“It was so much fun! Thank you for the class, Miss. See you next week.” she said with a smile before standing up. She followed the path and then went back to the castle.
ㅤ
“Benar, Gotik! Hebat sekali.”
Lenka merapikan materi sambil memandang taman yang diterangi lampu-lampu hangat. “Terima kasih sudah belajar dengan semangat malam ini! Untuk pulang rutenya. Silakan lurus saja dari sini lalu belok kiri agar kalian tiba di gerbang sekolah.”
ㅤㅤ
ㅤ
Lenka tersenyum kepada para murid. “Selamat malam, semuanya. Silakan kemasi barang kalian. Kita tidak belajar di sini malam ini.”
Ia mengeluarkan payungnya untuk Apparate. “Mari berkumpul dan berpegangan tangan. Pastikan semuanya sudah siap sebelum kita berangkat.”
ㅤㅤ
“Thank you so much, Professor! It really helped us knowing ourselves better. Turns out sometimes we can’t figure out who we really are, still.” she said. “See you next week, Bunda.” she bid farewell with a warm smile.
ㅤ
Suara pena yang menggores perkamen perlahan mereda. Tampaknya para penyihir muda sudah selesai menuliskan Dark Path mereka. Luna kembali ke depan kelas.
“Kerja bagus. Ingat, mengenali bayangan tidak membuat kalian jadi orang yang jahat atau buruk. Justru bayangan yang sudah dikenali jauh lebih mudah dijaga daripada bayangan yang kita pura-pura tidak ada. Setiap angka punya jalan pulangnya sendiri, dan jalan itu bisa dipilih kapan pun. Know your dark, and choose your light!”
ㅤ