Peter B. retweeted
Indonesia urges umrah pilgrims to avoid Singapore, Malaysia transit flights bit.ly/4zWK6uI
Peter B. retweeted
Setelah Pungli Di Alkid, Kini Geger Lagi Wisatawan Kena Getok Harga Es Jeruk Rp 40.000 di Malioboro
Ia mengaku terpaksa membayar dan merasa tidak enak hati untuk membatalkan pesanan karena minuman tersebut sudah telanjur dibuat dan disajikan oleh pedagang.
Terlebih lagi, ia sedang dalam posisi makan di lokasi sehingga membutuhkan minuman pendamping. yogyakarta.kompas.com/read/2…
Peter B. retweeted
Ada beberapa hal yang perlu diluruskan.
Pertama, sampai sekarang belum ada bukti Singapura akan membalas pemangkasan ekspor gas Indonesia dengan menghentikan pasokan BBM. Itu masih spekulasi.
Kedua, pemerintah sudah merencanakan diversifikasi impor BBM sejak Mei 2025. Bahkan Bahlil pernah menargetkan pengalihan sebagian impor dari Singapura ke AS dalam enam bulan.
Ketiga, Indonesia sudah mengimpor bensin dari India dan Korea Selatan.
Jadi mencari kontrak baru ke India sekarang bukan berarti pemerintah baru menyadari adanya pemasok alternatif.
Justru pertanyaannya, kenapa narasi retaliasi Singapura ini dimunculkan?
Jangan-jangan narasi ini sengaja dipanaskan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan BBM beberapa minggu ke depan.
Jadi kalau benar terjadi, pemerintah sudah punya kambing hitam untuk mengalihkan perhatian dari persoalan pengelolaan pasokan energi dalam negeri.
Tinggal bilang:
Singapura membalas pemangkasan ekspor gas. 😏
jadi gini guys, ada kabar panas soal bbm nih bahlil lahadalia bilang mulai besok dia berangkat ke india, cina, dan beberapa negara lain buat nyari pasokan bbm alternatif, khususnya pertalite ron 90
kenapa dia gerak, karena pemerintah baru aja mangkas ekspor gas ke singapura sebesar 31 bbtud atau sekitar 8 persen dari total pengiriman. langkah nyari pasokan baru ini dibaca sebagai antisipasi kalau singapura balas dendam dengan mangkas ekspor bbm ke kita
dan ini yang bikin deg-degan, bahlil sendiri pernah bilang sekitar 54 sampai 59 persen impor bbm indonesia datang dari singapura. data bisnis nyebut sepanjang januari sampai agustus 2026 nilai impor bbm dari singapura sekitar 7,39 miliar dolar, atau sekitar 55,69 persen dari total, volumenya 8,24 juta ton
bahlil bilang pemerintah udah ngitung matang semuanya sebelum melangkah. dia juga jamin pasokan pertalite dalam negeri aman dan harga pertalite gak naik sampai akhir 2026. katanya ini perintah langsung presiden prabowo, cadangan bbm dijaga di standar minimum nasional, harga bbm subsidi gak naik, dan dia diminta cari kontrak jangka panjang
nah sekarang bagian pedesnya, ini murni opini ya
kalau emang udah dihitung matang, kenapa baru berangkat nyari pasokan setelah gas dipangkas, bukannya sebelum. ini kayak udah nyalain api, baru nyari ember. terus lebih dari separuh bbm kita bergantung ke satu negara, itu risiko besar banget, dan baru kelihatan pas lagi tegang
yang bikin makin mikir, cadangan bbm cuma di "standar minimum nasional", artinya pas-pasan, bukan lebih. kalau singapura beneran balas, ruang napas kita seberapa. dan janji harga gak naik sampai akhir 2026 itu cuma sampai akhir tahun, 2027 gimana, belum ada kepastian
tapi biar adil, pemangkasan cuma 8 persen dan pemerintah bilang gak melanggar kontrak, jadi ini bukan putus hubungan. diversifikasi pasokan ke india dan cina itu langkah yang masuk akal dan memang harusnya dari dulu. singapura juga belum bilang bakal balas, jadi ini masih antisipasi, bukan krisis beneran. ada juga rencana bangun storage biar impor minyak gak mampir negara lain dan dorongan b50 dan e50 biar kita gak terlalu impor bbm
jadi menurut kamu gimana guys, ini langkah cerdas ngamanin pasokan atau malah cari gara-gara sama negara yang kita butuhin?
Peter B. retweeted
Prabowo Subianto has done little to cure his country’s underlying economic maladies. For Indonesia to hit its stride, he must recognise that his populist approach has run out of road economist.com/leaders/2026/1…
Peter B. retweeted
Indonesia’s business environment has suffered deep decay during the presidency of Prabowo Subianto. Under him cronyism has grown rampant and the government has become increasingly meddlesome economist.com/business/2026/…
Peter B. retweeted
Just 4 days after threatening to cut off gas supplies to Singapore, Indonesia has suddenly remembered that they imports 58% of its fuel from Singapore. How fucking stupid can a government be? Haha 😆
Peter B. retweeted
Laknat pedagang ikan asin ini. Untuk mengurangi lalat-lalat mengerumuni, pedagang ini menyemprotkan Baygon ke ikan-ikan asin yg sedang dijemur itu.
