Pinned Tweet
Bagaimana cara paling sederhana membaca kesuburan tanah?
Tidak semua petani punya alat deteksi nutrisi tanah atau akses ke lab.
Tapi tenang. Ada teknik khusus yang diwariskan simbah2 dulu. Yang paling mudak adalah dengan membaca rumput yang tumbuh.
Ya benar. Tanah itu sebenarnya "ngomong" lewat rumput liar yang tumbuh di atasnya. Setiap jenis rumput dan gulma cuma mau tumbuh kalau kondisi tanahnya cocok.
Jadi kita bisa tebak kesuburan tanah cuma dengan mengamati apa yang tumbuh liar di lahan. Cara ini gratis, cepat, dan sudah dipakai petani turun-temurun.
Kuncinya di bawah ini ya. Baca tipis2 saja sambil nunggu Argentina pulang kampung. Gass....
#literasipertanian #olahtanah #ekologi
Renungan terik siang.
Banyak laki-laki bodoh yang mengira menjadi gigolo itu pekerjaan yang menyenangkan sekaligus bisa menghasilkan banyak uang. Padahal, itu cuma angan-angan orang yang tidak berpikir panjang.
Delapan dari sepuluh perempuan yang mencari jasa gigolo konon adalah perempuan dengan dorongan seksual yang sudah tidak terkendali: perempuan paruh baya bertubuh gemuk yang lama menahan hasrat, perempuan menopause yang emosinya tidak stabil, atau istri yang sudah sering berhubungan seksual dengan suaminya tetapi masih belum merasa puas.
Begitu mulai berhubungan, durasinya bisa langsung tiga sampai empat jam, bahkan lebih. Tidak ada habisnya.
Kamu pikir sama seperti melayani pelanggan prostitusi biasa, setelah ejakulasi semuanya selesai? Jangan bermimpi!
Perempuan yang menyewa jasamu justru ingin menjadikanmu alat pemuas seksual. Mereka tidak akan membiarkanmu ejakulasi sesuka hati. Setelah ejakulasi, kamu harus segera kembali ereksi. Bahkan, penis yang melemas selama 30 detik saja dianggap tidak bisa diterima.
Setelah ejakulasi satu atau dua kali, biasanya tubuh sudah kelelahan. Kamu mungkin harus mengandalkan Viagra, sildenafil, atau obat yang lebih kuat untuk mempertahankan ereksi. Kalau tidak, pelanggan bisa langsung marah dan menyuruhmu pergi.
Ada juga yang meminta agar penis terus berada di dalam tanpa boleh ditarik keluar, sambil terus melakukan penetrasi dan mengeluarkan suara. Bahkan, ada yang meminta berbagai praktik seksual ekstrem, seperti stimulasi anus, permainan prostat, cambuk, hingga pelebaran anus. Jika kamu tidak bersedia mengikuti permintaan mereka, bayaran bisa dipotong atau bahkan sisa pembayaran tidak diberikan.
Memang, dalam satu malam penghasilannya bisa mencapai beberapa ribu hingga puluhan ribu yuan. Namun, uang itu dibayar dengan mempertaruhkan kesehatan tubuh sendiri.
Setelah satu kali sesi, alat kelamin bisa membengkak seperti terong dan terasa sakit saat buang air kecil. Keesokan harinya, tubuh bahkan mungkin tidak sanggup berdiri tegak. Setidaknya diperlukan waktu seminggu untuk memulihkan kondisi.
Jika dilakukan setiap hari, pekerjaan seperti ini diklaim hanya bisa bertahan dua atau tiga tahun sebelum mengalami kerusakan seksual permanen, impotensi, gangguan produksi sperma, bahkan kemandulan.
Jangan merasa tubuhmu kuat dan sanggup menanggung semuanya. Ketika dorongan seksual sudah tidak terkendali, perempuan pun bisa memiliki hasrat seksual yang sangat tinggi. Mereka tidak peduli kamu sudah kelelahan atau kesakitan. Yang mereka inginkan hanyalah mendapatkan kepuasan.
