Dilla retweeted
solat di awal waktu bener bener bikin tenang, waktu jadi lebih panjang.
kerasa banget efeknya
Dilla retweeted
Jangan sampai keberadaan kita malah menjadi alasan orang-orang bernapas sulit; sehingga mereka pikir ketiadaan kita justru jadi berkah.
Ini metafora sederhana, moga kita bisa menjadi napas lega bagi orang-orang. Dan moga, pemegang kebijakan gigih mengusahakan "napas lega" itu.
Dilla retweeted
Membuat orang bernapas lebih lega.
Sebagai individu, ini bisa bermakna meringankan beban orang lain; melalui telinga yang mau mendengar, atau sekadar kehadiran yang menenangkan di tengah kerasnya hidup.
Tapi bagi pemerintah, ya memang harus membuat korban Karhutla bernapas lega
Dilla retweeted
"To know even one life has breathed easier because you have lived. This is to have succeeded."
Tahu bahwa setidaknya satu jiwa bernapas lebih lega karena kau pernah hidup; itulah arti kesuksesan.
Meski tentu, ini tak menutup pintu untuk terus bertumbuh agar manfaat makin besar.
Dilla retweeted
Jika dipikir, betapa revolusionernya Nabi saat beliau bersabda, "sebaik-baiknya manusia, adalah yang bermanfaat bagi manusia."
Sebab di saat orang mengukur eksistensi dengan kedudukan dan kepemilikan, Nabi memberi sentuhan: memberi manfaat.
Karena ada kaya, tapi merusak, kan?
Dilla retweeted
dan yang perlu orang pahami juga, belajar agama itu tidak meniadakan tentang dunia ya. orang pada bilang "wah orang ini agama cuma buat coping aja".
while it's true, tapi gak berhenti di situ. justru dengan kita paham aqidah, kita bisa lebih bijak dalam setiap action kita. kita bisa lebih bijak menilai kejadian yang sedang terjadi.
di satu sisi kita yakin dan paham kalau Allah pasti menakdirkan takdir terbaik buat kita, dan di sisi lain kita juga paham bahwa "baik buat kita" ≠ "baik menurut kita".
di satu sisi kita tau kalau rezeki dari Allah gak akan melenceng ke hamba lain, dan akan selalu diberikan kepada kita selama kita masih hidup. di sisi lain, kita juga paham bahwa menjemput rezeki adalah kewajiban sebagai seorang muslim. artinya, kita bekerja itu bukan cuma sebagai bentuk kita mencari rezeki, tapi juga termasuk peribadatan kepada Allah.
semoga kita senantiasa diberikan ilmu ya sama Allah🥲
Dilla retweeted
hari2 ini jadi sadar pentingnya REGULASI EMOSI, biar bisa ttp survive & functional di tengah kondisi yg makin buruk ini.
salah satunya Wheel of Feelings, buat mendeteksi emosi dgn lebih spesifik. contoh:
- ga cuma takut, tp jg overwhelmed + anxious
- ga cuma angry, tp infuriated
Dilla retweeted
berusaha sampai setengah mati hasilnya menjadi kaya baru boleh bersyukur.
masih berusaha sampai setengah mati terus hasilnya mentok disitu, jika bersyukur disebut meromantisasi kemiskinan.
Ini riil banget sih. Bertahun-tahun kuliah di lingkungan se-high pressure itb. Sekalinya tinggal di rumah, ketampar banget ternyata hidup tuh bisa "se-ringan" itu. Ngeliat betapa keluargaku semudah itu bahagia karena hatinya yang lapang.
Dilla retweeted
Jadi inget nasihat Kyai Faruq waktu masih di Lirboyo saat saya mengaji kitab Ta'lim Al-Muta'alim
"Kadang, bukan kita yang menghampiri doa kita, tapi doa kita yang menghampiri kita"
Jujur, gue terharu banget waktu beliau dawuh begitu wkwk
Sebenernya, perdebatan kaya-miskin ini ngga bakal ada ujungnya kalau satu-satunya parameter "Gimana caranya bisa hidup enak?" Soalnya, kalau emang itu tujuan hidup. Bakalan ga adil banget. Kita bakal SELALU IRI DENGAN ORANG KAYA dan bakal SELALU MENGUTUKI KEMISKINAN.






















