kkon retweeted
Ria Ricis entah kamu mau sarkas ke haters atau apa tapi captionmu ga etis banget, wdym ngasih caption “KIDZANIA 2026”⁉️
Udah dewasa jadi dan publik figur tapi asal ngetik aja. Lagian kamu disitu juga pencitraan doang. Kalo kemarin ga di call out netizen apa bakal ke sana 🙄
kkon retweeted
please jangan cuma witch hunt ke massa bayarannya, cari yg ngebayar.. faktanya mereka juga korban kemiskinan struktural yg akhirnya bikin mereka willing to do such stupid things in the sake of surviving ☹️
Satu persatu mahasewa yang ikut acara di bundaran HI di tanggal 29 Oktober mulai dicari.
Kali ini keluarga mahasiswa dari Universitas Terbuka sedang mencari sosok wanita yang ada di foto tersebut.
Cari, permalukan, bikin kapok, agar tidak ada lagi yang mau jadi massa bayaran dan menjadi kambing hitam dari Rezim yang menyesatkan ini
kkon retweeted
The problem with AI is that you all keep making child porn instead of a cure for cancer
kkon retweeted
“gue rela ngeluarinduit banyak” iyaaa itu politik bloook open your book😭umur berapasi jir bloon bgt
This quoted post is unavailable.
kkon retweeted
Gue ga trenyuh. Biasa aja. Nenek di Situbondo yg divonis 1 tahun penjara dg tuduhan nyuri kayu di hutan lebih bikin trenyuh. 135 nyawa suporter yg hilang di Kanjuruhan lalu ditertawakan Jokowi lebih bikin trenyuh.
kkon retweeted
Replying to @rahimatiinegara
periode ganti cuma wajah yg ganti tapi jeroannya sama
ga pnya siapa2 selain diri sendiri dan ga ada jalan lain selain ngajarin dan ngajak smuanya buat ngancurin parasit di atas sana
kkon retweeted
i'm so sorry if i sound bitter tp udh brp kali demo dan brp kali "logo" prgerakan dari zaman biru peringatan smp yg trbaru ini dan blm ada prubahan krn yg bgni tp ga diikuti pendekatan gerilya ke akar rumput gmn caranya melawan oligarki yg lg berkuasa
kkon retweeted
HASYIM MINTA TUKANG CUKUR, TUKANG PIJAT, DLL HARUS KENA PAJAK BIAR DAPAT BIAYAIN PROGRAM MBG DAN KOPDES
jadi gini guys, hashim djojohadikusumo, ketua dewan penasihat kadin, bilang banyaknya transaksi "ekonomi abu-abu" bikin pajak yang masuk ke negara jadi lemah, dia ngomong gitu di rapimnas kadin di jakarta pada kamis 29 oktober
contoh yang dia kasih, tukang cukur dan tukang pijat tradisional yang dibayar tunai tanpa kuitansi, kata dia tukang cukur datang ke apartemennya dan dibayar tanpa kuitansi jadi ppn 11 persen tidak dipungut, istrinya juga pakai tukang pijat tanpa kuitansi dan tidak dipungut, dari situ dia menyimpulkan ada jutaan transaksi seperti itu
dia lalu menyebut pdb indonesia 2025 sebesar rp23.281 triliun, peringkat ke-17 dunia, dan merujuk perkiraan bank dunia bahwa ada kegiatan ekonomi setara 35 sampai 40 persen dari pdb yang tidak tercatat, katanya itu berarti kurang lebih rp10 ribu triliun tidak tercatat
menurut dia salah satu penyebabnya, aparat pajak masih agak lemah dalam memungut, sehingga penerimaan negara dari yang tercatat maupun tidak tercatat tidak maksimal, dan itu juga yang bikin pemerintah selalu dipersoalkan tidak bisa membiayai mbg, koperasi desa, dan program lainnya
tapi di tulisan yang sama ada data kemenkeu yang kelihatannya bagus, penerimaan pajak sampai 30 september 2026 tumbuh 24,1 persen dibanding tahun lalu, terkumpul rp1.607,6 triliun, atau 68,2 persen dari target apbn
ppn dan ppnbm tumbuh 38,6 persen jadi rp683,3 triliun, dan ppn dalam negeri melonjak 51,3 persen jadi rp369,5 triliun, yang sebagian besar didorong konsumsi di sektor perdagangan besar bbm
pph orang pribadi tumbuh 14,4 persen jadi rp19,2 triliun dan pph 21 karyawan tumbuh 19 persen jadi rp189,4 triliun, kemenkeu bilang ini didukung naiknya aktivitas ekonomi dan sistem coretax yang makin baik
jadi bahasa gampangnya, hashim bilang banyak transaksi kecil yang dibayar tunai tanpa catatan sehingga pajaknya lolos, dan negara rugi, padahal data resmi menunjukkan penerimaan pajak sedang naik
nah menurut kalian guys, kalau transaksi kecil kayak cukur rambut dan pijat dibayar tunai tanpa kuitansi, itu wajar dibiarkan atau seharusnya dicatat dan kena pajak?
kkon retweeted
Dan mulai lagi, orang indon suka lupa sama kejahatan pejabat korup, gaada cancel culture bgt. Awokwokwokwok




































