Jadi, bagi laki-laki yang benar-benar ingin menjadi gigolo, coba tanyakan dulu kepada kontol mu:
Apakah kamu sanggup mempertahankan ereksi selama empat jam berturut-turut tanpa bantuan obat-obatan ?
Ronda Tani retweeted
Polisi bisa punya wewenang sebesar hari ini karena Reformasi 98. Jangan lupa itu.
Salah satu tuntutan utama gerakan mahasiswa 1998 adalah “Cabut Dwifungsi ABRI, Pisahkan TNI dan Polri”. Sebelum reformasi, polisi adalah bagian dari ABRI, tunduk pada doktrin militer, dan berfungsi jadi alat represi Orde Baru.
Mahasiswa turun ke jalan, berdarah-darah, ditembak di Trisakti, Semanggi, demi memutus rantai itu. Hasilnya, tahun 2000 Polri resmi pisah dari TNI. Jadi sipil. Punya UU sendiri. Wewenangnya diperluas jadi penegak hukum utama. Itu buah manis reformasi.
Buah manis yang mereka nikmati sekarang, nyaris tanpa mereka perjuangkan sendiri.
Yang demo, yang ditembak, yang hilang, yang dipenjara, itu mahasiswa dan rakyat. Polisi saat itu justru berada di barisan yang menghadapi mereka.
Setelah reformasi menang, struktur berubah: Polri dapat kemandirian, anggaran naik drastis, kewenangan penyidikan penuh, kontrol politik langsung di bawah presiden. Dari anak buah Pangab, jadi institusi mandiri dengan jenderal bintang empat.
Semua ini terjadi karena ada yang berani mati menuntut perubahan. Bukan karena inisiatif dari dalam.
Maka ketika hari ini kita lihat polisi begitu represif menghadapi demonstrasi mahasiswa, gas air mata ke kampus, penangkapan sewenang-wenang, kriminalisasi aktivis, pembubaran mimbar akademik, rasanya seperti kacang lupa kulitnya.
Demonstrasi adalah napas demokrasi. Persis seperti napas yang dulu dipakai mahasiswa 98 untuk melahirkan Polri yang sipil dan profesional. Tanpa gerakan itu, polisi masih jadi bagian dari ABRI, masih pakai loreng, masih jadi alat kekuasaan, bukan pelayan hukum.
Menembaki demonstran hari ini artinya menembaki cermin sejarahnya sendiri.
Tugas polisi memang jaga ketertiban. Tapi ketertiban bukan dibeli dengan membungkam suara kritis. Reformasi 98 melahirkan Polri sipil dengan mandat utama: melindungi dan mengayomi, bukan memukul dan menakuti.
Dwifungsi ABRI dicabut supaya alat negara tidak lagi jadi alat politik. Supaya polisi tidak jadi centeng penguasa. Kalau hari ini wajah Polri kembali mirip ABRI Orba, antikritik, represif, defensif, berarti cita-cita reformasi dikhianati. Dan yang mengkhianati adalah institusi yang paling diuntungkan oleh reformasi itu.
Ingatlah ini. Hai setiap anggota Polri, dari bintara sampai jenderal: wewenang besar yang kalian pegang hari ini dibayar dengan nyawa mahasiswa 98.
Kalian ada karena gerakan reformasi 98 menuntut kalian dipisah dari tentara. Kalian sipil karena mereka menuntut kalian sipil.
Jangan balik badan dan gigit tangan yang dulu membebaskan kalian. Kalau lupa sejarah, institusi ini tidak akan pernah dipercaya rakyat.
Dan polisi tanpa kepercayaan rakyat cuma jadi preman berseragam coklat.
Panjang umur perjuangan!
