
Anthropologist of gender, sexuality, Islam, and digital worlds. PhD from @NorthwesternU. Studying queerness & heteronormativity in Indonesia.
- Tweets2.6K
- Following1.8K
- Followers3.2K
- Likes32K

ALT Event poster announcing SOBER #8, a collaboration between Puska Gender & Seksualitas, Universitas Indonesia’s Department of Anthropology, and the Global Health, Wellbeing, and Care Cluster. The discussion, titled “Enduring Otherwise: Muslim Queer and Trans Worldmaking in Indonesia,” features author Ferdian Syah Thajib, discussants Rastra Yasland and Jessy Ismoyo, and moderator Nik Setiadarma. The event takes place on Monday, 9 November 2026, from 10:00 a.m. to 12:30 p.m. WIB, at Mochtar Riady Auditorium, FISIP UI, with hybrid participation available.
![[Kapita Selekta Antropologi] Violent Care: “Terapi Konversi” sebagai Kerja Perawatan pada Aktivisme Anti-LGBTQ+ di Indonesia Bagaimana aktor-aktor anti-LGBTQ+ di Indonesia menggunakan bahasa perawatan dan kepedulian untuk membenarkan intervensi terhadap orientasi seksual dan identitas gender? Bagaimana praktik yang mengatasnamakan perawatan dapat berjalan bersamaan dengan pendisiplinan dan kekerasan? Dalam sesi ini, Febi R. Ramadhan, Ph.D. akan membahas bagaimana psikolog, psikiater, konselor, dan aktor lainnya memobilisasi kosakata serta etika keperawatan untuk menjustifikasi intervensi yang ditujukan pada repatologisasi homoseksualitas dan nonkonformitas gender, termasuk upaya mengubah orientasi seksual dan identitas gender individu LGBTQ+.](https://pbs.twimg.com/media/HSLd3pabcAA2RSE.jpg?name=small&format=webp)
ALT [Kapita Selekta Antropologi] Violent Care: “Terapi Konversi” sebagai Kerja Perawatan pada Aktivisme Anti-LGBTQ+ di Indonesia Bagaimana aktor-aktor anti-LGBTQ+ di Indonesia menggunakan bahasa perawatan dan kepedulian untuk membenarkan intervensi terhadap orientasi seksual dan identitas gender? Bagaimana praktik yang mengatasnamakan perawatan dapat berjalan bersamaan dengan pendisiplinan dan kekerasan? Dalam sesi ini, Febi R. Ramadhan, Ph.D. akan membahas bagaimana psikolog, psikiater, konselor, dan aktor lainnya memobilisasi kosakata serta etika keperawatan untuk menjustifikasi intervensi yang ditujukan pada repatologisasi homoseksualitas dan nonkonformitas gender, termasuk upaya mengubah orientasi seksual dan identitas gender individu LGBTQ+.












































