Kak Prim retweeted
[BREAKING] Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47% di kuartal III tahun 2026.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan Q2 di 5,29%
Kak Prim retweeted
Seberat bejatnya prabowo gw bisa maki2 dia tanpa merasa takut, jaman jokowi wehh jangan ditanya seserem apa, apalg di riil life, klo mau bahas kejelekan jokowi harus hati2, takut ada cepu di sekitar
Kak Prim retweeted
Saya mengecam keras dugaan penyadapan yang dilakukan di luar prosedur dan dasar hukum yang sah. Menurut keterangan Polri, sasaran dugaan penyadapan ini mencakup Presiden, pejabat negara, tokoh politik, media, organisasi masyarakat, LSM, dan pengusaha.
Penyadapan ilegal merupakan penyalahgunaan kewenangan yang mengancam keamanan negara, hak privasi, dan kepercayaan publik. Ini juga menjadi ancaman serius bagi kehidupan politik dan demokrasi di Indonesia.
Publik berhak mendapatkan jawaban yang terang: siapa saja yang menjadi sasaran, siapa yang memerintahkan, apa motifnya, dan untuk kepentingan siapa hasil sadapan digunakan?
Saya mendukung Presiden Prabowo dan Polri untuk mengusut perkara ini sampai tuntas berdasarkan hukum yang berlaku.
Jika komunikasi Presiden saja disadap, rakyat tentu berhak bertanya: seberapa kuat perlindungan atas privasi mereka?
Terkait pernyataan Mensesneg bahwa perkara ini mengarah pada dugaan makar, kami mendukung aparat penegak hukum mendalami seluruh kemungkinan tersebut secara cermat dan objektif.
Hukum harus ditegakkan. Seadil-adilnya. Setegas-tegasnya. Tanpa pandang bulu.
Kak Prim retweeted
Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral. Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri.
Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini.
*SBY*
Memang agak laen MSCI ini, dia sendiri doang yg ancem2 gini.
Lembaga rating dan investasi lain baik2 saja. Paling jauh, kasih warning.
Menurut saya saat ini BEI OJK sudah sangat transparan ngikutin MSCI sampai hampir telanjang kita.
FTSE aja gak banyak drama dan tetep masukan Indonesia kedalam emerging market, tinggal dia nambah syarat klausul tambahan kalau “earning nya harus berapa” nah ini kan sudah beres jadi BARRIER TO ENTRY.
Kalau MSCI gak jelas maunya apa, cuma mau neken doang aja dengan alesan ini itu. Padahal dia tinggal se simple sama seperti FTSE tinggal tambahin aja syarat masuknya “earning, PE, BV harus berapa”, uda beres jadi BARRIER gak perlu banyak drama.
Saat ini saya melihat dia cuma mau neken aja karena merasa bargaining powernya besar. Saat ini MSCI juga dipertanyakan oleh investor asing karena yang rugi bukan hanya investor lokal tapi investor asing juga rugi karena tingkah dia.
Waktu blio berkuasa, hampir semua partai diobok-obok, bahkan Demokrat sudah hampir hostile takeover.
Sekarang semua berbalik ke arah blio. Karma politik itu nyata.
1) Sebagai seorang politisi yg waras apalagi berlatarbelakang hukum, sulit rasanya saat ini untuk diam apalagi tidak memberikan pendapat apapun, pasca keluarnya putusan MA. Apalagi ditengah banyaknya teman-teman yang bertanya, termasuk rekan-rekan media.
2) Kalau terkait putusan MK kemarin kita diam — walaupun banyak yang mengkritik saya karena diam — masih oke lah. Karena putusannya sendiri memang masih sedikit agak tanggung: “belum ditemukan atau tidak ditemukan”. Beda dengan putusan MA ini, dimana amarnya dengan sangat tegas, terang, jelas bahkan tidak perlu lagi ditafsirkan, mengatakan: “tidak sah, batal demi hukum, ditarik dari yang menguasai dan dimusnahkan”.
3) Karena putusan MA ini telah menyatakan Suket 6 Agustus 2019 TIDAK SAH dan BATAL DEMI HUKUM — bahkan lebih jauh lagi di point 3: hakim memerintahkan untuk DIMUSNAHKAN — maka mau tidak mau saya harus mengatakan: secara hukum, legitimasi mas Gibran saat ini selaku Wapres — mengikuti kalimat yang ada di Pasal 7A UUD — SUDAH TIDAK LAGI MEMENUHI SYARAT.
