Narasinya sama semua. Memuji presiden. Padahal......
Listyo Sigit, Kapolri terlama, pernah mendapat bintang mahaputra, dipuji oleh Presiden karena bisa mengerahkan POLRI menanam jagung, bahkan oleh pimpinan Komisi III disebut polisi terbaik sepanjang sejarah ternyata jadi TSK sebagai pelaku kejahatan terjahat di sepanjang sejarah POLRI yakni menyadap kepala negaranya sendiri. Gilaaaa.
Dalam hal tertentu kita mencatat Presiden Prabowo bisa tegas. Selain Listyo Sigit, ada juga Dadan Hidayana yg dulu selalu dibela dan dipuji-puji oleh Presiden akhirnya digelandang ke pengadilan karena kasus korupsi gila-gilaan di program MBG.
Febrie Adriansyah yang katanya algojo koruptor dan merupakan orang kepercayaan Prabowo akhirnya dikirim ke pengadilan karena dakwaan korupsi di atas korupsi. Banyak lagi contohnya.
Jadi jangan keterlaluan berkorupsiria dan melakukan pengkhianatan, misalnya karena merasa sok dekat dengan Presiden Prabowo. Kalau Anda keterlaluan, ditindak tegas juga kan? Ayo, Pak Presiden, gembirakan rakyat dengan ketegasan yang lebih banyak lagi.
Nyari musuh di luar
Padahal banyak hal yg perlu dibenahi di dalem
Puyeeeengggggggggg yasalaam 2029 masih lama bener lagiii
jadi gini guys, ada kabar panas soal bbm nih bahlil lahadalia bilang mulai besok dia berangkat ke india, cina, dan beberapa negara lain buat nyari pasokan bbm alternatif, khususnya pertalite ron 90
kenapa dia gerak, karena pemerintah baru aja mangkas ekspor gas ke singapura sebesar 31 bbtud atau sekitar 8 persen dari total pengiriman. langkah nyari pasokan baru ini dibaca sebagai antisipasi kalau singapura balas dendam dengan mangkas ekspor bbm ke kita
dan ini yang bikin deg-degan, bahlil sendiri pernah bilang sekitar 54 sampai 59 persen impor bbm indonesia datang dari singapura. data bisnis nyebut sepanjang januari sampai agustus 2026 nilai impor bbm dari singapura sekitar 7,39 miliar dolar, atau sekitar 55,69 persen dari total, volumenya 8,24 juta ton
bahlil bilang pemerintah udah ngitung matang semuanya sebelum melangkah. dia juga jamin pasokan pertalite dalam negeri aman dan harga pertalite gak naik sampai akhir 2026. katanya ini perintah langsung presiden prabowo, cadangan bbm dijaga di standar minimum nasional, harga bbm subsidi gak naik, dan dia diminta cari kontrak jangka panjang
nah sekarang bagian pedesnya, ini murni opini ya
kalau emang udah dihitung matang, kenapa baru berangkat nyari pasokan setelah gas dipangkas, bukannya sebelum. ini kayak udah nyalain api, baru nyari ember. terus lebih dari separuh bbm kita bergantung ke satu negara, itu risiko besar banget, dan baru kelihatan pas lagi tegang
yang bikin makin mikir, cadangan bbm cuma di "standar minimum nasional", artinya pas-pasan, bukan lebih. kalau singapura beneran balas, ruang napas kita seberapa. dan janji harga gak naik sampai akhir 2026 itu cuma sampai akhir tahun, 2027 gimana, belum ada kepastian
tapi biar adil, pemangkasan cuma 8 persen dan pemerintah bilang gak melanggar kontrak, jadi ini bukan putus hubungan. diversifikasi pasokan ke india dan cina itu langkah yang masuk akal dan memang harusnya dari dulu. singapura juga belum bilang bakal balas, jadi ini masih antisipasi, bukan krisis beneran. ada juga rencana bangun storage biar impor minyak gak mampir negara lain dan dorongan b50 dan e50 biar kita gak terlalu impor bbm
jadi menurut kamu gimana guys, ini langkah cerdas ngamanin pasokan atau malah cari gara-gara sama negara yang kita butuhin?
Samplenya manajer kopdes
BREAKING NEWS
SURVEI PPI : 65,4% RAKYAT PUAS DENGAN KINERJA PRABOWO-GIBRAN
alasan yang puas
- bantuan sosial makin banyak: 16,7 persen
- banyak koruptor ditangkap: 10,3 persen
- program sekolah rakyat: 9,8 persen
- makan bergizi gratis (mbg) makin baik: 8,5 persen
- program gratis sampai kuliah: 7,5 persen
cara surveinya
- 26 sep sampai 6 okt 2026
- wawancara tatap muka, 1.200 responden di 38 provinsi
- pilih sampel acak bertahap (multistage random sampling)
- tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error sekitar 2,83 persen (artinya angka bisa meleset sekitar segitu)
- pertanyaan: “hingga saat ini apakah anda sangat puas, puas, tidak puas, atau sangat tidak puas dengan kinerja pemerintah republik indonesia”











