Pantesan beberapa hari ini setiap bangun pagi spontan mengucap," Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau diantara wanita dan terpujilah buah tubuhmu Yesus. Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dann waktu kami mati. Amin"
Ternyata bulan ini bulan Maria. Itupun aku tau waktu nelfon seorang narasumber, yang di tengah obrolan bilang, "Mbak, ini bulan Maria. Saya berdoa untuk Mbak Margareth. Pekerjaan jurnalis itu berat dan kalian perlu banyak dukungan doa untuk bisa menjalankan pekerjaan dgn ideal".
Margareth Aritonang retweeted
Gospel: This week during a Jesuit community Mass the presider pointed out that "Love one another" was refined by the words "as I have loved you" (Jn 15). Jesus shows us how to love: with a generous, self-sacrificing love that reaches out to all those who feel ignored or excluded.
Margareth Aritonang retweeted
Selamat Hari Buruh. Regulasi kontroversial Omnibus Law yg disahkan Oktober 2020, membuahkan aturan2 bermasalah lainnya. Dari 49 aturan turunan berupa Peraturan Pemerintah, tiga di antaranya sangat berpotensi merugikan pekerja media. Apa saja itu?
#MayDay
#JurnalisBerhakSejahtera
I really miss you Bu Maggie @gajahmawar. Till we meet again. Can't wait to tell you all of my adventures ♥️
Margareth Aritonang retweeted
Sebagai aktor kunci penuntasan pelanggaran HAM berat masa lalu:
Wk.JaksaAgung, Seta Untung Arimuladi
Jampidsus, Ali Mukartono
Kapuspenkum, Leonard Eben Ezer Simanjuntak
Jangan diam!
Cc: Prsdn @jokowi Menko @mohmahfudmd @KejaksaanRI
@hariankompas 26/3/'21:
Margareth Aritonang retweeted
Favorite quote from @PulitzerCenter misinformation panel today — @GeorgesBenjami7 reminder for those doing community engagement around Covid vaccines. “There’s a reason we have two ears and only one mouth.” We need to listen.
"The data is gold, and we are gold diggers". Just Wow. Can't wait.
Reflecting on race and whiteness in international research partnerships eventbrite.co.uk/e/reflectin…













