN, nekat narik pinjaman jumbo dari Standard Chartered sebesar USD 1 miliar (kok bisa? Entahlah), lalu beli 23% saham Bumi Plc. Samin Tan berhasil jadi Chairman Bumi Plc., dan mendepak Nathaniel Rothschild.
* Agak nahas, aksi korporasi jumbo Samin Tan ini justru jadi awal kemunduran bisnisnya. Samin Tan berhadapan dengan kejatuhan harga batubara dunia dan beban utang jumbo, bisnis pun mulai kena berbagai jeratan kasus hukum.
* Masuk 2012, BORN mulai gagal bayar utang, emiten kena suspend dan akhirnya terdepak (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
* Tahun 2017, kementerian ESDM resmi mencabut konsesi AKT karena pelanggaran jaminan utang tanpa izin pemerintah.
* Samin Tan masuk radar KPK.
* Tahun 2019, KPK menetapkan Samin Tan sebagai tersangka atas dugaan suap Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, sebesar Rp 5 miliar untuk melobi pencabutan izin tambangnya.
* Samin Tan sempat menghilang dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir satu tahun sebelum akhirnya tercyduk di Jakarta tahun 2021.
* Tahun 2021 Pengadilan Tipikor Jakarta bikin vonis yang mengejutkan, yaitu vonis bebas Samin Tan.
* Tahun 2022, KPK ngajuin Kasasi ke MA, ternyata MA menguatkan vonis bebas.
* Ternyata meski izin AKT sudah dicabut sejak 2017, Samin Tan masih belum rela melepas mesin cuannya. AKT terus menambang dan menjual batubara secara ilegal dari tahun 2017 hingga 2025.
* Akhir tahun 2025, satgas PKH Kalteng mendenda administratif AKT sebesar Rp 4.24 triliun.
* Maret 2026, kasusnya naik jadi pidana korupsi penuh. Samin Tan dicegat Jampidsus Kejagung setelah cicilan perdana di Satgas PKH.
* Tuntutan kerugian negara Rp 17,7 triliun. Ratusan ribu ton batubara disita dan dilelang karena khawatir mudah terbakar jika ditumpuk lama.
* Akhirnya, 30-Okt-2026, Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menyatakan perkara Samin Tan resmi diregistrasi dengan nomor perkara 86/Pid.Sus-TPK/2026/PN Jkt.Pst.
Malings
I recently learned the term “Indonesian government buzzer”.
Recently they were attacking Singapore , calling us thieves , accusing us of stealing their wealth , threatening to cut this and that. When we told them to do more about the haze , they said we disrespected them.
And when I retaliated to say Singapore had our own leverage we won’t use , they went crazy. LOL
These buzzers should be called strawberries.
Desperate strawberries.
Gw dh pnh ngmg jg mustahil beli byan di harga pasarnya yg ga masuk akal itu. Emgnya ritel yg mau aja beli.
Benix bongkar valuasi wajar saham BYAN cuma Rp1.388, jadi Haji Isam beli di harga Rp2.588 itu sudah 2x PBV..
Kok diframing ada intervensi pemerintah padahal transaksinya normal di pasar nego & Low Tuck Kwong hibahin 22% saham ke anaknya warga Singapura itu di tahun 2024
Pemerintahan Jokowi kemana aja waktu itu!!
Makanya udh bener sistem dulu pilih parpol aja bukan orang. Mana make nomor urut. Krna Caleg itu dia koar2 soal apa saat kampanyepun klo dia ditempatin di komisi yg bukan yg dia janjikan ya ga jalan jg. Hrusnya parpol aja yg kampanye.
Lain sama senator DPD. Dia emg individu
Barella retweeted
Suharto perlu puluhan tahun mengangkat Tutut jadi menteri, Menteri Haji ini tak perlu waktu lama buat mengangkat dua putranya sebagai tenaga ahli. Ngono yo ngono neng ojo ngono, Gus...
Barella retweeted
”kalau Singapura takut, kami sudah menyerah waktu konfrontasi. Kami tidak menyerah dulu, kami tidak menyerah sekarang”.
1. Om, lo tu lahir th 1975. Konfrontasi itu 1963-1966.
Lo belum lahir, ga ikut perang.
