Sleeping Society (@jodjon) header
Sleeping Society (@jodjon) profile picture

naik Vespa ke luar angkasa

Jakarta Capital Region
Joined February 2009
Photo by Sleeping Society (@jodjon)Photo by Sleeping Society (@jodjon)Photo by Sleeping Society (@jodjon)Photo by Sleeping Society (@jodjon)Photo by Sleeping Society (@jodjon)Photo by Sleeping Society (@jodjon)Photo by Sleeping Society (@jodjon)Photo by Sleeping Society (@jodjon)Photo by Sleeping Society (@jodjon)
Sleeping Society retweeted
22
289
26
4,269
214,280
Ayook gol lagiiiii
49
Kalah mulu KNTL
16
Sleeping Society retweeted
PLOT TWIST 😭‼️
1,048
6,418
502
29,668
1,249,575
Sleeping Society retweeted
Dulu, Jokowi pakai orang tertentu buat memantau media dari luar. Sekarang, orang-orang Prabowo sudah masuk ke ruang redaksi, mengawasi dari dalam.   Ini adalah artikel pertama dari serial #DeadPressSociety yang mengungkap berbagai bentuk pembungkaman pers yang terjadi di bawah pemerintahan Prabowo Subianto. projectmultatuli.org/dead-pr…
11
700
4
1,141
26,375
Sleeping Society retweeted
Dia orang yg kalo cari lawan ga tanggung2. Soeharto ditantang, Tomy Winata dihadapi, Riziek Shihab dibikin mlungker. Keberaniannya ga tertandingi. Award atas nama Taufik pantasnya diberikan untuk jurnalis2 yg juga punya nyali. @AJIIndonesia.
1
32
149
6,567
Sleeping Society retweeted
Militer Indonesia sedang bertumbuh pesat, membesar dalam skala tak pernah terbayangkan sebelumnya. Jika sesuai rencana, jumlah tentara bisa mendekati 1 juta personel, dan 700 ribu Komponen Cadangan, pada akhir masa jabatan Prabowo pada 2029. projectmultatuli.org/peran-m…
11
307
10
500
89,512
Sleeping Society retweeted
Orang jawa pasti tau artinya...
128
359
28
2,219
606,790
Sleeping Society retweeted
Bjirr
240
1,688
205
6,627
139,266
Sleeping Society retweeted
🚨JUST IN: Terjadi demonstrasi penolakan kenaikan BBM di Cikini, Jakarta. Gak ada yang tau kan lu kalo ada demo?
842
23,561
702
78,377
1,511,288
Sleeping Society retweeted
Bocoran Logo Kemerdekaan ke-81.
🔥 17.845 semakin dekat 🔥 🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
246
5,872
160
14,684
622,345
Sleeping Society retweeted
Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia. Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026. Dan datanya bukan dari sembarang sumber. Dari Forbes. Dari LHKPN. Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah. Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas: 50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026. APBN Indonesia? Rp3.800 triliun. Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh. Satu tahun. Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu. Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari. Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam. Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri: Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih. Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang. Dua belas orang. Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun. Siapa? Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma. Ada juga Menteri Perumahan Rakyat. Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya. Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri: Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI. Dua ratus lima puluh dua tahun. Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun. Itu bukan angka. Itu absurditas. Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri. Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama. Di antara satu korps yang sama. Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya: Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili. Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta. Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili. Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak. Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap: Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa? Rp93 triliun per tahun. Sembilan puluh tiga triliun. Setiap tahun. Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang. Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar. Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun. Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh. Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan. Hanya dari 50 orang. Hanya 2%. Per tahun. Tapi itu tidak terjadi. Dan Celios menjelaskan kenapa: Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan. Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi. Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan. Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh. Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini: Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir. Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki. Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan. Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas. Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian. Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret: Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen. Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek. Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya. Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan. Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama. 50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya. Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini. Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya. Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.
223
4,058
168
6,874
228,847
Sleeping Society retweeted
Semua pejabat wajib naik transportasi umum beberapa hari per minggu @prabowo , jadi tau alasannya knp kami kesel kalian bakar duit ke orang2 yg joget 6 juga per hari
This Post is from a suspended account. Learn more
46
5,337
82
12,438
175,602
Sleeping Society retweeted
Mohon viralkan: Kasus Andri Yunus memperkuat alasan kita semua harus menolak militer di ranah sipil!!!
89
9,433
35
22,691
175,804
Sleeping Society retweeted
cc: Gen Z TNI
213
2,046
290
9,822
1,121,381
🤖 Made with AI
Ucapan selamat lebaran dari Dipa Nusantara Aidit beserta segenap Comite Central Partai Komunis Indonesia. Harian Rakjat, 27 Februari 1963.
18
1,407
27
7,842
268,175
Sleeping Society retweeted
Kan emang musuhnya rakyat sendiri?
Ini rudal yg kalau musuh di Bandung, rudal ditembakkan dari Jakarta, yang hancur malah rest area 87, mau serbu pangkalan militer musuh, jatuhnya malah di pangkalan ojek, alhasil lebih cocok buat senjata antar kebupaten, iya gak sih ? Mana impor pula dari Brazil 😴
2
2
194
Sleeping Society retweeted
I dare you to beat my wallpaper 🔥
2,191
17,296
726
214,370
14,263,983
Sleeping Society retweeted
462
18,536
475
76,822
3,482,028
Sleeping Society retweeted
😤😡
148
5,668
98
22,294
2,029,772