Kapan BPOM pengawasan makanan bisa bekerja melindungi rakyat dari praktik jahanam begini?
Peter B. retweeted
Sepakat Komoditas paling langkah dan PALING MAHAL adalah TRUST / KEPERCAYAAN / KEPASTIAN HUKUM... Bukan karena Kita memiliki Sumber Daya Alam, kita bisa se-enak nya melakukan WAN PRESTASI atas Kontrak yang telah disepakati
Tapi apa mau dikata? Prabowo Sering Melanggar Konstitusi saja dibiarkan bahkan didukung, apalagi cuma KONTRAK
Tapi ini Merusak Citra Indonesia di Global? Iya pake banget, tapi apakah Indonesia Peduli soal itu? KAGA SAMA SEKALI, buktinya semua parTAI politik juga DIAM
Itulah mengapa poliTIKUS GA BISA DIPERCAYA untuk memimpin apapun baik administrasi maupun teknokratik, karena mereka hanya Peduli Next Election GUE TERPILIH LAGI
Rakyat boleh saja TIDAK MEMILIH nya, Tapi yang menentukan Kemenangan itu BUKAN RAKYAT melain para Elit yang diatas itu...
Jadi bagaimana memperbaikinya? Ga bisa, kecuali RESET ULANG / REVOLUSI
😎
Peter B. retweeted
Nah ini baru data yg benar soal kenaikan utang masa 2 tahun pemerintahan Presiden.
Nampkanya pak Prabowo yg paling doyan berutang. Baru 2 tahun, utang sudah naik 21,5% dari total utang masa akhir Presiden Jokowi.
Klaim2 uang kita banyak itu artinya utangnya yg banyak ya? 😅
Peter B. retweeted
IKLIM BISNIS MEMBURUK, PASAR GLOBAL MENJAUH
The Economist edisi terbaru menerbitkan dua laporan tentang Indonesia. Yang pertama tentang popularitas Prabowo di halaman 29-30 dan kedua tentang ekonomi di halaman 64. Saya ingin mengulas artikel kedua yang berjudul "The Archipelago of Broken Dreams" di bagian bisnis. Bagian ini terkait dengan artikel saya sebelumnya "Bilang Tak Gentar Lawan MSCI, Prabowo Nir-Empati" (24 Oktober 2026) yang terbit di akun ini.
Laporan the Economist itu dimulai dengan pernyataan bahwa sekarang ini Palestina dan Ukraina adalah pasar yang nyaris tidak diminati oleh siapa pun. Indonesia, menurut the Economist" punya potensi masuk ke dalam kelompok yang sama dengan dunia negara yang sedang diporak-porandakan perang itu.
Ancaman MSCI menurunkan level pasar Indonesia dari emerging market ke standalone market adalah salah satu penandanya. Menurut lembaga indeks pasar modal itu, pasar saham Indonesia tidak transparan dan marak terjadi pump and dump harga. Akibatnya, para investor sudah berbondong-bondong mengungsi dari pasar saham Indonesia. Dalam setahun terakhir, pasar saham Indonesia kehilangan nyaris separuh nilainya. Majalah ini menunjukkan IHSG sudah jatuh sekitar 38 persen sejak 31 Desember 2025. Ini menjadikan pasar saham Indonesia adalah yang terburuk di dunia tahun ini.
Menurut the Economist, kondisi yang menyedihkan dari bursa saham Indonesia itu hanya cermin dari buruknya kondisi dan iklim berbisnis di Indonesia selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto. Berikut beberapa fakta yang dihimpun the Economist.
Di bawah pemerintahan Prabowo, kroniisme merajalela disertai intervensi pemerintah ke dunia bisnis yang semakin dalam. Ini membuat resah para pelakuk bisnis baik dalam maupun luar negeri. Pada awal tahun ini, Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia mengeluarkan surat edaran yang menyatakan bahwa para anggotanya menghadapi “regulasi yang terlalu ketat, penegakan aturan yang berlebihan, bahkan korupsi dan pemerasan” oleh pihak-pihak berwenang di Indonesia. Hal yang sama dialami pelaku bisnis dari negara lain di Indonesia.
Majalah ini melihat bahwa salah satu sumber masalahnya adalah orientasi ekonomi Prabowo yang terlalu nasionalistik. Ini semacam pembalikan dari kemajuan ekonomi Indonesia yang sudah dibangun perlahan-lahan sejak krisis finansial 1997-1998. Di masa Joko Widodo, ada figur seperti Luhut Pandjaitan yang dinilai luwes membuka jalan bagi para pebisnis internasional sehingga pasar Indonesia menjadi cukup terbuka dan diminati. Sekarang tidak ada lagi figur seperti itu. Yang ada adalah retorika-retorika permusuhan yang terus muncul dalam pidato-pidato presiden Prabowo.