Perolehan suara tertinggi pada pemilu di Jatim 1955
1) NU: 3.353.779 suara (38,1%)
2) PKI: 2.211.760 suara (25,1%)
3) PNI: 2.182.465 suara (24,8%)
4) Masjumi: 1.060.872 suara (12%)
Bayangkan, waktu itu, seperempat warga Jatim pemilih PKI. Bayangkan tahun 1960an, kalau ada pemilu lagi bisa2 NU disalip. Apa nggak ngeri?
Wajar tragedi 1965/66 Jatim adalah wilayah paling berdarah.
"Indonesia sadar dimulai dari sadarkan JAWA TIMUR"
BENERRR!!!! SOALNYA JATIM GRASSROOT MENTOK!!!!
Masyarakat Jawa Timur itu bisa dibilang gambaran paling murni dari kelompok grassroot di Indonesia—
Orang grassroot di Jatim gak mempan disuapi narasi indah, wacana akademis yang ketinggian, atau tren medsos anak Jakarta. Mereka cuma peduli hal-hal konkret: perut kenyang, kerjaan ada, dan urusan gak ribet.
Nyari anak semua bangsa gak ada ya.
Ronda Tani retweeted
Sudah banyak, Mas. Bahkan ada pondok yang mengharamkan MBG.
Abah Anwar Zahid kritik MBG dengan keras di panggung. Ustadzah Mumpuni sering kritik keras MBG.
:)
Ini adalah highlight khotbah dari Pendeta Wahyu 'Wepe' Pramudya di Gereja Kristen Ngagel, Surabaya, Jawa Timur.
Kami—atau barangkali kita semua—tentu juga SANGAT AMAT menantikan khotbah & ceramah dari para Gus, Ulama, Kyai, dan/atau pengasuh² ponpes NU dengan semangat yg sama.
(Semoga ada)
(Please, ada)
(Bakalan ada, kan?)
Ronda Tani retweeted
Di antara yang bikin orang awam bingung dalam beragama adalah keharusan bermazhab. Apa orang awam wajib mengikuti mazhab tertentu? Jika wajib, apa boleh pindah-pindah mazhab? Jika tidak wajib, bagaimana semestinya orang awam beragama? Haruskah menggali hukum sendiri?
Ronda Tani retweeted
Dalam kehidupan sosial, tidak semua ujaran memiliki daya yang sama.
Kalimat yang sama bisa dianggap cerdas ketika keluar dari mulut profesor, tetapi dianggap sok tahu ketika diucapkan seseorang tanpa gelar akademik.
Bourdieu membantu kita memahami bahwa bahasa juga merupakan praktik sosial yang dipengaruhi modal simbolik dan posisi pembicara.
Kebenaran argumen seharusnya dinilai berdasarkan alasan dan buktinya, bukan status sosial orang yang mengucapkannya.
Namun, dunia sosial sering kali bekerja dengan logika yang berbeda.
Ronda Tani retweeted
Replying to @jogstate
Kalo dikriminalkan, nanti kaya ganja. Pasar gelapnya merajalela, banyak aparat hukum ikutan bisnisnya, produsennya gak bisa diawasi karena tempatnya bakal pindah2 atau ngumpet, anggaran pemberantasan tinggi.
Bagusnya sih diatur. Konsumennya dididik. Dampak sosialnya lebih minim
Ronda Tani retweeted
Selama malam.
Di dunia ini ada yang disebut Dunning–Kruger Effect.
Percayalah bahwa ada orang yang tidak cukup memahami suatu hal terkadang justru merasa paling memahami hal tersebut.
Ronda Tani retweeted
Replying to @jogstate
ini menarik juga, zoroaster atau majusi dulu itu dulu monothheisme dan hanya menyembah sang ahura Mazda alias SANG TERANG. Entah bagaimana kemudian entitasnya jadi menyembah api, saya tidak tahu tapi dlm islam sendiri menyebutkan ada ribuan nabi yg bertebaran di muka bumi.