4) Jika “letterlijk” mengikuti amar atau kalimat dalam putusan MA sebagai sumber hukumnya, maka status mas Gibran saat ini TIDAK LAGI SAH dan BATAL DEMI HUKUM sebagai Wapres, mengikuti status Suket yang dipakai. Yang sekarang oleh MA bahkan diperintahkan untuk DIMUSNAHKAN.
5) Karena sudah tidak lagi sah dan memenuhi syarat sebagai Wapres, maka pilihannya saat ini menurut saya tinggal 2: mas Gibran mundur dari Wapres secara terhormat, atau DPR cq MPR yang “memundurkan” beliau dengan mengaktifkan Pasal 7A UUD.
6) Kalau perkara Pidana itu eksekutornya Jaksa, Perdata eksekutornya jurusita, kalau perkara ini karena terkait jabatan kenegaraan — jika orangnya tidak mau mundur sendiri — maka DPR cq MPR lah yang jadi eksekutornya. Kalau tidak, putusan ini hanya sekedar berhenti diatas kertas saja.
7) Apakah perkara ini akan lanjut ke “eksekusi” politik di DPR cq MPR, mari bersama kita tunggu. Kalau soal ini belum level saya untuk membicarakannya. Ini sudah masuk urusan para “dewa-dewa” yang maqomnya ada di “langitan”. Untuk kita yang levelnya masih di “daratan” baru bisa sekedar memberi pendapat hukum saja.
Demikian sedikit pendapat saya, untuk teman-teman dan rekan media yang sejak semalam bertanya soal ini. Sekali lagi, ini pendapat pribadi saya, berdasarkan sumber hukum putusan MA yang baru saja keluar.
Hormat saya,
Jansen Sitindaon
Unpopular opinion: Bangsa kita untuk hal seperti ini lebih bermartabat. Gak ada cerita mantan presiden atau capres, kabur ke LN setelah kekalahannya.
Bahkan Presiden Soeharto sekalipun, meninggal di Tanah Air dalam iring2an pelayat yang sangat banyak.
Deact aja yog
Replying to @SoundOfYogi
Sebagai tambahan, saya tidak pernah mendukung aksi penggelapan apapun
Saya hanya memberikan fakta kenyataan bahwa video yang dilampirkan Syifa itu bukan kejadian pelecehan seksual
Saya menyesal telah salah menaruh kepercayaan :(
Kak Prim retweeted
pengalaman jos parengkuan bos syailendra soal kondisi market saham
1998: paling mengerikan, masalah dari dalam negeri dan struktural, bank dan perusahaan runtuh, rupiah dari 2.000 ke 17.000, kerusuhan, ganti rezim
waktu itu asing sekitar 80% pasar, tidak ada batas auto reject, tidak ada ritel
dia pilih perusahaan yang kira-kira tidak hilang, contohnya astra, katanya “tidak scientific, yang penting survive”
2008: masalah dari amerika, indonesia tertolong boom komoditas, tapi berat karena belum ada trading halt, bursa pernah libur, ada margin call, blue chip tidak bisa keluar berhari-hari
turunnya 2008 dan sekarang sama-sama sekitar 40%
2015: china melambat, komoditas turun, tidak terlalu parah
covid: pengalaman baru, tapi pulih
2026: ada masalah fundamental tapi tidak sedahsyat itu, lebih ke masalah teknis dikeluarkan dari indeks msci, bisnis perusahaan tidak berubah
risikonya kalau tidak ditangani bisa menjalar ke ekonomi
dulu tidak ada danantara dan ritel kecil, sekarang berbeda
indeks disebut turun dari sekitar 9.000 ke sekitar 5.000
yang dia sarankan
ubah pola pikir: tema 2023 sampai 2025 (saham konglomerasi, ipo mudah) tidak bisa dipakai dulu
jangan berharap saham multibagger, masuk survival mode
berani cut loss saham yang tidak penting, terutama saham tematik (rencana akuisisi atau proyek besar) yang rencananya bisa tertunda atau batal
siapkan kas untuk membeli saham yang dijual karena dipaksa, bukan karena bisnisnya jelek
idealnya kas 30 sampai 40% dari dana yang bisa diinvestasikan, sisanya saham defensif
kriteria dia: harga murah dan dividen tinggi, neraca sehat (utang kecil atau kas bersih), penghasil dolar as, ada dukungan pemerintah
contoh yang dia sebut: bank besar, antam, timah, ptba
alasan bumn: kalau pemerintah beli kembali saham, yang dibantu dulu bumn (dugaan dia)
saham konglomerasi tidak semuanya jelek, harganya sudah turun jauh, pilih yang bisnisnya bagus
dia menilai dana pensiun lebih condong ke lq45 daripada bumn
kalau ada apa-apa dia ingin bertahan dengan dividen
Omongan macem apa ini.. udah jelas WNI bayar pajak di dalam negeri, kok malah jadi target.