2. Waktu konfrontasi, Singapura itu bukan negara. Singapura itu masih bagian dari Malaysia.
Yg nahan tentara Indonesia itu Inggris & Australia. Jadi, kalau lonbilang kami tidak menyerah, lo blunder.
Yg ga nyerah itu Malaysia & Inggris, bukan lo.
3. Ini yg paling parah. Konfrontasi itu menewaskan warga sipil Singapura di Orchard. Jangan malah lo pakai darah org 1965 utk tutup asap 2026 segala.
Masalah hari ini simpel sebenarnya, perusahaan² yg bikin asap itu holding-nya ada di Singapura, di SGX.
Singapura punya UU haze 2014 yg bisa pidanakam perusahaan di LN. Kenapa ga ditegakkan?
Ga perlu lebay bawa² perang 60 th yg lalu om.
Indonesian former Minster of Trade, Muhammad Lutfi, challenged our Singapore Ministers to prosecute the companies.
We will. Even though one must wonder at the audacity of passing the buck to Singapore.
Don’t forget the holding companies might be in Singapore , but the operating subsidiaries are in Indonesia.
And the fires are happening IN INDONESIA.
Even though the chance of Singapore stopping the fires by prosecuting the holding companies are low, we will proceed , not least because some punishment is needed.
But this misses the main point Lutfi is actually making.
Besides passing the buck to Singapore , he is sore that many Indonesian companies have chosen to list in Singapore instead of Indonesia.
Sore that most of the wealthy Indonesia (including many of his friends) choose to live in Singapore instead of Jakarta.
He is sore that Indonesian conglomerates choose to book their profits in Singapore instead of Indonesia.
He posted another video blaming Singapore (Min Grace Fu was shown) for Indonesia’s stock market collapse in the last few days. He even insinuates that it is Singapore (GIC) that pushed for Indonesia to be downgraded by the MSCI to standalone market status.
Ridiculous assertions of a sore loser.
As usual, Indonesia officials use Singapore as the bogeyman , whenever something bad happens. When their incompetence causes haze to Singapore and Malaysia, they turn the narrative on us instead.
We will not be bullied.
If Singapore and Malaysia were afraid , we would have surrendered during Konfrontasi.
We did not surrender then.
We will not surrender now.
Barella retweeted
Replying to @calvinelcheng
Singapore is all talk and acts like a parasite toward its neighbors—a small nation whose wealth is the product of theft.
Barella retweeted
Replying to @calvinelcheng
-PT DamaiAgroSejahtera/Bumitama Agri Ltd,tercatat diSGX
-PT KayungAgroLestari terkait First Resources,tercatat diSGX
-PT Mitra (konsesi)Fangiono Family,First Resources,tercatat diSGX
-PT ArjunaUtamaSawit bagian dr First Borneo Plantations,tdk tercatat diSGX
Netizen show yr magic
Barella retweeted
Jangan merasa paling memahami rakyat hanya karena paling lantang bicara soal mereka. Criticize the ideas, not just throw labels around
Barella retweeted
Anti intelektual indonesia sudah mengakar sangat kuat, saat ada pakar membahas kepakarannya orang2 responnya langsung negatif
Memang benar presiden itu cerminan masyarakat
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
Barella retweeted
Replying to @kuasifakta
Menara gading menara gading, pemerintah lu yang ga becus kontol
Barella retweeted
We fail, Prof. Failure in terms of making people be able glimpse sesuatu secara kritis. As you said, “…terlalu biner.” Hanya mampu melihat kanan-kiri, hitam-putih—padahal demokrasi hrs moving in entanglements like Quantum Computer told. @bagus_muljadi
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
Barella retweeted
Replying to @sboedioetomo @bagus_muljadi
Seperti yang dibilang ina liem. Kemampuan berpikir Indonesia hanya ada di level 1. Udah banyak contohnya dan fenomena ini salah satunya. Setiap ada dichotomy fallacy semacam ini gw hanya tertawa, lagi dan lagi.
Barella retweeted
Replying to @indragunartono
Menurutku, mereka yang menempelkan
"ga ada gunanya, ga akan di dengarkan"
"cuma bisa ngomong dari kursinya"
"yang perlu sekarang itu siapa yang salah"
ke dalam diskusi mengenai solusi hanya mengaburkan topik dan perlu di pertanyakan niatnya mencampur adukkan semuanya.


























