โ โ โ โ โ โ
โโแ
* ๐๐๐ ๐๐ผ๐๐๐๐พ๐ . A rise and fall like melancholy tides, wrought of justice upon her palms solidifies. In strife, her heart unswayed, in her spirit, fears allayed.
โ โ โ โ โ โ
Usai kembali, mencoba menjalani kehidupannya sebagaimana ia di masa lalu, Alina masih belum benar sembuh dari perkara ia dan hatinya.
"Permisi, Professor... Tsukki?"
Kendati demikian, ia masih memiliki satu tugas akhir untuk meniti perdamaiannya. | @lunasstella.
Gelengan kecil diberikannya. Ia tak sampai hati memberitahukannya dari siapa surat dan kacamata itu. Kukis sudah pasti buatan tangannya. Namun kedua barang itu?
"Tidak ada, Professor. Sedikit saran, kukis itu sepertinya akan terasa lebih nikmat dengan minuman kesukaanmu," ...
demikian, dikala senyum masih terpatri, Alina segera melangkah mundur beberapa kali.
"Semoga harimu semakin baik, Professor." Pamitnya, sebelum ia berlalu di arah yang berlawanan. | @lunasstella. THE END.
Replying to @lunasstella
Ia rasa semua pasti tengah berusaha menjadi kuat di situasi ini. "Berusaha, Professor. Setidaknya kita masih disini, 'kan?" Terkekeh usainya. Dan tak lama, Alina segera memberikannya sebuah tas kecil.
Tak terlalu kecil, namun ia akan mengetahui bahwasa isinya sangat padat ...
dan berarti di kemudian hari.
"Bolehkah saya memberikan ini, Professor? Bukan sesuatu yang aneh. Namun... Professor pasti tidak mau melewatkannya."
Sekotak kukis, kacamata, serta surat. Namun, sang Professor tak akan pernah tahu isinya, sampai ia menerimanya. | @lunasstella.
dari mayat sang pemuda, berdiri pada tungkai kakinya, sebelum segera ia layangkan kembali senjata itu dengan presisi tinggi kepada siapapun yang kini tengah bersembunyi untuk menyerangnya.
๐พ๐๐๐๐๐๐ก. ๐๐๐๐๐๐. ๐ด๐๐ข ๐๐๐๐๐. "๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐." ...
Pertarungannya tak sampai disini. Ia masih harus melangkah menuju masa depan, kendati jalan ini terlampau berbatu, serta berpeluh kobaran api. | THE END. @silentauctor.
๐๐ข๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐ก๐๐๐ข ๐๐๐๐๐๐ข ๐๐๐๐๐๐ฉ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐. ๐ด๐๐ข ๐ฉ๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ก๐ข๐๐ข ๐๐๐๐ ๐๐ก๐ข ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐ข ๐๐๐๐ก๐๐.
"Maafkan aku, Genya... maaf. Maaf, maaf... maafkan aku," ...
lanjutnya sembari memendam wajahnya di ceruk leher sang pemuda, terisak lebih dalam, tenggelam dalam sesal yang seakan kekal.
๐ด๐๐ข ๐ฉ๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฉ๐๐ก๐๐ข ๐ก๐๐๐ ๐๐๐ฆ๐ข๐ ๐๐๐๐. ๐ด๐๐ข ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐ก๐ข. | @silentauctor.