Ronda Tani retweeted
Kenapa buah di Indonesia sulit bersaing di pasar internasional atau diekspor?
Paling tidak 2 alasan utama ini:
1. Standar kualitas
Di Indonesia, buah lokal sering kali memiliki kualitas yg tidak konsisten karena kurangnya standar mutu yg ketat, varietas unggul yg terbatas, dan metode budidaya yang masih konvensional.
Alhasil kualitas buah yg dihasilkan tidak bisa mencukupi permintaan pasar. Berbeda dengan pertanian di luar negeri yg sudah ter-SOP dengan baik.
2. Rantai distribusi yang lemah
Sistem distribusi yang mahal dan tidak efisien. Di Indonesia, cold chain/teknologi pascapanen masih terbatas, sehingga buah cepat rusak/busuk selama perjalanan dari petani ke pasar.
Akibatnya, susut pascapanen tinggi, kualitas menurun, dan harga akhir naik untuk menutup kerugian.
Indonesia masih bergantung pada impor buah untuk memenuhi permintaan kebutuhan lokal, terutama buah premium, karena produksi dalam negeri belum cukup atau tidak konsisten.
Paradoksnya, meski Indonesia penghasil buah tropis yg paling beragam, ekspor sulit karena kualitasnya rendah. Bandingkan saja dibanding buah impor yg masuk ke Indonesia.
Di luar negeri jg, harga buah jauh lebih murah karena skala produksi besar, subsidi pemerintah, dan efisiensi rantai pasok. Tak heran, pemerintah/perusahaan memilih jalan impor.
Selamat sore kaum beriman.
Di dunia ini, kepercayaan orang memang beda2.
Ada yang percaya pada hantu penunggu beringin, ada yang beriman pada uang, dan ada yang menyembah Grok.
"Supaya kalian saling mengenal".
Ronda Tani retweeted
Replying to @jogstate
sebenarnya ada kok bahan bakar murah tapi ya masalahnya indonesia gak siap aja nerima resikonya wkwkw . beli sama paman sam mahal beli sama kang iran dan om putin murah tapi resikonya malah dianggap musuh us..
Sebenarnya kurang masuk akal mengajak berpikir obyektif di tengah masyarakat dg IQ rerata <90.
Tapi ya gpp juga sih. Hiburan orang beda2.
Saya itu membiasakan mengajak berpikir obyektif. Ketika ngomongin PDIP pun, bukan berarti semua tentang PDIP harus jelek.
Pramono Anung, misalnya, kerjanya di Jakarta bagus banget menurut saya. Di atas perkiraan saya sebelumnya.
Sebelumnya, saya juga selalu memuji Ahok. Meski semoat pindah-pindah parpol, Ahok bagi saya politisi terbaik, bahkan ketika dia masuk PDIP. Ya tetap saja saya memuji dia orang hebat.
Kalo Anda biasa berpendapat obyektif, Anda akan santai saja mengkritik atau memuji siapapun.
Saya selalu menekankan untuk membiasakan ngomong yang baik itu baik, dan ngomong yang buruk itu buruk.
Orang yang kita nilai pun bisa berubah. Kadang yang dulu baik bisa berubah tidak baik. Kadang dulu yang kita sangka tidak baik, ternyata baik.
Saya santai saja berpendapat sesuai hati saya. Lha wong saya nggak terikat apapun dengan para politisi itu.
Beda dengan yang cuma bisa ngata-ngatain saya hanya karena beda pendapat. Ya memang cuma segitu bisanya mereka.
Saya cuma mengedukasi untuk berpikir se-obyektif mungkin. Untuk tidak fanatik. Dan untuk hal seperti ini, orang jawa punya filosofi: sing waras ngalah.
Jadi, menanggapi orang yang cuma pakai kata-kata kasar, saya biasa aja. Sing waras ngalah.






