BIG BREAKING NEWS
EKS MENDAG BILANG HAJI ISAM MELAKUKAN AKUSISI BYAN ADALAH MEREBUT KEMBALI KEKAYAAN YANG SELAMA INI DI BAWA KE SINGAPURA
anaknya pengusaha byan baru menyumbang 101 juta dolar singapura untuk beasiswa dan pendidikan di singapura
dia bertanya, kekayaan alam indonesia untuk menyejahterakan indonesia atau bangsa asing
dia menyebut low tuck kwong, warga singapura yang pada 1992 melepas paspor singapura untuk jadi pemegang paspor indonesia
pertanyaannya, orang singapura macam apa yang mau turun dari paspor peringkat satu ke paspor kita
jawabannya satu: serakah, supaya bisa menguasai izin konsesi tambang batu bara raksasa di kalimantan yang hanya boleh dimiliki warga negara indonesia secara mutlak
Ruang aman itu berlaku untuk seluruh pihak. Dalam kasus ini, 'ruang aman untuk bapak dalam video mana?'.
Shifa datang memvideokan, bapak tsb tampak kaget dan berusaha untuk ramah. Tapi yg diterima justru tuduhan catcalling di dunia maya.
Mengajak netizen ikutan marah..
Alih-alih fokus pada kasus dan berusaha menciptakan ruang aman (termasuk keamanan di ruang digital), beberapa orang malah fokus pada:
- Wajah Shifa sampai mengatainya mirip Daus Mini.
- Pakaian Shifa.
- Jejak digitalnya yang sama sekali tidak relevan.
- Mengejarnya ke setiap akun media sosial.
- Menjadikannya sebagai samsak untuk menyerang SiD.
- Bersorak karena dia menutup akun.
- Menihilkan pengalaman dan trauma kolektif perempuan secara umum.
Dari sini kita bisa melihat mana orang yang betul-betul peduli terhadap kasus KS dan mana yang menjadikan kasus ini sebagai ajang untuk menghakimi, menyerang, dan mencari pelampiasan.
Saya melihatnya sederhana, periode 2004 - 2024 saham gorengan, penuh kolesterol, praktek manipulatif itu sudah merebak di IHSG. Tapi ga pernah ada berita ancaman turun ke standalone.
Puncak share Indonesia di MSCI itu tahun 2019 dgn 28 Emiten dan 2,5% share.
Saat ini $BBCA msh blm ada inflow & selama retail bermain lawan DANANTARA maka retail akan meninggal dunia Pak 🤭
Fear index ini keliatan sengaja diciptakan u/ DANANTARA atau $JARR bs ambil alih paksa emiten yg diincar mereka masing2
Tdk nalar setelah Pak @pandupsjahrir ketemu MSCI @MorganStanley di Thailand, malah keluar surat rencana double downgrade. Tapi hebatnya @ojkindonesia @IDX_BEI tampak tdk terkejut & bhkn Pak @prabowo tdk segera rapat kabinet menyikapi ini. Dan surprisingly lg, nilai tukar Rupiah tdk terlalu terdampak, msh di 17.9 rb an
Iseng2 nanya2 ke teman2 yg di "dalam", ada kesan simpulan bhw ini adlh calculated fear index yg bersifat win-win. Makanya Pak @ferrykoto malah bilang "serok" alias deploy capital. Saya percaya info beliau & mmg krg lbh sama dgn apa yg saya terima.
U/ retail, saran saya mari kita perhatikan pergerakan simpul2 ekonomi yg msh "di luar penguasaan oligarki" spt $BBCA. Kemarin saya smpt twet target nya di 4950 & itu sdh dkt. Silahkan analisa sendiri2 Pak, yg jelas retail klo mau CL skrg atau nanti krg lbh akan sama saja krn entry rebound akn panjang bs smp 6 bln. Ini operasi ekonomi spektakuler & hanya bs dilakukan pemerintahan Pak @prabowo 🤝
Sbg catatan floating loss saya saat ini 22% dgn porto semua bluechip. Jd saya jg ikut menanggung dampak kerugian individual sbg retail investor/trader akibat operasi ekonomi ini 🤭



















