DIRAYA. (@pendarayan) header
DIRAYA. (@pendarayan) profile picture

𝗣𝗲𝗿𝘀𝗼𝗻𝗮 𝗞𝗵𝗮𝘆𝗮𝗹𝗶───────Bahkan bila kini pucuk-pucuk rona tersaput kabut sekelam jelaga, esok-lusa kupastikan gulitanya mewujud pelataran surga!

Jakarta Selatan dalam khayalan
Joined May 2024
Photo by DIRAYA. (@pendarayan)Photo by DIRAYA. (@pendarayan)Photo by DIRAYA. (@pendarayan)Photo by DIRAYA. (@pendarayan)Photo by DIRAYA. (@pendarayan)Photo by DIRAYA. (@pendarayan)Photo by DIRAYA. (@pendarayan)Photo by DIRAYA. (@pendarayan)Photo by DIRAYA. (@pendarayan)Photo by DIRAYA. (@pendarayan)
1
10
1,580
ᅠ ᅠ 𝙈𝙖𝙣𝙙𝙖𝙧𝙞𝙣 𝙃𝙤𝙩𝙚𝙡 - 𝘾𝙤𝙣𝙛𝙚𝙧𝙚𝙣𝙘𝙚 𝙃𝙖𝙡𝙡 A council of masters of the cocoa alchemy, gathered to share their crafts of confection. Honored to get up on stage to share how I combine chocolate with lemon soda. ᅠ ᅠ
2
1
248
ᅠ ᅠ Ouch. Mundoor, mundoor. Bales kirii. Yak hooooppp. ᅠ ᅠ
⠀ ⠀ Udah pasti Bang Estu yang menang, sih, Bang. ☺️ ⠀ ⠀
1
1
116
️ ️️ ️ ️️ Dan aku tahu betul, tidak ada iblis yang bisa dihentikan setelah kau memberinya nama dan memanggilnya pulang. ️ ️️ ️ ️️
1
1
24
️ ️️ ️ ️️ 𝘿𝙞𝙧𝙖𝙮𝙖. Untuk pertama kalinya, infeksi patologis di dalam diriku memiliki amunisi yang jauh lebih mematikan daripada sekadar memori visual. Obsesi ini telah memiliki nama. ️ ️️ ️ ️️
1
1
23
️ ️️ ️ ️️ Nama adalah sebuah gerbang masuk. Dan malam itu, lewat kecelakaan yang sempurna, aku berhasil merampas kunci pintu menuju seluruh privasi hidupnya. ️ ️️ ️ ️️
1
1
1
127
️ ️ ️ ️ Ada gaung yang janggal saat nama itu meluncur tanpa suara di benakku; ia terdengar begitu lembut, namun meninggalkan gema beracun yang panjang. Seolah sejak awal, otakkku telah merancang sebuah ruang kosong yang hanya menunggu untuk dihuni oleh dirinya. ️ ️️ ️ ️
1
1
28
️ ️️ ️ ️️ 𝘿𝙞𝙧𝙖𝙮𝙖. Kubiarkan identitas itu mengendap di palung kepalaku, mencicipi tiap suku katanya dalam keheningan yang intim—mirip seorang fanatik yang baru pertama kali meneguk racun yang telah lama ia buru. ️ ️️ ️ ️️
1
1
23
️ ️️ ️ ️️ Selama ini, dia hanyalah seonggok wajah acak di tengah kerumunan. Wajah yang kemudian membusuk menjadi kebiasaan, sebelum akhirnya bermutasi menjadi bayangan yang mengintai kewarasanku. Kini, anomali itu resmi memiliki nama. ️ ️️ ️ ️️
1
1
22
️ ️️ ️ ️️ “𝙎𝙖𝙮𝙖 𝘿𝙞𝙧𝙖𝙮𝙖.” Sesederhana eksekusi mati. Dua kata. Titik. Dan dalam satu ketukan waktu, realitas yang kupahami seketika bergeser, mendikteku untuk tidak akan pernah bisa kembali lagi menjadi manusia yang sama. ️ ️️ ️ ️️
1
1
20
️ ️️ ️ ️️ Dan jawaban itu meluncur. Suara yang selama ini hanya hidup sebagai spektrum tak bernama di dalam delusiku. Tenang, dingin, dengan getaran serak yang memicu candu di ujung kalimatnya. ️ ️️ ️ ️️
1
1
19
️ ️️ ️ ️️ Aku tahu bahwa seseorang yang tidak mengenal namaku, tidak tahu aku eksis di bumi, telah menanamkan kekuasaan absolut untuk mendikte aman dan hancurnya duniaku. Aku mengerti segalanya, dan aku memilih untuk tidak berbalik. ️ ️️ ️ ️️
1
1
20
️ ️️ ️ ️️ Ironisnya, yang kuhadapi ialah jalan buntu. Aku tak pernah memimpikan sebuah kisah romansa. Tak sekali pun menyusun rancangan masa depan. Aku bahkan tidak mengharapkan hatinya. Yang kuinginkan adalah sesuatu yang jauh lebih gelap. ️ ️️ ️ ️️
1
1
16
️ ️️ ️ ️️ Namun pertahanan logikaku cacat. Hukum gravitasinya terbalik: apa yang kuhindari justru menjelma menjadi pusat orbitku. Dan perempuan itu adalah badai yang terus mendekat sekeras apa pun aku berlari menjauh. ️ ️️ ️ ️️
1
1
20
️ ️️ ️ ️️ Ia menelanjangi fakta bahwa seluruh regulasi emosiku disabotase oleh satu probabilitas: bagaimana sosoknya mewujud. Ia membongkar kerapuhan, membuktikan suasana hati bisa seketika hancur atau pulih hanya berdasarkan sekelebat bayangan. ️ ️️ ️ ️️
1
1
18
️ ️️ ️ ️️ (c) dan kapan tumit itu terayun berat, menyeret sisa tenaganya untuk sekadar melewati hari. Informasi-informasi sampah itu menumpuk sedikit demi sedikit. Menyusup setetes demi setetes, serupa air raksa yang pelan-pelan menggenangi wadah kosong. ️ ️️ ️ ️️
1
1
22
️ ️️ ️ ️️ Aku tahu penggalan jam ketika gesturnya mendadak diburu waktu. Aku mengenali lipatan di wajahnya yang mengisyaratkan kelelahan pekat. Aku bahkan bisa membedakan kapan langkah kakinya berayun ringan, (c) ️ ️️ ️ ️️
1
1
19
️ ️️ ️ ️️ (c) bahkan saat logikamu sedang menjerit menolaknya. Mereka menyerap eksistensi sosok asing dan menjadikannya candu tanpa perlu persetujuan. Aku hafal di hari apa saja ia biasanya tiba lebih awal. ️ ️️ ️ ️️
1
1
23
️ ️️ ️ ️️ Aku tak pernah berniat menghafal naskah asing ini, dan ketidakberdayaan itulah yang paling menyiksaku. Anatomi tubuh kita ternyata bisa berkhianat; ia sanggup mematri data-data visual tentang seseorang ke dalam memori permanen, (c) ️ ️️ ️ ️️
1
1
24
️ ️️ ️ ️️ Aku mengutuk realitas yang merendahkan ini. Dan yang membuatku makin frustrasi adalah kesadaran bahwa amarahku hanyalah gertakan kosong yang tak mampu memutus rantai obsesi ini. ️ ️️ ️ ️️
1
1
20