what if stock darurat kita disediakan mbg sama pemerintah, omg keracunan berjamaah, gak ada yang nolong, tamatlah sudah kisah mbg. 🤍
Udah nambah nihh..
Ada 33 negara udah nyuruh warganya siapin stok darurat 3–10 hari
India, Filipina sama Singapura juga ready bag
Sisanya diem aja seolah gak ada apa apa.
Kalau yang disuruh yang paling siap
Yang gak disuruh biasanya yang bakal paling kaget nanti
atau emang ada yang dikasih tahu duluan sementara yang lain dibiarkan kaget? 👀
Menurut kalian kenapa cuma sebagian negara yang kayak gini?
katniss everdeen 🏹 retweeted
Kasus pencurian hasil panen lagi.
Kali ini padi seluas 7.000 m2 dicuri. Padahal padi ini sebentar lagi bakal dipanen.
Sore masih ada, pagi udah raib semuanya.
Kalo nyuri pake combine itu padahal effort bgt. Tapi yg namanya maling ya make segala cara.
Emang susah kalo berurusan sama hama berkepala hitam. Semoga bisa diusut siapa pencurinya!
katniss everdeen 🏹 retweeted
Can we not sabotage any beneficial movement by being overly woke and annoying, Sheila? If it moves people then it works.
katniss everdeen 🏹 retweeted
Lucu banget ikut nebeng demo negara lain 😭😭
Coba kalian dengar kata2 bagian akhirnya 😭
katniss everdeen 🏹 retweeted
🚨 PEMBUNGKAMAN
temen2, tolong bantu up kasus bang andi, seorang pedagang singkong dari pekalongan yg ditangkap ketika hendak mengikuti demonstrasi di jakarta, pada 28 oktober. utk skrg bang andi masih ditahan di mabes polri. masih dilakukan upaya pendampingan advokasi dari LBH
🥺🤍
Saya mau cerita sedikit tentang anak saya, mahasiswa TRISAKTI yang kemarin ikut demonstrasi. ❤️
Lagi ramai tuduhan mahasiswa yang turun ke jalan itu bayaran 100 ribu. Nah, saya jadi ingin ikut cerita. 😅
Anak saya 19 tahun. Latar belakang pendidikannya dari sekolah internasional, dan sekarang menjadi mahasiswa Universitas Trisakti.
Alhamdulillah, selama ini kami mampu memberikan pendidikan yang baik, kehidupan yang nyaman, dan memenuhi segala kebutuhannya.
Ketika dia bilang ingin ikut demonstrasi, saya tidak melarang. Justru saya SUPPORT PENUH!
Lucunya, bukannya pulang membawa uang, dia malah chat minta emaknya isi e-wallet karena takut ATM-nya dibekukan. YA SAYA TRANSFER DONG! 🤣
Tidak lama kemudian dia mengirim pesan:
“Doain Ma, aku takut asline.” 🥹
Bahkan sempat bertanya, “Nek ditangkep?”
Saya jawab, “Tak bebasin!” 🤣
Sebagai ibu, tentu saya khawatir. Tapi di balik rasa khawatir itu, saya justru merasa bangga.
Bangga karena anak saya tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar peduli terhadap apa yang terjadi di negaranya.
Saya bisa memberikan pendidikan terbaik yang saya mampu, kehidupan yang nyaman, dan segala fasilitas yang dibutuhkannya. Tetapi saya tidak ingin semua kenyamanan itu membuatnya tumbuh menjadi manusia yang tidak peduli terhadap keadaan orang lain.
Jadi ketika ada yang begitu mudah menuduh mahasiswa yang turun ke jalan sebagai mahasiswa bayaran, saya cuma bisa tersenyum.
KALAU SOAL SIAPA YANG BAYAR ANAK SAYA, JAWABANNYA SAYA, EMAKNYA SENDIRI! 😭🤣
Saya yang membiayai pendidikannya. Saya yang memberikan uang sakunya. Saya yang mengisi e-wallet-nya. Dan saya pula yang deg-degan menunggu dia pulang.
Tapi satu hal yang tidak pernah saya beli adalah HATI NURANINYA.
Anak saya tidak perlu turun ke jalan demi uang 100 ribu. Dia ikut karena punya kepedulian dan ingin menyuarakan aspirasi yang diyakininya.
Tidak semua anak yang hidup berkecukupan tumbuh menjadi pribadi yang apatis. Dan tidak semua mahasiswa yang turun ke jalan pantas dituduh bayaran.
Bagi saya, keberhasilan mendidik anak bukan hanya ketika kita mampu memberikan kehidupan yang nyaman, tetapi ketika di tengah segala kenyamanan itu, anak tetap memiliki empati terhadap kehidupan orang lain.
Dari seorang ibu yang bangga, sekaligus deg-degan menunggu anaknya pulang dengan selamat. ❤️
UANG SAKUNYA DARI EMAKNYA, TAPI IDEALISME DAN HATI NURANINYA MILIK DIA SENDIRI! 🇮🇩❤️
#trisakti





