Pada kuartal terakhir 2024, saat Prabowo mulai berkuasa, investasi asing langsung mencapai US$16 miliar, lebih dari dua kali lipat level empat tahun sebelumnya. Sejak itu angkanya stagnan. Ada ancaman penyitaan dan nasinalisasi perusahaan asing. Ada percobaan nasionalisasi perusahaan Martabe, tambang emas yang dikendalikan Jardine Matheson. Freeport-McMoRan ditekan untuk melepas 12% saham anak usahanya. Ada penertiban besar-besar di sektor kehutanan. Sepertiga lahan kelapa sawit diambil alih. Pada bulan Mei, Prabowo tiba-tiba datang membawa gagasan untuk melakukan sentralisasi ekspor minyak sawit, batu bara, dan feronikel.
Para pengusaha makanan mengeluhkan kualitas garam dalam negeri yang terpaksa mereka pakai karena impor garam dan gula dibatasi dengan dalih swasembada. Pembatasan impor itu juga telah mengganggu rantai pasok bagi Coca-Cola dan PepsiCo, dua perusahaan raksasa minuman yang beroperasi di Indonesia. Pada 18 Oktober, muncul rancangan aturan baru mengenai sertifikasi halal untuk berbagai barang konsumsi, termasuk kosmetik dan suplemen.
Pada saat yang sama, perusahaan-perusahaan multinasional yang menyasar pasar Indonesia menghadapi kondisi perilaku belanja masyarakat yang stagnan. Meskipun pertumbuhan PDB resmi jarang berada di bawah 5%, porsi pekerja kelas menengah di Indonesia (menurut definisi pemerintah) merosot dari 16% satu dekade lalu menjadi 7% tahun lalu.
Bahkan menurut survei terbaru NielsenIQ, hanya 9% konsumen merasa kondisi keuangan mereka lebih baik dibandingkan setahun sebelumnya, turun dari 54% pada 2024. Ini kemudian memukul sejumlah sektor industri seperti penjualan mobil domestik yang angkanya masih di bawah 2019.
Pelbagai persoalan yang disebabkan tata kelola pemerintahan dan bisnis itu yang menjelaskan keterpurukan ekonomi Indonesia sekarang. Jika tidak ada perbaikan yang serius, negara ini benar-benar akan ditinggalkan pasar global. Dan itu kerugian besar.
Depok, 26 Oktober 2026
SAIDIMAN AHMAD
Pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia milik pengusaha Korea Selatan di Kabupaten Lebak, Banten, melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 1.100 karyawan.
news.detik.com/berita/d-8724…
Peter B. retweeted
A horrifying video of a war crime is circulating on Ukrainian Telegram channels. Russian prisoners of war were decapitated, and their heads were placed on pikes. According to published claims, this brutal war crime was committed by Ukrainian servicemen.
@TeamTrump
@TrumpWarRoom
Peter B. retweeted
Pernyataan Sikap Masyarakat Melayu Sumatera Utara:
1. Tegakkan Konstitusi.
2. Dukung Putusan Mahkamah Kontitusi.
3. Serukan Gibran Mundur.
4. Lakukan Pergantian Wakil Presiden Sesuai Konstitusi.
@prabowo
@gibran_tweet
@DPR_RI
@mprgoid
Peter B. retweeted
Baru tahu saya kalau Mulan Jamilah GA PERNAH TERPILIH oleh RAKYAT Tapi ditentukan Fraksi parTAI
Ngeri banget cara Elit2 ini berdemokrasi demikian BRUTAL
Peter B. retweeted
INILAH CONTOH POLISI KITA SEKARANG DI ERA KAPOLRI YANG BARU DIBAWAH PIMPINAN PAK SAYUDI💔
Kecewa berat awak melihat hal seperti ini terjadi di bawah kepemimpinan suyudi. Padahal awak sudah berharap banyak polri bisa di reformasi. Tapi lagi dan lagi jangan perna berharap pada manusia, manusia selalu membuat kecewa.
Kapolda Sulut Dipermalukan oleh oknum-oknum Polisi di Polres Minahasa Selatan (minsel) Polda Sulut di mata Kapolri.
Selogan Polisi Bersama Masyarakat tercoreng. Viral di media sosial Oknum Polisi di Polres Minsel Polda Sulut diduga dalam keadaan mabuk dengan memegang senjata api lengkap dan membuang tembakan ke warga saat melakukan pengamanan.
Warga meminta kepada Kapolri suyudiarioseto untuk memberikan sanksi pemecatan dengan tidak hormat kepada oknum oknum polisi yang terlibat jika tidak lebih baik pak Kapolri mundur saja🙏
Peter B. retweeted
Singapore should make this news international.
Let the world understand that the Indonesian government does not honour contracts.
At a time when foreign investors are leaving Indonesia in droves , this will be a timely reminder why they should leave even more quickly , and even before MSCI downgrades Indonesia to the same level as Zimbabwe.
This is not good for Indonesian citizens , nor for regional ASEAN cooperation.
Whether it’s the haze or energy , good neighbours should work closely together.
For example , Indonesia supplies Singapore with gas , but Singapore supplies Indonesia with 40% of its refined oil products. Including crucially , petrol (gasoline).
But Singapore honours international business contracts , and there will be no retaliation on that front.



























