I guess my love for keychains isn't a secret anymore!π€£
My colleagues keep adding to my collection. Huge thanks to Prof for this new one!
menikmati hari-hari sebelum mulai kerja kantoran lagi; nyalon - ke cafe (baca buku & journaling) - pilates
omgggg i love my lifeeeeeπͺ· makasih ya Allah
kenapa gw seneng banget ya kalo ada yang ngasih atau hadiahin buku, rasa happynya kaya 1000x lipatππ«Άπ»
Rin retweeted
To all perempuan yang ingin tenang, please take note π€
Jaga Subuhmu.
Kadang itu yang paling menjaga kita.
Jangan hanya minta senang, tapi mintalah juga tenang.
Karena banyak yang terlihat senang tapi tidak merasakan ketenangan.
Trust the process.
Rin retweeted
Guys, gue baru dengerin obrolan Vincent Verhaag dan Jedar di podcast dan ada beberapa hal yang bikin gue diem sebentar.
Bukan karena dramatis.
Tapi karena beda dari yang biasanya gue denger dari pasangan selebritis.
Jedar bikin "pasal" buat rumah tangganya.
Dan Vincent accept dan nurutin semua itu
Isinya antara lain kalau aku marah kamu sabar. Kalau aku diam kamu harus peka.
Kalau aku salah, kamu minta maaf lebih dulu.
Di luar konteks kedengarannya satu pihak banget. Dan Vincent sendiri ngakui "agak NPD ya istrinya."
Tapi yang menarik dia tetap accept.
Bukan karena takut.
Tapi karena dia baca pasalnya, setuju, dan nganggap itu bagian dari komitmen yang dia pilih.
Dan pasal yang paling gue suka?
Pasal 5
"Kamu boleh sukses setinggi langit.
Tapi pulangnya tetap ke aku.
Karena aku itu rumah, bukan alamat."
Tapi yang paling bikin gue mikir bukan pasalnya.
Tapi empat hal yang Jedar tetapkan sebagai garis merah sejak sebelum nikah dan ini nggak ada kompromi, nggak ada diskusi kalau udah kejadian.
Narkoba cerai.
Selingkuh cerai, harta jatuh ke istri.
Judi cerai.
KDRT cerai, harta dan hak asuh ke istri.
Dan Vincent setuju bukan cuma di mulut.
Tapi masuk ke perjanjian pranikah.
Tertulis.
Legal.
Bahkan untuk El Barak anak Jedar dari pernikahan sebelumnya yang secara hukum bukan tanggung jawabnya Vincent masukin ke perjanjian bahwa dia akan tanggung jawab sama seperti anak kandungnya sendiri.
Dan dalam keseharian ini bukan cuma omong kosong.
Empat tahun menikah.
Vincent bilang dia nggak pernah keluar malem tanpa istri.
Nggak minum alkohol.
Bukan karena dilarang tapi karena dia sendiri yang ngerasa "what am I doing here" setiap kali nyoba.
"My target of having fun is at home."
Dan waktu mereka sempat di titik paling berat baru nikah, COVID, uang hilang hampir Rp10 miliar kena penipuan, bayi baru lahir, susu nggak keluar karena istri stres mereka nggak sampai ke titik "mendingan pisah."
Mereka cuma jadi jauh sebentar.
Lalu balik lagi.
Yang gue pelajarin dari cerita ini:
Bukan soal pasalnya yang menguntungkan satu pihak.
Bukan soal siapa yang lebih dominan dalam rumah tangga.
Tapi soal satu hal yang jarang banget ada di pasangan manapun
Aturan main yang jelas, disepakati dari awal, dan dipegang berdua.
Banyak rumah tangga yang hancur bukan karena ketiadaan cinta tapi karena ketiadaan kesepakatan soal hal-hal yang nggak bisa dikompromikan.
Jedar dan Vincent dengan semua keabsurdan pasal-pasalnya setidaknya tahu persis garis merahnya di mana.
Dan Vincent tahu persis konsekuensinya kalau dia langkahi.
Menua itu wajib.
Bosen itu haram.
Gampang diucapkan.
Susah dijalankan.
Tapi kalau lo udah nentuin dari awal bahwa bosan bukan pilihan bukan karena romantis, tapi karena sadar bahwa lo yang tua bareng orang itu, bukan anak-anak mungkin persepsinya beda.
Rin retweeted
Sebelum bobo maw melow dulu..
Lo pernah gak sih ketemu orang yang rasanya kayak obat? Bukan karena dia selalu punya solusi, bukan karena dia paling bijak, tapi karena cuma duduk bareng dia sejam aja, tiba-tiba kepala lo gak seberisik tadi.
Gue pernah. Aneh banget rasanya. Hari gue bisa aja lagi kacau, mood hancur, pikiran kemana-mana. Tapi pas ketemu dia, entah kenapa semuanya melambat.
Obrolannya biasa aja, ketawanya receh, bahkan kadang cuma diem. Tapi dada gue gak sesak lagi.
Dia gak selalu ngasih nasihat. Kadang cuma dengerin, kadang cuma ada, tapi kehadirannya tuh cukup buat bikin gue ngerasa aman. Kayak dunia gak semenakutkan itu selama ada dia di sebelah gue.
Dan di situ gue sadar, ternyata ada orang-orang yang fungsinya bukan buat nyelesein masalah lo, tapi buat bikin lo kuat lagi buat ngadepin masalah itu. Mereka gak ribut, gak dramatis, tapi efeknya nyata.
Gue gak tau dia sadar atau enggak, tapi buat gue, dia pernah jadi obat. Dan kadang, yang kita butuhin emang bukan jawaban. Cuma seseorang yang bikin semuanya terasa sedikit lebih baik.
Rin retweeted
nemu kalimat cantik lagi hari ini :
βSelagi yang hilang bukan Tuhanmu, imanmu, doa-doamu, dan kebiasaan-kebiasaan baikmu. maka percayalah kamu akan baik-baik saja.β
Rin retweeted
Besok kita udah masuk 10 malam terakhir, perbanyak doβa βAllahumma innaka βafuwwun tuhibbul βafwa faβfu βanni.β
Artinya:
βYa Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai memaafkan, maka maafkanlah aku.β
































